Home » Jakarta Pedestrian » Pengusaha: Hong Kong Punya 200 Mal, Jakarta Baru 75

Pengusaha: Hong Kong Punya 200 Mal, Jakarta Baru 75

coba ya yang sudah bangun mall sampai 75 apakah sudah membangun fasum dan fasos ?? Sampai sekarang bangunan mewah mall itu tidak menyediakan sarana buat PKL dan pedestrian.. Mereka hanya membangun pedestrian di depan bangunannya.
Mungkin para pembangun Mall ini diajak juga membangun fasilatas transportasi publik, agar para pengunjung mall tidak menggunakan kendaraan pribadi. Belajarlah di Bangkok

++++

Zulfi Suhendra – detikfinance
Rabu, 11/06/2014 19:36 WIB


Jakarta -Mal-mal yang berdiri tegap di Jakarta mulai dari kelas menengah ke bawah, menengah, hingga kelas atas atau hi-end jumlahnya sudah cukup banyak yaitu 75 unit. Namun jumlah itu masih dirasa kurang. Jakarta dinilai masih butuh pembangunan mal lagi.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa menceritakan, di Hong Kong, dengan luas daerah kota yang tak begitu besar dibanding Jakarta, jumlah malnya mencapai 200 unit.

“Kemarin saya ke Hong Kong. Saya komunikasi, ditanya di Jakarta berapa mal? Saya jawab 75. Dia bilang di kita hampir 200. Kita masih kurang dibanding Hong Kong,” kata Handaka ditemui di Plaza Semanggi, Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Dikatakan Handaka, meski masih kekurangan mal, saat ini belum ada lagi pengusaha atau pengembang yang akan membangun mal baru di Jakarta. Bukan karena moratorium atau aturan yang membatasi, tetapi karena pasarnya belum bergairah seperti biasa.

“Moratorium itu ada aturannya tidak? Ada SK-nya tidak? Jadi pengusaha itu nggak usah diajarin pembatasan, dia bakal batasi sendiri,” tegasnya.

Kalaupun ada pembangunan, lanjut Handaka, dalam beberapa tahun ke depan pembangunan akan lebih banyak untuk segmen trade center atau pusat belanja kelas menengah dan menengah ke bawah. Mal hi-end menurutnya sudah cukup banyak saingan di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang ini.

“Trade center atau strata title sedang mengejar, ini mulai naik. Kalau lihat mal semuanya penuh. Kalau high-end sudah nggak laku, kecuali nanti mungkin 5 tahun ke depan, tergantung pertumbuhan ekonomi kita,” paparnya.

(zul/hds)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s