Home » SOAL BANJIR » Bencana Banjir di Jakarta dan Menado

Bencana Banjir di Jakarta dan Menado

Bencana banjir yang terjadi beberapa kota di Indonesia terutama Jakarta dan Menado, jelas akibat pembangunan kota yang semrawut, tanpa rencana dan tidak mengikuti aturan tata ruang.  Mungkin KPK harus mulai mengawasi soal pemberian ijin bangunan di tingkat pemerintahan kota/kabupaten/ provinsi. Aparat pemerintah daerah biasanya bermain duit dan menerima uang pelicin atau sogokan untuk mengurus ijin bangunan. Jika suatu kawasan masuk dalam kawasan yang tidak boleh dibangun atau dibangun harus sesuai dengan rasio tertentu, disitulah para pejabat bermain, apalagi jika kawasan yang tidak boleh dibangun itu bakalan dibangun oleh Pengembang Real Estat atau Pengembang MALL.  Beberapa kawasan yang tadinya danau atau embung malah ditimbun dan kemudian dibangun perumahan real estat atau dibangun pertokoan (MALL).  Contoh paling klasik di Jakarta adalah kawasan Kelapa Gading, yang tadinya rawa dan embung, kemudian dibangun secara “heboh”,  walhasil selalu ditenggelamkan oleh banjir atau luapan sungai. Menado, juga sama saja kawasan yang tadinya hijau, karena penuh dengan kebun, tiba tiba dibangun real estat (dari group besar macam Ciputra), walhasil terjadi longsor dan banjir badang.

Semoga banjir tahun 2014 ini bisa menjadi peringatan awal dari perubahan bagi pemerintah, dan juga para pengembang property, agar mereka pembangunan kawasan mengikuti kaidah dan aturan tata ruang dan  lingkungan .

 

Banjir di Jakarta Berpotensi Meningkat

Lima Orang Tewas, Lebih dari 10.000 Warga Mengungsi

JAKARTA, KOMPAS — Banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya berpotensi terus meningkat hingga beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mengguyur Jakarta dan sekitarnya hingga pekan depan. Warga diimbau tetap waspada. Hingga Sabtu (18/1), banjir di Jakarta menewaskan lima orang.Banjir lima hari terakhir juga memaksa 10.530 warga mengungsi dan 25.332 warga terkena dampak banjir.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan, diperkirakan dalam beberapa hari ke depan Jakarta masih akan dilanda banjir. ”Menurut prakiraan cuaca, apa yang terjadi akan sama dengan tadi malam (Jumat),” kata Syamsul kepada pers.

Ia menambahkan, kawasan Jakarta Utara perlu mendapat perhatian lebih dalam beberapa hari ke depan, mengingat selain curah hujan yang tinggi, laut juga mengalami pasang naik.

”Bantuan air bersih akan disalurkan, berikut 500 matras, 500 selimut, dan tenda. Bantuan itu diberikan langsung kepada Wali Kota Jakarta Utara,” ujarnya.

Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo menambahkan, curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih akan terjadi di Jakarta dan sekitarnya selama beberapa hari ke depan.

”BMKG memprediksi kondisi cuaca masih sangat memungkinkan terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat. Meski kemudian ada kemungkinan
menurun, selama beberapa hari ke depan akan naik lagi,” katanya.

Musim hujan, menurut Mulyono, baru akan berakhir pada akhir Februari atau awal Maret mendatang. ”Dua minggu terakhir di Januari ini adalah puncak musim hujan,” kata Mulyono.

Terkait kondisi di Jakarta Utara, Mulyono mengatakan, selain curah hujan, kondisi dapat menjadi lebih parah karena ada pasang air laut. ”Pada 13-16 Januari, kondisi laut pasang naik. Setelah 16 Januari pasang mulai surut hingga pasang terendah pada 22 Januari. Namun, kemudian naik lagi hingga mencapai puncaknya pada 27-28 Januari,” paparnya.

Sungai-sungai yang mengalir di Jakarta meluap dan airnya membanjiri permukiman serta ruas-ruas jalan, seperti Kali Ciliwung dan Kanal Barat. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Sabtu pukul 00.15, memutuskan membuka sebagian Pintu Air Manggarai karena ketinggian air di pintu air itu mencapai 950 sentimeter atau Siaga 1.

Jumlah korban Tak seperti bencana banjir sebelumnya, banjir kali ini memang tak terlampau berdampak terhadap aktivitas warga Jakarta karena terjadi pada hari Sabtu saat perkantoran pada umumnya meliburkan para pekerjanya. Namun, banjir yang merendam sejumlah ruas jalan, seperti di Jalan Basuki Rahmat arah Jalan Casablanca, membuat arus kendaraan harus dialihkan. Sejumlah perjalanan kereta dan bus transjakarta pun dibatalkan.

Lima orang meninggal akibat sakit dan tewas terbawa arus banjir. Tiga korban tewas di antaranya pengungsi luapan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dua orang meninggal karena sakit adalah Masri (76) dan Hidayat (35), sementara seorang lagi, Zulfikar (22), tewas terbawa arus banjir.

Lebih mengenaskan lagi, Supoyo (44) tewas tersengat listrik saat mencabut stop kontak alat pemanas nasi ketika banjir menggenangi rumahnya di Jalan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Satu lagi korban tewas adalah seorang penjaga keamanan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang tewas tersengat listrik saat berusaha menolong seorang warga yang terseret banjir. Identitasnya hingga saat ini belum diketahui.

Rekayasa cuacaKepala UPT Hujan Buatan BPPT Heru Widodo mengatakan, rekayasa cuaca untuk menurunkan hujan di laut akan terus dilakukan. Meski demikian, pihaknya mengaku terkendala pesawat.

”Pesawat kurang. Sekarang hanya satu pesawat Hercules yang beroperasi. Hingga kini telah enam kali terbang, sehari sekali. Seharusnya agar lebih efektif, setidaknya ada tiga pesawat dan dengan enam kali rekayasa per hari,” katanya.

Menurut Heru, target rekayasa cuaca ini adalah menurunkan curah hujan hingga 35 persen. Penebaran garam dengan pesawat, menurut Heru, sejauh ini dilakukan di atas Palabuhanratu dan Selat Sunda.

Ia berharap, Selasa pekan depan akan ada tambahan satu pesawat jenis Cassa. ”Selasa kami harap bisa tambah. Kendalanya memang peralatan kurang, tetapi saya kira sudah ada efeknya. Kalau tidak ada rekayasa sama sekali, bisa lebih parah,” ujar Heru.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Manggas Rudi Siahaan mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI telah berupaya keras mengurangi genangan dan banjir di Jakarta dengan mengoperasikan 500 pompa di sejumlah tempat, seperti kawasan Monas dan Istana Negara.

Dibukanya Pintu Air Manggarai menyebabkan air aliran Kali Ciliwung yang semestinya mengalir ke Kanal Barat sebagian mengalir ke Kali Ciliwung Kecil yang melalui kawasan Monas dan Istana Negara.

Enam dari tujuh pompa Waduk Pluit juga masih terus dioperasikan meski pada akhirnya air di waduk itu meluap dan menggenangi permukiman warga di bantaran waduk tersebut.

Air dari huluMenurut Manggas, banjir kali ini tampak lebih disebabkan oleh limpahan air dari kawasan hulu. Sejak permukaan air Bendung Katulampa mencapai ketinggian 180 sentimeter, sekitar 10 jam kemudian limpahan airnya memenuhi Kali Ciliwung dan ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai titik Siaga 1. Akibatnya, limpahan air itu menyebabkan luapan dan membanjiri permukiman sepanjang Kali Ciliwung.

”Banjir ini sepenuhnya dari kawasan hulu. Lihat saja, meski hujan deras di Jakarta, hal itu tak menyebabkan banjir di Jakarta,” katanya.

Joko Widodo mengecek banjir di beberapa lokasi, yakni di Kelurahan Balekambang, Kecamatan Kramat Jati, dan Kelurahan Makasar, Jakarta Timur; serta Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di Kelurahan Makasar, Jokowi memantau kondisi tanggul Kali Cipinang. Jokowi mengatakan, perlu dibuat sudetan di wilayah bantaran Ciliwung yang menjadi langganan banjir untuk membagi beban Ciliwung.

Banjir masih menggenangi sebagian wilayah Jakarta Utara, seperti Kecamatan Pademangan, Kelapa Gading, dan Penjaringan. Ketinggian air di Kelapa Gading mencapai 1 meter akibat hujan deras dan limpasan air Sungai Sunter, sementara di Pademangan genangan sekitar 60 sentimeter.

Sementara itu, Waduk Pluit di Penjaringan dalam status Siaga 1. Tinggi muka air Waduk Pluit mencapai +115 cm sejak Sabtu pukul 11.00 dan terus bertahan.

Operator pompa Waduk Pluit, Shidiq, mengatakan, enam pompa air telah dioperasikan untuk membuang air ke laut.

Air limpasan Waduk Pluit membanjiri permukiman warga di RW 017, Kampung Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan. Ketinggian air di permukiman mencapai
10 cm-80 cm.

Di Kedoya Utara, Jakarta Barat, warga mendirikan tenda di pinggiran rel kereta api setelah rumah mereka digenangi banjir lagi.

Sabtu sore, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta masih menetapkan status bencana Siaga Darurat. ”Ini berarti kondisi kesiapsiagaan tingkat tinggi bagi semua perangkat yang berhubungan dengan bencana. Sebab, sewaktu-waktu bisa saja naik menjadi tanggap darurat atau semua sektor lumpuh,” kata Edi Juanedi, Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Jakarta.

Di Bekasi, 16 kecamatan
terendam banjir sejak 16 Januari hingga 18 Januari. Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan situasi tanggap darurat.

(MDN/RWN/JOS/PRA/RAY)

 

++++++++++++

 

Kerugian Capai Rp 1,8 Triliun

Agung Laksono: Banjir Manado Menjadi Bencana Nasional

MANADO, KOMPAS — Kerugian material akibat musibah banjir bandang dan longsor di Sulawesi Utara mencapai Rp 1,871 triliun yang tersebar di lima kabupaten/kota. Bencana tersebut sebagian besar merusak rumah dan kendaraan milik warga serta sekolah, jembatan, jalan, dan lahan pertanian.Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang melaporkan jumlah kerugian itu kepada Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, di Manado, Sabtu (18/1). Akan tetapi, Sarundajang tak menyebutkan secara rinci kerusakan akibat bencana.

Hal sama ditemui di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sulut yang hingga hari keempat bencana tidak memiliki data kerusakan bencana. ”Perhitungan kerugian bersifat sementara, kemungkinan akan bertambah karena laporan dari kabupaten dan kota belum masuk,” kata Sarundajang.

Wilayah terparah adalah Kota Manado, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, dan Minahasa Selatan. Korban tewas, menurut Gubernur, sebanyak 18 orang dan 27 orang dirawat di rumah sakit. Pemerintah Provinsi Sulut menetapkan darurat bencana selama 14 hari.

Sementara itu, regu penolong berhasil menemukan jenazah Linda Tan (61) yang terkubur tanah di jurang Tambulinas. Dengan penemuan jenazah itu, jumlah korban tewas bertambah menjadi 19 orang. Itu belum termasuk Romi Rindengan (38), warga Kelurahan Tituwengan Selatan. Ia meninggal di Rumah Sakit Kandou, Malalayang, Manado, karena serangan jantung akibat rumahnya hanyut.

Kemarin, sejumlah sumbangan material dan makanan mengalir ke Manado dari lembaga sosial, organisasi masyarakat, Gereja, dan partai politik. Ketua DPP PDI-P Puan Maharani menyerahkan bantuan di 11 posko bantuan bencana banjir bandang di Manado dan Minahasa. Bantuan tersebut berupa 1.500 pakaian dan selimut, 100 karung beras, dan 2.500 kardus mi instan. PDI-P Sulut juga membuka dapur umum di posko pengungsian.

Menko Kesra Agung Laksono yang tiba di Manado, Sabtu pagi, juga membawa bantuan dari pemerintah pusat, yakni 50 ton bahan makanan, selimut, tenda, dan obat-obatan. Bantuan pemerintah pusat diangkut dengan pesawat Hercules dalam empat kali penerbangan.

Agung juga meninjau sejumlah lokasi yang terkena banjir di Manado, yakni di Pakowa dan Komo Luar. ”Pemerintah telah menjadikan bencana Manado sebagai bencana nasional,” katanya.

Hingga kini, tempat usaha di Tomohon masih tutup. Youce Tambahani (58), pengelola Hotel dan Restoran Makatembo, mengaku terpaksa menutup tempat usaha karena tak ada tamu. ”Kerugian selama empat hari tutup lebih kurang Rp 12,5 juta,” katanya.

Sekda Kota Tomohon Arnold Poli berharap jalur Manado dan Tomohon segera pulih. ”Kami sangat memerlukan bantuan pemerintah pusat untuk menormalisasi jalur agar perekonomian Tomohon tidak lama terganggu,” ujarnya. (zal/apo/eng)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s