Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Ahok Soal Jakarta Monorail: Tak Sanggup, Ya Disetop .Oh Monorail Nasibmu !

Ahok Soal Jakarta Monorail: Tak Sanggup, Ya Disetop .Oh Monorail Nasibmu !

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 12:43 WIB

Ahok Soal Jakarta Monorail: Tak Sanggup, Ya Disetop

Sebuah kereta monorel dipamerkan di kawasan Monas, Jakarta, Rabu (26/6). Rute green line membentang sepanjang 14,5 kilometer dengan jalur Kuningan – Kuningan Sentral – Gatot Subroto – Senayan – Asia Afrika – Pejompongan – Karet – Dukuh Atas – kembali ke Kuningan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.COJakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mempertimbangkan untuk membatalkan kerja sama dengan PT Jakarta Monorail. Sebab, kelanjutan pembangunan monorel Ibu Kota dengan perusahaan itu sampai sekarang belum jelas.

“Kalau dia enggak sanggup, kami setop,” kata Ahok di Balai Kota, Senin, 17 Februari 2014. Pemprov DKI sudah berkirim surat untuk memperjelas nasib proyek tersebut. Sampai saat ini, menurut Ahok, PT Jakarta Monorail mengklaim masih sanggup.

Ahok sendiri tidak paham kendala perusahaan itu. “Enggak tahu, duit kali, atau enggak layak ya. Tanya sama Bappeda,” kata dia lagi.

Akan tetapi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Andi Baso malah merujuk ke Deputi Gubernur, Sarwo Handayani. “Tanya Bu Yani,” ujarnya. Sarwo belum tampak di Balai Kota dan tak merespon telepon maupun pesan singkat Tempo.

Andi selama ini ternyata meragukan studi kelayakan monorel. Ia juga menyebut persetujuan proyek monorel bersifat politis. Namun, Andi  menolak menjelaskan lebih lanjut. “Saya enggak tahu,” katanya sambil tersenyum dan berlalu.

Sebelumnya, 16 Oktober 2013 lalu Gubernur DKI Joko Widodo meresmikan proyek pembangunan monorel jalur hijau Semanggi-Sudirman. Peletakan batu pertama ini dilakukan di kawasan Setia Budi Utara, tepatnya di sekitar Tugu 66. Nantinya PT Jakarta Monorail akan memasang pear atau pondasi kolom lanjutan dari kawasan ini ke arah utara, Dukuh Atas. (Baca: Jokowi Menanti Tiang Monorel Kering)

Jalur hijau ini memiliki panjang 11 kilometer. Rutenya adalah Sudirman Dukuh Atas-Setiabudi Utara-Kuningan Sentral-Taman Rasuna-Casablanca-Gran Melia-Gatot Subroto-Satria Mandala-Komdak-SCBD-Gelora Bung Karno-Jalan Asia Afrika-Stadion Madya-Palmerah-Karet-Dukuh Atas.

Untuk membangun proyek monorail Jakarta, PT Jakarta Monorail telah menggandeng kontraktor Cina, yakni China Communications Construction Company Ltd (CCCC). Dibutuhkan waktu sekitar tiga tahun untuk merampungkan pembangunan jalur hijau ini. Konstruksi jalur itu menelan biaya sekitar US$ 1,5 miliar atau senilai Rp 16 triliun.

++++++++++

PT JM Belum Juga Bayar Tiang Monorel ke Adhi Karya
Headline

inilah.com
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan – Senin, 17 Februari 2014 | 18:25 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Proyek pembangunan moda transportasi massa monorel kembali mandek. Selain ada beberapa dokumen yang belum dilengkapi oleh PT Jakarta Monorail (PT JM), ternyata PT JM juga belum membayar 90 tiang milik PT Adhi Karya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membenarkan jika PT JM)selaku pengembang dan investor monorel belum membayar 90 tiang yang berada di sepanjang Jalan H Rasuna Said hingga Senayan di jalur hijau atau green line. Untuk itu, ia meminta PT JM segera membayar tiang monorel ke PT Adhi Karya senilai Rp193,662 miliar, agar pembangunan fisik monorel dapat dilanjutkan.

“Pembangunan fisik monorel ini terganjal banyak hal. Selain terganjal tiga dokumen yang belum diserahkan PT JM. Termasuk salah satunya, soal pembayaran tiang juga belum dilakukan PT JM,” kata pria yang akrab disapa Jokowi itu, di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (17/2/2014).

“Ya saya harap, PT JM segera menyelesaikan permasalahan ini. Segera membayarkan hutang piutangnya kepada PT Adhi Karya,” lanjutnya.

Sementara Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Sarwo Handayani mengatakan mengingat proyek tersebut sempat mangkrak selama tujuh tahun, diharapkan PT JM segera menyelesaikan kewajibannya dengan segera.

“Hutang tiang juga harus segera dibayarkan oleh mereka. Makanya kita panggil PT JM pekan ini. Kita mau desak mereka untuk segera selesaikan kewajibannya, yaitu tiga dokumen dan penyelesaian hutan ke PT Adhi Karya,” kata perempuan yang akrab disapa Yani ini.

Ia menegaskan, jika semua kelengkapan telah dipenuhi maka perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta dengan PT JM baru bisa dilakukan. “Masalah desain penataan ruang, stasiun dan stasiun, setelah itu baru bisa dibuat kerjasama,” ujarnya.[bay]

ATMI PERTIWI

 

+++++++++

Ini Penyebab Pembangunan Monorel Mandek Lagi
Headline

(Foto : inilah.com)
Oleh: Bayu Hermawan
metropolitan – Senin, 17 Februari 2014 | 16:00 WIB
B

INILAHCOM, Jakarta – Proyek pembangunan moda transportasi massa monorel kembali mandek. Penyebabnya karena PT Jakarta Monorail (JM) belum melengkapi tiga dokumen penting.

Tiga dokumen penting yang diminta oleh Pemprov DKI Jakarta kepada PT JM selaku investor dan pengembang monorel adalah dokumen financial crossing (pendanaan), dokumen kajian teknis dan dokumen legal aspek.

Seharusnya, PT JM telah diberikan batas waktu hingga awal tahun lalu untuk melengkapi ketiga dokumen tersebut. Namun hingga saat ini, ketiga dokumen tersebut belum juga mampu dilengkapi oleh PT JM.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan akibat belum adanya tiga dokumen itu, maka hingga saat ini perjanjian kerja sama (PKS) untuk melanjutkan pembangunan proyek monorel belum bisa ditandatangani. Dan bila PKS tidak ditandatangani, maka pembangunan fisik monorel tidak bisa dilakukan sama sekali.

“Sampai sekarang PKS antara Pemprov DKI dengan PT JM belum saya tandatangani. Kenapa belum ditandatangani, karena kita minta syaratnya sangat ketat banget. Ada tiga syarat yang kita minta, tapi belum juga dilengkapi. Kalau itu sudah diberikan, pasti saya tandatangani, kalau tidak, ya nggak lah,” ucapnya di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (17/2/2014).

Meski demikian, pria yang akrab disapa Jokowi itu tetap optimis proyek tersebut akan berjalan karena transportasi massal tersebut memang dibutuhkan warga Jakarta. Juga PT JM telah melakukan testing tanah untuk pembangunan fisik.

Ia juga mengatakan Pemprov DKI Jakarta sudah menanyakan langsung kepada PT JM mengenai kelanjutan proyek transportasi berbasis rel ini. Konsorsium tersebut menyatakan proyek tersebut tetap berjalan dan akan selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Mereka katakan ke kita, ya tetap jalan. Kan testing tanah sudah dilakukan, persiapan-persiapan seperti gambar stasiun sudah. Saya tidak mau bicara yang pesimis-pesimis, saya mau yang optimis saja,” jelasnya.[bay]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s