Home » SOAL BANJIR » Jawaban soal banjir buat si Ruhut

Jawaban soal banjir buat si Ruhut

Saya bukan fanatik Jokowi saja bisa lihat hasil kerja Jokowi Ahok selama hampir 2 tahun. Jauh banget hasilnya dibandingkan rejim Sutiyoso- Foker , Bung Ruhut !
Rabu, 15/01/2014 15:34 WIB

PDIP: Zaman Foke Ada 71 Titik Banjir, Dipegang Jokowi Turun Jadi 35 Titik

Ahmad Toriq – detikNews

Jakarta – PDIP membela Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang dikritik soal banjir Jakarta. Sudah ada peningkatan penanganan banjir dibanding zaman Fauzi Bowo (Foke).

“Memang kalau kita melihat fakta di lapangan jelas memang ada pengurangan yang signifikan di mana dari 71 titik turun menjadi 35 titik,” kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Rabu (15/1/2014).

Eriko yang merupakan anggota Komisi V DPR yang di antaranya membidangi infrastruktur ini mengatakan bahwa proses penanganan banjir oleh Jokowi masih berjalan. Prosesnya belum selesai, tapi sudah ada progres positif.

“Sudah ditandatangani bersama Kementerian PU tentang normalisasi dan penyodetan Kali Ciliwung, begitu juga dengan pemulihan waduk seperti Ria Rio, Pluit dan juga sumur-sumur resapan,” ujarnya.

Eriko meminta masyarakat bersabar karena proses penanganan banjir ini tak bisa seketika selesai. Dia juga mengatakan penyelesaian masalah banjir di Jakarta ini bisa lebih cepat jika pemerintah pusat turun tangan.

“Koordinasi harus ditangani Pemerintah Pusat. Seperti terhadap kementerian terkait seperti PU, Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan badan terkait lainnya. Konkretnya harus ada yang diputuskan Pemerintah Pusat untuk menangani hal ini,” pungkasnya.

Rabu, 15 Januari 2014 | 12:30 WIB

Ruhut Tuding Jokowi Memble Hadapi Banjir

Ruhut Tuding Jokowi Memble Hadapi Banjir

Ruhut Sitompul. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, JakartaJuru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mempertanyakan kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam mencegah banjir di Ibu Kota. Ruhut menganggap banjir yang melanda Jakarta beberapa pekan terakhir akibat Jokowi tak mampu mengemban tugasnya.

“Dia janji atasi banjir, mana? Sekarang rasain,” ujar Ruhut di kompleks parlemen Senayan, Kamis, 15 Januari 2013. “Susah karena dia tukang mebel. Nasib aja jadi gubernur,” katanya lagi.

Ruhut menuding Jokowi kian membuat Jakarta semrawut. Banjir terjadi di mana-mana. Kemacetan semakin parah. Dia mencontohkan, diperlukan waktu berjam-jam untuk tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Ia pun menyindir bahwa ketidakmampuan Jokowi urus Jakarta adalah cermin kepemimpinan dia. “Urus Jakarta saja tidak mampu, bagaimana kalau Indonesia,” katanya.

Ruhut menambahkan Jakarta bisa dibenahi bila pemimpinnya memiliki kesungguhan mengemban tugas. Tidak terjebak pada pencitraan dan mengandalkan bantuan pihak lain. “Kalau banjir yang turun malah tentara, kok,” katanya.

TRI SUHARMAN

+++++
SELASA, 14 JANUARI 2014 | 21:53 WIB

Ini Sebab Jakarta Utara Relatif Bebas Banjir

Ini Sebab Jakarta Utara Relatif Bebas Banjir

Sebuah ojek perahu melintas di perumahan mewah Pluit, Jakarta Utara, yang terendam banjir (22/1). TEMPO/Jacky Rachmansyah

TEMPO.COJakarta – Banjir yang melanda Jakarta sejak Ahad, 12 Desember 2014, berbeda dengan banjir di tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, wilayah Jakarta Utara relatif aman dari terjangan bah. Kawasan Pluit dan Cilincing yang tahun lalu kebanjiran, kali ini aman.
Proyek normalisasi Waduk Pluit yang kini sedang berjalan ditengarai menjadi kunci menanggulangi banjir di Jakarta Utara.

“Kami harus akui, normalisasinya berhasil, daya tampung Waduk Pluit sudah meningkat,” kata Kepala Bidang Informatika dan Pengembangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Edy Junaedi Harahap ketika dihubungi Selasa, 14 Januari 2014.

Padahal, jumlah air yang mengalir juga banyak. Namun air tak sampai melimpah ke jalanan di sekitarnya.
Selain itu, kali ini semua pompa di area waduk juga berfungsi dengan baik. “Empat pompa beroperasi semua, tahun lalu hanya satu yang jalan,” kata Edy.

Faktor lain adalah pasang laut yang belum datang. Menurut Edy, biasanya pasang laut maksimal terjadi sekitar tanggal 15-17. “Tetapi melihat daya tampung waduk dan kinerja pompa, seharusnya banjir seperti tahun lalu tidak terulang meskipun pasang naik,” ujarnya.

Adapun, wilayah Jakarta Barat masih banyak terendam banjir. Soalnya normalisasi Kali Pesanggrahan, Angke dan Sunter baru dimulai. “Ancaman di Jakarta Barat terutama berasal dari Kali Angke,” tutur Edy. Oleh sebab itu, wilayah yang kebanjiran masih sama dengan tahun lalu diantaranya di Rawa Buaya, Duri Kosambi, Kapuk, dan Kedoya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan mengatakan saat ini sudah 20 hektare area Waduk Pluit yang dinormalisasi. Meski belum maksimal, pekerjaan itu sudah bisa menambah daya tampung waduk. “Kira-kira bisa menampung air hingga 1,6 juta meter kubik,” kata Manggas ketika dihubungi, Senin. Selain itu seluruh pompa di sana juga berfungsi dengan baik.

ANGGRITA DESYANI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s