Home » Jakarta Pedestrian » Geng Bermotor Teror Ibu Kota

Geng Bermotor Teror Ibu Kota

Polisi Tetapkan 11 Orang Jadi Tersangka

JAKARTA, KOMPAS Aksi kriminal yang dilakukan anggota geng bermotor kian meresahkan warga. Mereka melakukan teror di beberapa wilayah di timur Jakarta. Selain menyerbu tempat usaha, menyerang warga secara membabi buta dengan senjata tajam dan menyiramkan air keras, mereka juga merampas sepeda motor warga. Aksi brutal terakhir yang dilakukan anggota geng itu terjadi di Jatiwarna, Pondok Melati, Kota Bekasi. Para remaja yang beranggotakan puluhan orang ini mempersenjatai diri dengan celurit pendek ataupun panjang dan botol berisi air keras yang mereka beli di daerah Ciracas, Jakarta Timur.Sebelum beraksi, mereka diduga terlebih dahulu mengonsumsi minuman beralkohol. Akibat aksi mereka, satu warung internet di Pasar Kecapi ubrak-abrik. Mereka juga menusuk, membacok, dan menyiramkan air keras kepada warga yang mencoba melawan atau mempertahankan harta benda mereka.

”Penyerangan oleh sekelompok orang bermotor terjadi pada Minggu (16/2). Mereka mengacak-acak warnet, tetapi dilawan oleh penjaga dan pengunjung. Pelaku lalu mengeluarkan celurit yang disabetkan ke pengunjung dan penjaga warnet,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Rabu (19/2).

Setelah itu, para pelaku yang diketahui dari kelompok geng bernama Tengky Boys merampas telepon seluler milik pengunjung warnet. Satu korban bernama Yono mereka tusuk punggungnya karena berusaha mempertahankan telepon genggam.

Setelah mengacak-acak warnet, mereka kabur. Namun, teror kelompok ini tidak lantas berhenti. Di salah satu ruas jalan, mereka menghentikan seorang pengendara sepeda motor bernama Kusnadi alias Daming. Korban lantas ditendang hingga jatuh. Kusnadi yang mencoba melawan disiram dengan air keras pada bagian muka sebelah kiri, selain juga dibacok dengan senjata tajam pada punggung kirinya.

Aksi brutal gerombolan ini masih berlanjut. Dari Perumahan Akasia, mereka bergerak menuju Jalan Raya Pasar Kecapi. Di depan SD Negeri 1 Jatiwarna, Jalan Raya Pasar Kecapi, mereka kembali memberhentikan dan merampas sepeda motor Yamaha Mio yang dikendarai Arif Febrian. Korban pasrah sehingga terhindar dari amuk mereka.

Sementara itu, seorang warga, Kristanto, yang tengah melintas juga dihadang dan diminta motornya. Nasib Kristanto mujur, motor selamat, dan hanya mengalami luka ringan.

Berawal dari kumpul Kepala Kepolisian Sektor Pondok Gede, Bekasi, Komisaris Muhammad Kunto Wibisono, dalam jumpa pers Rabu malam, mengungkapkan, kejadian itu bermula dari kumpul-kumpul para remaja dan pemuda Tengky Boys di Perumahan Akasia, Ciracas, Jaktim, Sabtu malam hingga Minggu (15-16/2) pagi. Mereka ada yang berasal dari Duren Sawit dan Ciracas di Jaktim, serta Pondok Melati di Kota Bekasi.

Mereka berjumlah sekitar 30 orang dan diduga mengonsumsi minuman beralkohol sebelum beraksi. Akibat peristiwa itu, warga Jatiwarna resah, berkumpul, dan mempersenjatai diri dari serangan geng Tengky Boys. Informasi dari sejumlah warga, gerombolan remaja dan pemuda itu pernah mengumumkan diri sebagai geng dengan nama Amerika. ”Yang benar Tengky Boys,” kata Kunto.

Dari hasil penyidikan, polisi akhirnya menetapkan 11 tersangka dari kelompok ini. Mereka masing-masing berinisial RKA (19) yang berperan sebagai pembacok salah satu korban. Berikutnya adalah GI (27), berperan sebagai pembeli air keras; NUR (19), berperan sebagai penyiram air keras; REN (20), berperan membawa motor Mio dan Blackberry Gemini rampasan; FAJ (16), berperan sebagai membawa motor rampasan dan telepon genggam Nokia.

Tersangka berikutnya berinisial TAR (14), berperan sebagai pembawa senjata tajam; RM (18) membawa katana; VDN (16), membawa bambu dan melakukan pemukulan; FAD (16), membawa bambu dan melakukan pemukulan; ILH (16), membawa samurai; dan MOH (14), membawa celurit.

Polisi mengamankan barang bukti berupa satu celurit, pedang, satu botol berisi air keras, dan enam telepon genggam milik pelaku.

Salah satu tersangka yang ditemui, FAD, mengatakan menyesal terlibat dalam tindak pidana. Ia mengakui anggota Tengky Boys kumpul-kumpul, menenggak minuman beralkohol, mabuk, dan melakukan kejahatan.

Banyak kelompokTerkait perilaku kelompok-kelompok bermotor, Rikwanto mengatakan, dewasa ini banyak kelompok atau komunitas motor tersebar di Ibu Kota dan sekitarnya. Tidak semuanya berperilaku menyimpang atau melanggar hukum. Namun, memang ada kelompok bermotor yang melakukan kejahatan atau mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Menurut dia, hampir di semua wilayah hukum polda, ada kelompok bermotor yang berperilaku melanggar aturan atau hukum. Namun, keberadaan mereka timbul tenggelam, seiring dinamika kecenderungan perilaku kaum muda dan juga penindakan yang dilakukan kepolisian.

”Biasanya, ada satu kelompok yang berulah, dibalas kelompok lain. Kepolisian sendiri melakukan patroli atau razia di lokasi-lokasi yang rawan timbul kelompok-kelompok bermotor yang berulah, atau melanggar hukum, untuk mengatasi atau menekan perkembangan mereka,” tutur Rikwanto.

Dihubungi terpisah, sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet, mengatakan, fenomena geng motor adalah fenomena umum di banyak negara. Hanya di Indonesia kemunculannya pertama-tama dipicu oleh sistem transportasi yang tidak beres. Dominasi kapitalisasi industri otomotif menyebabkan warga terindividualisasi.

Seharusnya, sistem transportasi yang benar bersifat massal sehingga relasi sosial warga terjaga. Karena longgarnya hukum, kondisi itu memungkinkan kelompok tertentu memobilisasi geng-geng motor untuk isu-isu yang secara insinuatif terkait dengan ide-ide politik tertentu, seperti pemilu. (BRO/RTS/JOS/RAY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s