Home » KUALITAS BIROKRASI » Ahok Ternyata “Pernah” Minta Tender Bus Transjakarta Dihentikan

Ahok Ternyata “Pernah” Minta Tender Bus Transjakarta Dihentikan

Lha kenapa tidak dihentikan saja ??  Sekarang barang sudah datang  dan di approve oleh para birokrat pencoleng dari Dishub Pemprov DKI, mau diapakan ?

Diperbaiki seperti usul BPPT ?   Konyol sekali. ( peran BPPT disini juga sangat mencurigakan )

Terus masyarakat yang berharap dengan layanan transportasi yang baik dan nyaman harus tunggu lagi ??

Dokumen tender baru ente baca setelah ketahuan publik, Hok ??
Rabu, 19 Februari 2014 | 17:54 WIB

Ahok Ternyata Pernah Minta Tender Bus Transjakarta Dihentikan

Seorang petugas memperhatikan Bus Transjakarta jurusan Pinang Ranti-Pluit yang ditembak orang tidak dikenal di Polda Metro Jaya, Jakarta, (11/02). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pernah meminta penghentian proyek pengadaan bus Transjakarta buatan Cina. Dia beralasan ketika itu para pemenang tender tak bisa memenuhi tenggat pengadaan.

“Saat itu saya tanya ke Dinas Perhubungan soal keterlambatan ini,” kata Ahok–sapaan akrab Basuki–di Balai Kota, Rabu, 19 Februari 2014. Ahok menemui Dinas Perhubungan pada Desember 2013, sedangkan tender sudah selesai sejak akhir Juli.

Menurut Ahok, Dinas Perhubungan berpendapat masih ada masa tenggang keterlambatan selama 50 hari, sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang dan Jasa. Ahok mengungkapkan celah inilah yang diduga dimanfaatkan Dinas. “Makanya saya akan meminta tafsir dari Lembaga Pengawas Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) soal tafsir keterlambatan ini,” ujar mantan Bupati Belitung Timur ini.

Ahok berpendapat pembelian bus tidak bisa disamakan dengan konstruksi. “Kalau itu proyek bangun jembatan atau gedung tidak masalah telat 50 hari, tapi ini bus, bukan konstruksi,” kata Ahok. Ini juga yang menjadi alasan Ahok tidak mau melunasi pembayaran ratusan bus asal Cina tersebut. (Baca: Tidak Dilindungi, Busway Pasti Karatan)

Setelah ada tafsir dari LKPP, Ahok ingin Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan melakukan audit.  Dengan begitu, pemerintah DKI bisa mengetahui jumlah kerugiannya atas proyek ini. (Baca: Ahok : Maunya Standar Internasional, Nyatanya..)

SYAILENDRA

+++++++++++++++

Rabu, 19 Februari 2014 | 17:35 WIB

Geram Ahok Soal Busway: Bus Rp 1 M Ditulis Rp 3 M

Geram Ahok Soal Busway: Bus Rp 1 M Ditulis Rp 3 M   

Sejumlah Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang dirusak saat diamankan di Polsek Penjaringan, Jakarta, (11/2). 4 BKTB dirusak oleh sejumlah supir yang menolak atas diberlakukannya trayek yang melewati jalur angkot KWK U11 dan KWK 01. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku sudah membaca laporan Inspektorat Jenderal Provinsi DKI. Hasil pengendusan ditemukan sejumlah indikasi kecurangan dalam proses lelang pengadaan bus TransJakarta gandeng, juga Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB).

“Saya sudah terima laporan. Ada kecurangan dalam pengadaan bus TransJakarta dan BKTB. Kecurangan itu pada proses lelang,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Februari 2014. (Baca: Hari Ini, Inspektorat Lapor soal Busway ke Jokowi)

Menurut Ahok,  dari dokumen lelang itu ditemukan ada penggelembungan luar biasa pada harga. Pemenang tender pun juga sudah ditentukan. “Kecurangan itu, misalnya, harga bus yang harga aslinya di Cina sebesar Rp 1 miliar tapi dalam dokumen malah ditulis Rp 3 miliar,” kata Ahok. Selain itu, kata Ahok, pemenang tender juga sudah ditentukan. “Ini kan curang namanya.” (Baca: BPPT: Vendor Wajib Ganti Komponen Bus TransJakarta)

Karena itu, Ahok menduga ada sejumlah pihak terlibat dalam kasus pengadaan itu. Sebagai pemegang kuasa anggaran sekaligus panitia lelang, Dinas Perhubungan Jakarta diminta bertanggung jawab. “Mereka yang pegang anggaran, mereka juga panitia lelangnya TransJakarta dan BKTB,” kata Ahok.

Ahok menegaskan bahwa untuk mengetahui kecurangan-kecurangan yang terjadi secara lebih rinci, dia meminta Inspektorat Provinsi DKI turut melibatkan BPKP DKI Jakarta. “Perlu ahli audit keuangan, terutama penyelenggaraan proyek,” ujarnya. “Sekarang kan kita sudah bisa melihat mark up anggaran,” Ahok menambahkan. (Baca: BPKP Minta Dilibatkan Proses Tender Busway Karatan)

Sebanyak lima unit bus gandeng TransJakarta dan sepuluh unit bus BKTB impor dari Cina ditemukan dalam keadaan berkarat. Sebelumnya diduga penyebab karatan itu karena penggunaan suku cadang bekas atau rekondisi tapi dinyatakan dengan harga suku cadang baru.

Sebetulnya beberapa merek ternama dan sudah teruji dari Eropa juga mengajukan diri turut dalam lelang pengadaan bus TransJakarta itu dengan harga wajar. Informasi menyebutkan harga satu unit bus gandeng benar-benar baru merek Eropa berada pada kisaran Rp 3 miliar termasuk ongkos kirim.

AW | ANT

 

++++++++++++++

DKI JAKARTA Baru 50% Bus Trans-Jakarta Siap Pakai

sumber :
http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2014/02/19/ArticleHtmls/DKI-JAKARTA-Baru-50-Bus-Trans-Jakarta-Siap-19022014008006.shtml?Mode=1#

Bus yang sudah sempurna baru 50%, sisanya belum boleh beroperasi. Meski
hanya ada kerusakan kecil, kalau dampaknya bisa membahayakan di jalan,
belum diizinkan beroperasi.

HINGGA saat ini hanya sekitar 50% dari 170 bus baru TransJakarta yang
sempurna dan siap dioperasikan. Sisanya masih dalam perbaikan beberapa
komponen yang rusak.
Direktur Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi Badan
Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Prawoto mengatakan pengadaan
bus Trans-Jakarta dan bus sedang terdiri dari 14 paket. Enam paket di
antaranya di bawah pengawasan BPPT, yaitu sekitar 170 unit.

“Yang sudah sempurna baru 50%, sisanya belum boleh jalan. Meski hanya
ada kerusakan kecil, kalau dampaknya bisa membahayakan di jalan, belum
kita beri izin,” kata Prawoto di BPPT, Jakarta, kemarin.

Menurutnya, bus TransJakarta harus melewati dua tahap pengujian sebelum
diizinkan beroperasi, yakni uji fungsi dan uji tipe. Bus dinyatakan
sempurna jika lulus dua pengujian. “Misalnya sensor pintu tidak
berfungsi dengan baik, tetap kami larang beroperasi dan harus
diperbaiki,” ujarnya.

Selain itu, masih ada masa perawatan satu tahun atau 100 kilometer yang
dibebankan kepada vendor. Hingga saat ini, menurut Prawoto, pihaknya
bersama Dinas Perhubungan DKI tengah melakukan evaluasi menyeluruh
terhadap bus-bus yang baru didatangkan dari China tersebut. “Rekomendasi
sementara memang masih terdapat bus yang belum selesai dan kualitas
pekerjaan kurang baik,” ujarnya.

Dalam pengadaan armada angkutan massal itu, BPPT juga berperan saat
perenca naan spesifikasi teknis bus articulated, singel, dan medium.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, beberapa spesifikasi bus diubah
berdasarkan Peraturan Pemerintah No 55/2012 tentang Dasar Penentuan
Spesifikasi dan Performance Kendaraan.
Spesifikasi diubah Spesifikasi yang diubah di antaranya beban bus dari
semula 31 ton menjadi 26 ton.
Selain itu, tipe tabung gas untuk bahan bakar diubah dari semula tipe
dua menjadi tipe empat. “Tabung yang digunakan sekarang lebih bagus dan
lebih ringan. Nantinya BBG bisa digunakan dari pagi sampai malam
sehingga bus tidak perlu mengisi BBG saat melayani penumpang seperti
saat ini,” ungkapnya.

Mengenai harga bus yang dinilai terlalu mahal, menurut Prawoto, harga
penawaran sementara (HPS) sudah sesuai dengan aturan, yaitu berdasarkan
daftar harga pabrikan, biaya kontrak sebelumnya, dan laju inflasi
sebelumnya.
Daftar harga yang dikeluarkan pabrikan diperoleh dari Inobus (PT Inka),
Scania (Eropa), Yutong (China), Zhongtong (China), Ankai (China), dan
Hino (Jepang).

Selain itu, lanjut Prawoto, penilaian bahwa harga bus terlalu mahal
harus dibandingkan dengan spesifikasi serupa. (Ssr/Nda/J-4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s