Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Jakarta Kebut Perbaiki Tanggul

Jakarta Kebut Perbaiki Tanggul

Oleh: Andy Riza Hidayat 0 KOMENTAR FACEBOOKTWITTER

JAKARTA, KOMPAS — Perbaikan tanggul Kanal Barat Jakarta di sejumlah titik berkejaran dengan puncak musim hujan. Perbaikan tanggul di Bendungan Hilir dan Latuharhary dilakukan 24 jam tanpa henti. Pengerahan alat berat, pekerja, dan material dilakukan terus-menerus.Hari ini, Jumat (3/1), pelaksana proyek menancapkan tiang baja sepanjang 12 meter ke dalam badan tanggul Bendungan Hilir yang longsor beberapa waktu lalu. Setelah terpasang semua lapisan baja di titik longsor sepanjang 57 meter, pelaksana proyek membangun tanggul beton di atasnya. Sejak tadi
pagi, akses Jalan Administrasi Negara ditutup untuk mengamankan pekerjaan tersebut.

Pelaksana proyek perbaikan tanggul, Fachta Zeinaul Afif, menyampaikan, perbaikan tanggul di Bendungan Hilir membutuhkan waktu total satu bulan. ”Pemasangan tiang baja ini hanya butuh waktu tiga hari, tetapi kami perlu memulihkan kondisi tanggul yang longsor ke kanal, lalu membangun beton di atas tiang baja,” kata Fachta di lokasi perbaikan.

Pada saat yang bersamaan, pelaksana proyek juga memperbaiki tanggul di Latuharhary, Menteng, yang miring. Konstruksi tanggul mengalami pelemahan setelah ada perbaikan tanggul yang jebol di lokasi itu. Perbaikan tanggul Latuharhary kini belum usai, ditargetkan minggu ini bisa beres. Jebolnya tanggul di Latuharhary pada Januari 2013 lalu memicu banjir besar di Ibu Kota.

Selain perbaikan tanggul Kanal Barat yang rusak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memperbesar pintu air di Karet dan Manggarai. Penambahan pintu air ini untuk meningkatkan kapasitas debit air yang mengalir di dua pintu tersebut sehingga dapat mengalirkan air dalam debit lebih besar ketika puncak hujan.

Pintu Air Karet ditambah dari empat pintu menjadi lima pintu dan diharapkan mampu mengalirkan air 700 meter kubik per detik dari sebelumnya 500 meter kubik per detik.

Sementara Pintu Air Manggarai ditambah dari dua pintu menjadi tiga pintu. Penambahan pintu air itu kini masih berlangsung dan ditargetkan akhir bulan ini bisa selesai.

Kanal Barat dibuat untuk memecah aliran Sungai Ciliwung agar tidak masuk ke Kota Jakarta. Sementara ini, Kanal Barat menjadi aliran utama Sungai Ciliwung karena sodetan yang direncanakan tembus ke Kanal Timur belum dibangun.

Sementara masih berfungsiBastari, Kepala Bagian Pelaksana Balai Besar Sungai Ciliwung-Cisadane, memastikan, tanggul yang diperbaiki masih bisa berfungsi menahan air. Walau begitu, perbaikan tanggul akan dikebut dengan bekerja siang malam. ”Target kami saat puncak hujan datang, perbaikan sudah selesai,” katanya.

Bastari membutuhkan dukungan Pemprov DKI Jakarta untuk mengamankan lokasi tanggul dari hunian liar. Hal ini penting agar beban tanggul tidak terlalu berat. Permintaan Bastari langsung mendapat respons dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

”Semua area tanggul akan kami buat taman. Tidak boleh ada lagi hunian atau peruntukan lain selain ruang terbuka hijau,” kata Jokowi.

Jariyah (46), warga Kelurahan Bendungan Hilir, sepakat dengan Jokowi untuk menjadikan area tanggul sebagai taman. Langkah ini menjadikan area padat hunian itu menjadi lebih asri.

Hari ini sejumlah bangunan di atas tanggul sudah ditertibkan. Di titik tanggul Bendungan Hilir yang longsor itu biasanya dipakai parkir kendaraan bermotor. Sementara di sisi yang lain dipakai untuk hunian, tempat usaha, dan pergudangan.

KOMENTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s