Home » Kualitas Transportasi Publik » Ditilang, Sopir Tanpa SIM dan KIR/PKB

Ditilang, Sopir Tanpa SIM dan KIR/PKB

Deuh urusan Transjakarta dan  “buschin” butut belum beres DKI 1, malah kabur mencalonkan diri jadi presiden.. Edan !

BUS TRANSJAKARTA

JAKARTA, KOMPAS — Pelayanan bus transjakarta semakin buruk. Tidak hanya busnya yang belakangan kerap berasap dan terbakar mesinnya, awak bus juga tak tertib lalu lintas.Pada Jumat (14/3) sore, bus gandeng transjakarta Koridor V Jurusan Kampung Melayu-Tanjung Priok, dengan nomor bus TJ 0056, menerobos lampu merah di perempatan Rawamangun, Jakarta Timur, arah Jalan Pemuda ke Jalan Pramuka. Bus itu baru keluar dari stasiun pengisian bahan bakar gas di Pulogadung dan akan kembali ke koridor sehingga kosong dari penumpang.

Bus yang dikemudikan Miskat (44) itu menerobos saat lampu pengatur lalu lintas menyala merah, ketika tiga ruas jalan lainnya di perempatan itu padat kendaraan. Tak ayal, ulah sopir transjakarta itu menyebabkan kemacetan di ruas utama Jalan Pemuda dan dua jalan yang bersimpangan, yakni Jalan Paus dan Jalan Kayu Putih.

Karena menimbulkan kemacetan parah, anggota kepolisian yang bertugas menilang sopir bus tersebut. Namun, ketika ditilang, Miskat tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK, dan surat pengujian kendaraan bermotor (PKB atau KIR).

Bahkan, Miskat acuh saat ditanya polisi tentang alasannya tidak membawa SIM. Kepada petugas, dia hanya mengaku SIM miliknya sedang digadaikan karena sudah dua bulan belum digaji.

Kepala Unit Lalu Lintas Pulogadung Ajun Komisaris Subiyantoro mengatakan, kondisi mental Miskat sangat buruk saat dimintai keterangan. Padahal, saat itu dia sedang bertugas mengemudikan bus transjakarta.

”Si sopir itu temperamen sekali. Saat ditanya mana SIM-nya, dia malah bicara dengan nada tinggi. Dia hanya mengaku bahwa dia tak membawa SIM,” tutur Subiyantoro.

Bahkan, menurut Subiyantoro, Miskat juga terus berceloteh dengan nada kesal bahwa dia tak punya uang sehingga belum bisa makan siang. ”Karena sopir emosi tinggi, saya kasih dia Rp 50.000 untuk beli makan,” kata Subiyantoro.

Kejadian ini, menurut Subiyantoro, harus diperhatikan Unit Pengelola (UP) Transjakarta supaya tak terulang lagi. Sebab, bus transjakarta mengangkut penumpang dalam jumlah banyak sehingga dibutuhkan sopir dengan kondisi psikologi baik.

Ketika dikonfirmasi, Sri Ulina Pinem dari Humas UP Transjakarta menyampaikan bahwa pihaknya akan mengonfirmasi penilangan itu kepada Miskat. Namun, sesuai standar peraturan yang diterapkan UP Transjakarta, setiap sopir harus melengkapi diri dengan SIM. Demikian pula STNK dan surat PKB/KIR juga ada di setiap bus.

Namun, dari informasi sementara ini, kata Ulina, Miskat tak memberikan SIM B2 Umum miliknya karena takut kepada polisi sehingga mengaku SIM itu digadaikan.

”Pramudi (sopir) ini sudah menerima uang makan per hari Rp 25.000. Gajinya juga ditransfer lewat bank,” kata Ulina.

Akibat penilangan itu, Subiyantoro melarang bus yang dikemudikan Miskat beroperasi. Bus itu langsung ditarik ke pul bus transjakarta di Kantor UP Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur.

Menurut anggota Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia, Rudy Thehamiharja, sopir bus transjakarta harus tetap diperlakukan sama dengan pengemudi lainnya di jalan. Jika melanggar lalu lintas, bus itu harus ditahan.

”Ini sebagai pelajaran bagi pramudi agar mengemudikan bus dengan hati-hati. Sebab, penumpang yang diangkut tak sedikit,” kata dia.

Ulah sopir bus transjakarta yang menerobos lampu merah, berdasarkan pengamatan Kompas, bukan sekali ini terjadi. Pengemudi angkutan massal itu juga kerap abai terhadap lampu lalu lintas. Saat lampu kuning berganti menjadi lampu merah, tidak sedikit pengemudi bus yang tetap melintas sehingga rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Perbuatan tidak tertib lalu lintas itu juga terjadi kemarin sore ketika Kompas berada di salah satu bus transjakarta dari arah Blok M menuju Kota. Di lampu lalu lintas menjelang Bundaran Senayan, sopir bus transjakarta memacu kendaraannya saat lampu menyala kuning. Sore itu, kendaraan yang melintas cukup padat. Untungnya, aksi sopir bus itu tidak sampai memacetkan lalu lintas. (MDN/MAM)

KOMENTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s