Home » keamanan » Pasar Tanah Abang Kembali Dikuasai Preman

Pasar Tanah Abang Kembali Dikuasai Preman

Gimana nih Jok & Hok  ??
Pasar Tanah Abang Kembali Dikuasai Preman 
Helmi Syarif 
Minggu, 25 Mei 2014 − 23:19 WIB 
Pasar Tanah Abang Kembali Dikuasai Preman 
Ilustrasi Pasar Tanah Abang. (Foto:radiodangdutindonesia) 
JAKARTA – Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat kembali dikuasai preman. 
Hal tersebut terlihat dengan maraknya kembali pedagang kaki lima serta 
parkir liar. 

Dari pantauan di lokasi tersebut, tidak hanya parkir liar yang dikuasi 
namun seperti u turn dan penempatan pedagang kaki lima sampai pangkalan 
ojek sudah kembali dikuasai para preman. 

Bahkan, di depan Pasar Blok A yang sebelumnya tidak terlihat parkir liar 
dan pedagang kaki lima saat ini sudah kembali padat sehingga membuat 
akses di jalan Tanah Abang kembali macet. 

Menurut salah satu pedagang kaki lima Ahmad, dirinya harus membayar 
Rp20.000 supaya bisa berjualan di depan Pasar Blok A. 

“Saya bayarnya sama koordinatornya, nanti dia yang setor ke atasannya 
lagi,” kata pedagang anggur tersebut. Sebenarnya, dia mengaku takut 
untuk bisa berjualan di depan pintu masuk Pasar Blok A. 

Tetapi, setelah dipastikan aman dengan menyetor sejumlah uang maka dia 
bersama enam pedagang lainnya tidak pernah diusir atau ditangkap. 

Ahmad menjelaskan, uang Rp20.000 tersebut sepengetahuannya akan 
dibagi-bagi untuk petugas keamanan atau satpam, satpol PP, dan petugas 
lainnya. 

“Jadi kita dagangnya aman, soalnya semuanya dapat jatah,” ujarnya. 
Selama berjualan di depan Pintu Blok A dia mengaku omsetnya juga lumayan. 

Menurutnya, satu hari dia mendapatkan sekitar Rp800.000 sebelumnya 
dengan berjualan keliling dia hanya mendapatkan Rp200.000 perharinya. 

Sementara, Omen salah satu penjaga parkir sepeda motor didepan mini 
market di kawasan Tanah Abang mengaku harus menyetor sebanyak Rp150.000 
perhari kepada seorang petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan. 

“Saya setor setiap hari, jadi parkiran tidak lagi diganggu,” tegasnya. 
Padahal, sebagian sepeda motor yang parkir tersebut menggunakan trotoar 
dan bahu jalan sehingga membahayakan bagi pejalan kaki. 

Dia menjelaskan, razia dan pembersihan yang dilakukan oleh pemprov DKI 
beberapa bulan lalu tidak banyak berpengaruh. 

“Dijaganya cuma tiga bulan doang, selesai itu kita balik lagi ke jalan 
dan beberapa petugas juga minta jatah,” jelasnya. 

Dia tidak mengetahui kemana saja setoran yang diberikan oleh dirinya dan 
beberapa tukang parkir lainnya. 

Menurutnya, ada sebanyak 15 titik parkir motor tidak resmi yang berada 
di kawasan Tanah Abang dan semuanya setoran ke oknum petugas. 

Selain parkir liar dan pedagang kaki lima, terlihat juga beberapa truk 
ekspedisi yang menurunkan barang dan melakukan operasi bongkar muat di 
sekitar jalan Tanah Abang. 

Padahal, ada rambu yang menuliskan larangan bongkar muat mulai dari 
pukul 06.00-20.00 WIB. 

Amin petugas porter atau bongkar muat mengakui sejak tidak adanya 
petugas bongkar muat sudah tidak dilakukan sesuai rambu. “Waktu bulan 
lalu ada razia, sekarang sudah tidak ada lagi,” timpalnya. 

Bongkar muat dilakukan pada malam hari menurutnya tidak efektif karena 
pesanan barang banyaknya siang. 

“Kalau malam itu cuma diangkut aja, pengirimannya tetap pagi dan siang,” 
tuturnya. Selain itu, penghasilan pada saat siang juga lebih banyak dari 
pada malam. 
http://metro.sindonews.com/read/2014/05/25/31/867125/pasar-tanah-abang-kembali-dikuasai-preman

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s