Home » Kualitas infrastruktur » Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang

Ahok: Teknologi Pengaspalan di Jakarta Usang

Kalau terlalu canggih teknologi pengaspalan jalannya, khan jadi tidak ada “project” pak Ahok..

 

RABU, 29 JANUARI 2014 | 11:48 WIB

 

TEMPO.COJakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berpendapat teknologi pengaspalan di Ibu Kota sudah usang, sehingga menyebabkan jalan mudah berlubang.

“Di kota-kota maju, pengerjaan jalan cuma sekali bongkar terus langsung tambal,” kata Basuki di Balai Kota pada Rabu, 29 Januari 2014. “Nah, kalau di sini, bongkar, buang puingnya, terus dilapis.”

Basuki menuturkan melapis aspal lama dengan yang baru hanya buang-buang energi dan tidak efektif. “Sama seperti Kementerian Pekerjaan Umum di jalur Pantai Utara,” ujarnya.

Dia melihat sistem jalan di Jakarta harus dibongkar semua dari awal, kemudian dikuatkan. Jadi bisa bertahan hingga sepuluh tahun.

“Masak perbaikan jalan di Jakarta kayak di kampung-kampung yang cuma tambal,” katanya. Untuk itu, dia sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum supaya menguatkan jalan di Ibu Kota dengan cara bongkar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan mengatakan tahun ini, beberapa jalan utama di Ibu Kota akan di beton sehingga lebih kuat. Seperti di Jalan Mangga Besar, Jalan Istiqlal, Jalan Srikaya, Jalan Kali Baru Timur, Jalan Cempaka Warna, dan Jalan Rawasari Selatan.

“Proses beton ini akan memakan waktu cukup lama, tapi lebih efektif,” ujarnya. Sebab tidak seperti aspal yang bisa langsung dilewati. Beton ini baru bisa dilindas kendaraan setelah sepekan.

SYAILENDRA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s