Home » Prilaku kebersihan + sanitasi » Pengolahan Limbah Lebih Serius pada Masa Jokowi

Pengolahan Limbah Lebih Serius pada Masa Jokowi

Rabu, 13/11/2013 19:15 WIB

Buruknya Sistem Sanitasi Jakarta

Ropesta Sitorus – detikNews
Halaman 1 dari 2

Warga memanfaatkan sungai di Jakarta yang sudah tercemar. (Foto – Agung Pambudhy/detikcom)

Jakarta – Persoalan sanitasi yang sangat buruk di Jakarta, diakui Direktur PD PAL, Yudi kurang mendapat perhatian pada beberapa tahun silam. Hal ini terlihat dari alokasi dana yang dianggarkan untuk pengolahan air limbah.

“Mungkin karena memang prioritas mereka (gubernur sebelumnya) memangenggak ke situ. Ngelihat macet urus macet dulu, ngelihat banjir dan air minum urus itu dulu. Kalau limbah kan enggak kelihatan jadi enggak pernah ditaruh di depan,” kata Yudi kepada detikcom, Jumat (8/11) pekan lalu.

Namun sejak Jakarta dipimpin Gubernur Joko Widodo dan Wakilnya Basuki Tjahaja Purnama setahun lalu, Yudi mengakui mulai terasa perubahan. Pihaknya mendapat anggaran lima kali lebih besar dibanding anggaran terakhir yang dialokasikan pada tahun 2010.

Yudi menilai hal itu adalah bukti keseriusan pemerintah untuk memperbaiki program sanitasi kota Jakarta.

“Pak Gubernur yang baru itu sudah ngelihat tuh, air limbahnya luar biasa sehingga harus segera dibenahi, malu Jakarta ini. Sekarang sudah mulai diseriusi dan lebih dedicated program, buktinya pak Jokowi minta pertengahan tahun depan sudah bisa dibangun satu zona (pengolahan limbah) di waduk Pluit,” ujar dia.

Sebelumnya, pada pertemuan dengan anggota komisi VII DPR di Balai Kota akhir bulan lalu, Gubernur Jokowi menyatakan sistem sanitasi Ibukota masih sangat buruk. Bahkan, Jakarta tertinggal jauh dari Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Next

Menurut mantan Wali Kota Surakarta itu pengolahan air limbah di Jakarta baru melayani sekitar tiga persen wilayahnya.

“Pengolahan air limbah kita memang masih sangat kecil sekali, sanitasi kita baru 3 persen. Dibandingkan dengan Negara lain seperti Malaysia saja sudah 60 persen, Singapura sudah hampir 100 persen,” kata Jokowi.

Menurut dia limbah dari kegiatan warga di Jakarta mengalir bebas dan mencemari lingkungan kota.

Hal ini bisa terlihat dari rupa sungai dan selokan yang berwarna kehitaman. “Air limbah dari hotel dan rumah tangga semuanya memang masuk ke, ya kita ngomong apa adanya, masuk ke sungai, ke selolakan, ke parit dan semuanya,” kata Jokowi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s