Home » Transportasi Publik Jakarta » Gaji Terlambat, Sopir Mogok Kinerja Operator Bus Transjakarta Dipertanyakan

Gaji Terlambat, Sopir Mogok Kinerja Operator Bus Transjakarta Dipertanyakan

Ini adalah bukti  pemprov DKI era Suti-Foke dengan mudah memberikan konsesi kepada perusahaan yang tidak bonafit.  Perusahaan tidak bonafit tapi berani bayar ke pejabat.. Begitulah. Walhasil kepentingan publik selalu dirugikan.

Sudahlah Pak Jokowi, tindak tegas operator Transjakarta yang bermodal dengkul..Saya selalu heran mengapa perusahaan seperti PPD, Metromini, Bianglala, Lorena dll masih diperbolehkan ikut dalam konsorsium Transjakarta, padahal sudah jelas  reputasi mereka buruk. Manajeman perusahaan PT Metromini dan sejenisnya manajemen keuangan super buruk, jadi  keterlibatan mereka dalam konsorsium Tranjakarta adalah usaha mereka untuk mencari laba saja..  Semoga Jokowi -Ahok bisa mengusir semua perusahaan “abal-abal” ini dari konsorsium transjakarta !

JAKARTA, KOMPAS — Sopir bus transjakarta Koridor V (Kampung Melayu-Ancol) dan VII (Kampung Rambutan-Kampung Melayu) mogok kerja. Pasalnya, operator belum membayar gaji mereka tepat pada awal bulan. Pemogokan ini amat mengganggu pelayanan penumpang.Selama pemogokan, terjadi penumpukan penumpang di sejumlah halte di dua koridor itu sejak Jumat pagi. Penumpukan itu baru dapat dikurangi setelah ada bantuan bus dari Koridor I, IX, X, dan XI yang melayani penumpang. Pada kondisi normal, penumpang Koridor V dan VII dilayani 35 bus setiap hari.

Sejumlah sopir bus Koridor V dan VII yang ditemui di pul PO Lorena, di Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mengaku, keterlambatan gaji ini merupakan yang kedua kalinya dalam setahun terakhir. Mereka memutuskan mogok agar PO Lorena, operator yang mempekerjakan mereka, segera membayar gaji.

”Harusnya gaji diberikan tanggal 1 Desember, tetapi sampai Jumat siang belum ada kepastian,” kata salah seorang sopir yang tidak bersedia disebut namanya, Jumat (6/12).

Sopir di koridor ini digaji Rp 2,2 juta per bulan. Namun, jumlah yang diterima tidak utuh karena dipotong asuransi.

Sopir juga mengeluhkan tindakan perusahaan yang meminta sopir ikut menanggung beban kerusakan kendaraan. ”Sebelumnya kalau ada kerusakan ditanggung asuransi semua,” ujar salah satu sopir.

Sementara itu, dari pihak PO Lorena tak ada satu pun yang dapat ditemui. Satpam yang berjaga menyarankanKompas menanyakan persoalan itu ke UP Transjakarta Busway yang dinilai lebih paham masalah ini.

Ingatkan operatorPemprov DKI Jakarta mengingatkan operator agar menjalankan perannya sesuai perjanjian kerja sama. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo heran jika operator tidak mampu membayar gaji tepat waktu. ”Masak uangnya harus tergantung Pemprov? Berarti enggak punya modal, dong,” kata Jokowi.

Jokowi menduga, ada kesalahan administrasi dari pihak operator sehingga pembayaran dari Pemprov DKI terlambat. Jika administrasi belum lengkap, tentu Pemprov DKI tidak akan membayar tagihan dari operator.

”Di sini bukannya tidak ada uangnya. Namun, mungkin proses administrasinya belum lengkap, belum beres. Kalau belum komplet, jelas tidak akan dibayar. Itu saja,” ujar Jokowi.

Kekecewaan juga disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pemprov DKI mengingatkan operator bus transjakarta agar menjalankan kontrak kerja sama. Jika operator tidak menjalankan kontrak, sebaiknya menghentikan kerja sama. Pelayanan publik tidak boleh tersandera persoalan internal operator.

”Kami bisa mengambil alih peran operator karena kami punya BUMD, punya uang, punya kekuasaan. Sebaiknya operator menjalankan perannya dengan baik. Jangan sampai kepentingan umum disandera operator karena persoalan internal,” kata Basuki.

Klaim tidak terlambat

Sri Ulina Pinem dari Humas UP Transjakarta Busway mengatakan, pemogokan sopir bus di Koridor V dan VII terjadi karena persoalan internal operator. Tak ada persoalan dengan UP Transjakarta Busway karena sudah membayarkan tagihan ke operator. Menurut Sri, tagihan yang dikirimkan operator terlambat dimasukkan ke transjakarta. Sementara berkas yang masuk itu langsung diproses dalam waktu kurang dari satu minggu.

Senada dengan Sri, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, pemogokan itu tanggung jawab operator. Operator wajib memiliki modal operasi tiga kali lipat ketimbang gaji yang harus dibayarkan. ”Kelalaian operator merugikan konsumen,” kata Pristono.

Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Azas Tigor Nainggolan mengatakan, pemogokan sopir karena gaji telat dibayar menunjukkan pengelolaan internal di tingkat operator juga masih kacau. Azas Tigor yakin kasus ini dampak dari prosedur tender proyek pemerintah yang hanya berpatokan pada harga paling murah. Peserta tender akan berusaha jadi pemenang dengan mengajukan harga paling murah dan tidak rasional.

”Akibat tender buruk seperti ini, perawatan armada pasti seadanya, pelayanan kepada konsumen juga tak terkontrol. Alasannya karena penghasilan kecil,” kata Tigor.

Tigor meminta pemerintah mengubah prosedur tender agar disesuaikan dengan kebutuhan pengadaan pelayanan angkutan umum massal.

Di Frankfurt, Jerman, misalnya, dalam pengadaan layanan angkutan umum massal, standar yang harus dipenuhi peserta tender adalah kapasitas dan kualitas layanan, kelayakan emisi, kondisi armada, baru terakhir terkait harga atau biaya.

Terlepas dari masalah tender, Azas Tigor menegaskan, Dishub atau UP Transjakarta Busway bisa menuntut operator agar tetap bekerja sesuai kontrak. Jika kejadian sopir mogok dengan alasan yang sama terulang, pemerintah berhak memutus kontrak. Pemerintah selanjutnya bisa mencari operator pengganti, tetapi dengan tidak mengulangi kesalahan model tender pertama.

Pemogokan sopir berhenti pada pukul 14.05. Sejumlah bus transjakarta yang parkir di pul PO Lorena mulai keluar satu per satu. Sebelumnya, sopir menegaskan tidak akan mengeluarkan bus jika gaji mereka belum dibayarkan.(NEL/FRO/WER/CHE/NDY/MDN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s