Home » Sampah Jakarta » Basuki Tak Mau Lagi Dicurangi Pengelola Sampah Swasta

Basuki Tak Mau Lagi Dicurangi Pengelola Sampah Swasta

Maju terus Hok. PT Godang Tua Jaya memang bajingan, tapi bajingan ini menyetor banyak untuk pejabat dilingkungan DKI. Jadi tidak mengherankan  perusahaan brengsek ini bisa beroperasi puluhan tahun.

Selasa, 11 Maret 2014 | 11:51 WIB
KOMPAS.com/SONYA SUSWANTIIlustrasi: Sampah menumpuk di tengah Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2013). Sampah ini menumpuk karena truk sampah tidak datang tepat waktu akibat terjebak kemacetan di Bantar Gebang, Bekasi.
JAKARTA, KOMPAS.com — Cukup sudah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dicurangi oleh pengelola sampah dari swasta yang mengangkut sampah warga seenaknya. Kini Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memberi syarat jika pengelola sampah swasta masih ingin bekerja sama.

Basuki mengatakan, sistem sewa truk per jam yang diterapkan pihak swasta saat ini diubah tidak menguntungkan. Makanya, dia ingin sistem pengangkutannya diubah menjadi perjalanan pergi pulang (rit). Sistem tersebut mulai diterapkan pada April 2014.

“Alasannya karena kita masih terikat aturan sewa mobil per delapan jam, padahal mereka baru ngangkut satu rit. Saya bilang ubah saja, mana bisa pakai jam, pakai rit saja biar lebih simpel. Jadi per rit bayar berapa, tinggal dihitung saja nantinya,” kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok ini, sistem sewa truk per jam kerap dimanfaatkan truk pengangkut untuk tidak mengangkut sampah dengan alasan jam operasional telah habis. Akibatnya, sampah masih menumpuk di berbagai tempat.

Dia mengaku heran mengapa sistem yang merugikan tersebut masih saja diterapkan. Ia mencurigai ada kesengajaan dari oknum-oknum Dinas Kebersihan untuk kepentingan pribadi.

“Ada kesengajaan pembiaran sistem lama yang bikin kerja jadi lama. Jadi lucu, ada truk karena sudah kerja sekian jam dan sudahngangkut penuh sampah, lalu pergi, tapi tidak balik lagi. Padahal, sampah masih numpuk,” ucapnya.

Basuki mengaku tidak takut apabila ada gugatan dari para pengusaha sampah yang merasa keberatan dengan sistem tersebut. Ia menegaskan, sistem kerja sama dengan rit yang ditawarkan sudah merupakan harga mati.

“Itu hak mereka (untuk menggugat), terserah sajalah, gugat saja. Kita tidak mau kontraknya pakai ton dan pakai jam, kita inginnya pakai rit,” tukasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s