Home » Kualitas Transportasi Publik » Kesan Penumpang Bus Transjakarta Malam Hari

Kesan Penumpang Bus Transjakarta Malam Hari

SENIN, 09 JUNI 2014 | 13:17 WIB

Kesan Penumpang Bus Transjakarta Malam Hari
Petugas Kepolisian mengamankan lokasi terbakarnya bus Transjakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/11). TEMPO/Subekti
TEMPO.CO, Jakarta – Sudah hampir sepekan bus Transjakarta angkutan malam hari (Amari) beroperasi. Transjakarta menyediakan total 20 bus single untuk angkutan malam hari yang tersebar di koridor I, III, dan IIX. Setiap koridor memperoleh tiga bus dan dua bus untuk cadangan.

Tempo menjajal Bus Transjakarta angkutan malam hari dari halte Blok M, Rabu, 4 Juni 2014. Suasana di halte Blok M pukul 22.00 WIB terlihat sepi. Hanya ada tiga orang laki-laki pengguna Transjakarta antre membeli tiket. Sedangkan untuk petugas yang bekerja ada tiga orang. Dua petugas tiket, Saputra Wahyudi, 30 tahun, dan Ade Rizki Maulana, 22 tahun, dan seorang lagi petugas yang berjaga di gerbang masuk, Fikri, 34 tahun. “Ada satu lagi petugas pengendali bus yang bertugas untuk mencatat kilometer bus,” kata Saputra saat ditemui di halte Blok M, Rabu, 4 Juni 2014.
Saputra dan petugas Amari lain datang setengah jam sebelum bertugas pukul 22.00 WIB. Tiga bus Amari sudah bersiap untuk mengangkut penumpang yang dijadwalkan pada pukul 22.15 WIB. Jeda bus Amari yang beroperasi antara pukul 22.00-24.00 WIB adalah 15 menit, sedangkan antara pukul 24.00-05.00 WIB jeda waktunya 30 menit.

Penumpang Amari yang naik dari halte Blok M sebanyak tujuh orang. Empat laki-laki dan tiga perempuan. Nampaknya, penumpang bus Transjakarta sangat terbantu dengan adanya Amari. Terbukti dari jumlah penumpang yang naik dari halte Bundaran Senayan sebanyak 20 orang. Mayoritas penumpang bus Amari sendiri adalah laki-laki. “Sangat membantu kalau lagi lembur jadi enggak perlu bayar mahal naik taksi,” kata Rifan, 32 tahun, pegawai swasta saat ditemui di Amari, 4 Juni 2014.
Penumpang bus Transjakarta antara pukul 22.00-23.00 WIB berjumlah sekitar 120-130 orang. Sedangkan untuk operasional Amari pukul 22.00-05.00 WIB sekitar 100-150 penumpang. Soal keamanan Amari, Saputra mengatakan tidak jauh berbeda dengan jam reguler. “Sama saja, ada CCTV juga,” katanya.

Tempo kembali menjajal angkutan Amari pada Senin dinihari, 9 Juni 2014. Masuk halte Transjakarta di jalur dua pukul 03.00 dinihari. Bus yang sudah siap, tak lama berhenti dan langsung berangkat menuju arah Kota. Saat itu, selain sopir bus juga ada dua kondektur yg menemani satu-satunya penumpang dinihari. Interior busnya bagus, bersih, tidak ada tempelan stiker, tapi masih terlihat bus itu hasil rekondisi dari bus lama, dari armada generasi pertama Transjakarta Koridor 1 Blok M-Kota. Jok kursinya masih empuk.

Sampai halte Benhil, Tempo berpindah jurusan ke arah Cawang UKI melalui halte Semanggi. Butuh hampir delapan menit berjalan santai melewati jembatan penghubung yang panjangnya kurang-lebih seputaran lapangan bola. Meski sepi karena masih dinihari dan tak ada petugas, namun lampu di atap jembatan penghubung terang.

Dari halte Semanggi, menunggu bus Transjakarta jurusan Pluit-Pinang Ranti sekitar setengah jam. Bus melaju kencang, meski berguncang-guncang. Ada empat penumpang lainnya tetap tertidur pulas. Bus hanya berhenti di halte tertentu yang bertuliskan halte Amari saja.

DEVY ERNIS| AJI BON YULIARTO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s