Home » Nata de Kota » Pemilik Bangunan di Kota Tua Diusulkan Dapat Keringanan Pajak

Pemilik Bangunan di Kota Tua Diusulkan Dapat Keringanan Pajak

 

Pelestarian cagar budaya harus didukung semua pihak.

ddd
Sabtu, 14 Desember 2013, 21:28Desy Afrianti, Rohimat Nurbaya
Kawasan Wisata Kota Tua
Kawasan Wisata Kota Tua(VIVAnews/Fernando Randy)
 
B
VIVAnews – Kawasan Kota Tua, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat merupakan cagar budaya di ibu kota. Tapi, sayangnya, di kawasan tersebut banyak bangunan tak terawat, juga bentuknya sudah diubah dari aslinya.

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Gathut Dwihastoro, mengatakan, supaya kelestarian bangunan di kawasan Kota Tua tetap terjaga, dia akan mengusulkan agar para pemilik yang menjaga keaslian gedungnya diberikan imbalan berupa keringan dalam membayar pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Kawasan Kota Tua itu kan dapat menjadi daya tarik wisatawan dari mancanegara. Jadi, kami akan usulkan supaya ada reward berupa keringanan bayar pajak kepada pemilik gedung,” kata Ghatut di kawasan Kota Tua, Sabtu, 14 Desember 2013.

Menurut dia, pelestarian cagar budaya harus didukung oleh semua pihak. Dengan demikian, diharapkan keaslian dan keunikannya bisa terus terjaga.

Selain meringankan pembayaran pajak bumi dan bangunan, akan dilakukan juga lewat pendekatan budaya dan sosialisasi kepada masyarakat. Usaha itu diharapkan bisa melestarikan sisa bangunan zaman kolonial, terutama museum-museum yang terdapat di lokasi itu.

“Jakarta pantas disebut kota museum. Selain dijadikan untuk penelitian, museum juga mengedukasi masyarakat. Dengan pendekatan budaya, kami mengajak masyarakat untuk melestarikan cagar budaya yang dimiliki Jakarta,” ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa salah satu nilai jual museum kawasan Kota Tua adalah keunikannya. Seperti di antaranya, Museum Sejarah Jakarta (dikenal masyarakat Museum Fatahillah), Museum Wayang, Museum Bahari, Museum Keramik, dan Museum Sunda Kelapa.

“Ini nilai sejarahnya sangat tinggi. Di Sunda Kelapa juga merupakan ibunya kota Jakarta. Sebelum Jayakarta, Sunda Kelapa sudah terlebih dahulu ada. Jadi, juga jangan melupakan Sunda Kelapa,” ujarnya. (art)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s