Home » KUALITAS BIROKRASI » Dipecat Ahok dari Kadis PU, Ini “Dosa” Manggas Rudy

Dipecat Ahok dari Kadis PU, Ini “Dosa” Manggas Rudy

Jumat, 31 Oktober 2014 | 16:14 WIB
KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Manggas Rudy Siahaan meninjau proyek perbaikan gorong-gorong di Jalan Rawa Domba, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (24/2/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memecat Manggas Rudy Siahaan dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Basuki pun memiliki alasan mengapa ia mencopot jabatan Manggas hingga menjadikannya sebagai staf. 

“Banyak sekali (kesalahannya),” kata Basuki, di Balaikota, Jumat (31/10/2014). 

Pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku tak habis pikir mengapa Manggas menolak pembayaran penagihan proyek Jakarta Emergency Dredging Initiatives (JEDI) tahap ketiga kepada pihak ketiga, PT Brantas Adipraya. Manggas yang memiliki wewenang penuh untuk menandatangani proyek pengerukan 13 sungai itu justru mengalihkan wewenang kepada Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PU DKI. Akibat penolakannya itu, pihak ketiga merugi hingga Rp 100 miliar dan pengerjaan proyek JEDI terhambat. 

“Kepala (Dinas PU) enggak mau tanda tangan, makanya kami ganti biar (kepala dinas) baru lebih cepat bergerak,” kata Basuki. 

Kemudian, dalam hal penanggulangan banjir, Dinas PU di bawah kepemimpinan Manggas lamban dalam bekerja. Basuki sudah menginstruksikan Dinas PU DKI untuk membangun sheetpile atau dinding turap sepanjang 300 meter di Kali Angke. Namun, hingga setahun, instruksi Basuki tidak diindahkan oleh Dinas PU DKI. 

“Jadi, memang konyol saja itu (Dinas PU). Alasan mereka terhambat tender, padahal sudah ada e-katalog, lucu enggak tuh,” kata Basuki. 

Selain itu, Manggas dianggap gagal dalam perwujudan jalan Jakarta bebas lubang atau “zero hole“. Sejak dilantik Februari 2013 lalu, Manggas menargetkan “Jakarta Zero Hole” selesai hingga Desember 2013. Nyatanya, banyak jalan raya di Jakarta yang masih berlubang dan rusak. Hal ini diperparah dengan banyaknya korban jiwa akibat jalan rusak tersebut. 

“Selama ini, kalau ada laporan ada lubang di jalan, berarti Satgas Jalannya enggak bekerja. Begitu banyak korban mati di jalan. Saya enggak mau lagi dengar ada petugas yang bilang, ‘jalan ini bukan tanggung jawab kami’, konyol banget. Saya ingin tidak ada lagi laporan jalan rusak tahun depan. Semua jalan harus mulus, tidak ada toleransi,” ujar Basuki. 

Jabatan Kepala Dinas PU kini diisi oleh Agus Priyono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas PU DKI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s