Home » Kualitas Transportasi Publik » Busway Gandeng (eks China) Berasap di Jalan Hayam Wuruk

Busway Gandeng (eks China) Berasap di Jalan Hayam Wuruk

Mau tunggu lagi sampai kapan ?? Bus gandeng eks China ini mirip dengan Mochin (motor bebek eks China) > Dipakai sebentar langsung jadi barang kiloan.. Nah bus gandeng baru tapi bekas ini mendingan dijadikan rumpon saja bersama dengan bus PPD yang sudah busuk.
 
Kenapa ya Jokowi yang dulu beli mobil Esemka ( sekarang gmn nasib itu mobil tidak jelas, setelah digadang gadang si Joko) biar dapat pencitraan Nasionalis dan cinta produk Indonesia, tapi sudah menjabat jadi orang no 1 DKI menjadi cinta produk China ?? 
Project pembelian bus gandeng semuanya eks China, dengan alasan perlu cepat (DADAKAN). Si Joko pikir buat bus seperti bikin sambel colek.. Ampyunnn dah
Nah sekarang yang datang bus gandeng rongsokan ! Si Joko hebatnya langsung menyalahkan anak buahnya yang notabene juga korup (peninggalan Foker dan Suti) mana ada yg tidak korup. Si Joko masih adem ayem aja seperti tanpa merasa malu..  Gimana dia jadi Presiden ya ??  saya takut kalau PDIP dan Joko menang jadi Presiden, Indonesia bakal digulung oleh produk China semua, mulai dari ketan sampe  pesawat terbang. Orang sepertinya sudah lupa bahwa PDIP dan GOLKAR adalah partai yang paling korup di Indonesia  !
 
 
 
 
Warga jakarta ya .. kau suruh naik sepedah saja , Joko ! 
 
 
Selasa, 18 Februari 2014 | 10:31 WIB

 

Busway Gandeng Berasap di Jalan Hayam Wuruk  

Peluncuran layanan Bus TransJakarta Koridor XI berlangsung di Jatinegara-Kantor Walikota Jakarta Timur, Rabu (28/12). Berbeda dengan koridor-koridor TransJakarta lainnya, Koridor XI yang berjarak 11,76 km dan dilayani 21 bus gandeng tersebut menyediakan fasilitas khusus pendukung untuk tuna netra. Ditargetkan koridor ini melayani 40.000 penumpang setiap hari. TEMPO/Tony Hartawan

 

TEMPO.CO, Jakarta -Sebuah Bus Transjakarta gandeng terlihat berasap di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Selasa pagi 18 Februari 2014.

Informasi dari akun twitter Polda @TMC menyebutkan Bus Transjakarta dengan nomor  TransJ B 7539 TGA terbakar di bagian mesin, di dpn SPBU Gajah mada arah harmoni sekitar pukul 9.40 WIB. (Baca: Busway Baru tapi Bekas Bahayakan Penumpang)

Kejadian terbakar bukan kali ini saja. Sebelumnya, Bus Transjakarta koridor IV jurusan Pulogadung-Dukuh Atas terbakar di Jalan Raya Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat siang, 24 Januari 2013. Api diduga berasal dari panasnya mesin radiator.

Menurut Pengamat transportasi Djoko Setijowarno, bus-bus Transjakarta yang rusak berbahaya bagi keselamatan penumpang. Dia mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk serius menelisik pengadaan bus ini. “Jangan sampai ada kejadian dulu baru turun serius,” kata Djoko, ketika dihubungi pada Senin, 10 Februari 2014. “Ini bisa berakibat fatal seperti bus terbakar.” (Baca: Busway Baru Jokowi dari Cina Barang Bekas?)

Sebab, menurut Djoko, kondisi bus tersebut sudah parah dan terkesan seperti tidak dirawat. Misalkan, kepala aki yang berkarat dan kabel yang mengelupas sehingga rawan ada hubungan arus pendek.

Jangka panjangnya, menurut  Setijowarno, masyarakat bisa semakin antipati menggunakan bus Transjakarta. Sebab, mereka khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Padahal, ini merupakan bagian dari pengadaan angkutan massal DKI Jakarta,” ujarnya. (baca: Jokowi Diminta Audit Busway ‘Baru tapi Bekas’)

Seperti diberitakan sebelumnya, bus-bus baru Transjakarta diketahui bermasalah. Penelusuran Tempo soal kondisi busway baru, fanbelt-nya mudah putus, AC sering mati atau bocor, mesin sering terlalu panas, beberapa bagian vital, seperti aki, turbo, dan radiator berkarat.

TMC| Tempo

 

++++

Pejabat Kemenperin: Kita Punya 2 Pabrik Bus, Jadi Buat Apa Impor?

Rista Rama Dhany – detikfinance
Senin, 25/11/2013 13:28 WIB
 
 
 
 
https://i2.wp.com/images.detik.com/content/2013/11/25/1036/buswaydalam.jpg
Jakarta -Pihak kementerian perindustrian (Kemenperin) menegaskan Indonesia sudah punya 2 pabrik produksi bus termasuk untuk keperluan angkutan busway. Namun kenyataanya banyak kebutuhan bus di dalam negeri masih dipasok dari impor.

Misalnya Pemerintah DKI Jakarta tahun depan akan menambah 1.000 unit bus untuk transJakarta (busway) yang sebagian besar dipasok dari impor. Bahkan pada Desember tahun ini saja akan datang 60 unit bus dari China.

“Kita itu punya 2 perusahaan pembuat bus, termasuk busway, kapasitas produksi kita bisa 300.000 unit bus dan truk per tahun,” kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi, dihubungi, Senin (25/11/2013).

Budi mengatakan 2 produsen bus tersebut diantaranya PT Industri Kereta Api (INKA) dengan produksi bus dengan nama Inobus, PT Asian Auto International yang memproduksi Bus Komodo.

“Industri bus dan truk Indonesia semakin berkembang pesat, apalagi produsen mendapatkan insentif dari pemerintah berupa penghapusan PPnBM 0%, makanya industri ini tumbuh bahkan kita sudah ada 1.000 pabrik karoseri (pembuat kerangka atau chasis mobil, bus dan truk),” ujarnya.

Budi mengungkapkan harus ada sikap tegas untuk mendukung produk dalam negeri, agar industri dalam negeri berkembang pesat, caranya dengan membeli dan memakai produk dalam negeri.

“Kita punya pabriknya disini, jadi buat apa impor, kalau alasannya karena produksi dalam negeri tidak cukup memenuhi kebutuhan, bukan masalahnya kita tidak bisa, cuma karena pesannya dadakan tentu tidak bisa, kalau bilangnya saya pesan 100 bus 6 bulan, industri kita tentu mempersiapkan segalanya, kalau pesannya dadakan ya siapa yang siap, kan harus siapkan dana investasinya, siapkan kerangka chasisnya, yang siap ya bus-bus impor yang tinggal masuk, ya itu kalau kita cinta produk dalam negeri ya,” katanya.

Seperti diketahui Pemerintah DKI Jakarta ingin menambah 1.000 unit bus untuk bus TransJakarta untuk menambah jumlah armada TransJakarta yang saat ini baru 310 unit.

 

(rrd/hen) 

 
+++++++++++++
 

MS Hidayat Mengaku Sempat Tawarkan Bus Lokal ke Jokowi

Rivki – detikfinance
Kamis, 27/02/2014 19:52 WIB
 
 
 
 
https://i1.wp.com/images.detik.com/content/2014/02/27/1036/195505_busway_gandengc.jpg
Jakarta -Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat mengaku sempat menawarkan produk bus lokal kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Ia berharap produk lokal menjadi prioritas pengadaan kendaraan bus di DKI Jakarta.

Masalah pengadaan bus impor merek Zong Tong asal China pada 2013 lalu sempat menjadi polemik. Beberapa produk mengalami kerusakan padahal kondisinya masih baru.

“Saya menawarkan, tapi dulu kalah tender, nggak tahu pakai PT apa, mudah-mudahan ini dia (Jokowi) teringat kembali,” katanya di Istana Negara, Kamis (27/2/2014)

Hidayat menegaskan, industri dalam negeri sudah bisa memasok bus dan produk mobil segmen komersial lainnya. Saat ini sudah ada produk-produk bus lokal seperti Inobus, Komodo dan lain-lain.

“Kalau commercial vehicle, truk bus, 95% itu dibuat di dalam negeri, perakitan, semua kendaraan dalam negeri ini kalau komersial, dibuat di dalam negeri,” katanya.

Indonesia sudah punya 2 pabrik produksi bus termasuk untuk keperluan angkutan busway. Dua produsen bus tersebut di antaranya PT Industri Kereta Api (INKA) dengan produksi bus dengan nama Inobus, PT Asian Auto International yang memproduksi Bus Komodo.

Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kemenperin, Budi Darmadi pernah mengatakan perlu sikap tegas untuk mendukung produk dalam negeri, agar industri dalam negeri berkembang pesat, caranya dengan membeli dan memakai produk dalam negeri. 

“Kalau alasannya karena produksi dalam negeri tidak cukup memenuhi kebutuhan, bukan masalahnya kita tidak bisa, cuma karena pesannya dadakan tentu tidak bisa, kalau bilangnya saya pesan 100 bus 6 bulan, industri kita tentu mempersiapkan segalanya, kalau pesannya dadakan ya siapa yang siap,” kata Budi beberapa waktu lalu.

 

(hen/dnl) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s