Home » SOAL BANJIR » Banjir di Jakarta Masih Akan Berulang

Banjir di Jakarta Masih Akan Berulang

SENIN, 10 NOVEMBER 2014

kompas logo

RISIKO BENCANA

0 KOMENTAR FACEBOOKTWITTER

JAKARTA, KOMPAS — Banjir di Jakarta masih akan berulang. Salah satunya karena kondisi tanah di kota ini yang relatif rendah dan memiliki kawasan tanah lunak di banyak lokasi. Kondisi ini harus disikapi pemerintah dengan penerapan kebijakan yang konsisten dan kontinu, antara lain mendaur ulang air limbah.
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Chaidir Anwar Makarim, Minggu (9/11), mengatakan, hujan pada masa pancaroba saat ini bisa menjadi tes bagi kondisi saluran air, terutama di lokasi yang biasa banjir. ”Kalau hujan masih ringan seperti saat ini, harusnya tidak terjadi banjir karena volume air hujan masih sedikit. Kalau banjir masih terjadi, kemungkinan ada persoalan kondisi saluran air yang tidak memadai lagi untuk lokasi itu atau ada sampah yang menumpuk,” katanya.

Apabila intensitas hujan sudah tinggi, ditambah dengan hujan di daerah hulu, seperti Bogor, banjir akan makin sulit dielakkan di Jakarta. Apalagi, 40 persen wilayah Jakarta terletak di bawah permukaan air pasang, seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan sebagian Jakarta Pusat.

Meski Jakarta sulit untuk bebas banjir sepenuhnya, Chaidir menilai, pemerintah tetap perlu terus melakukan gerakan yang bisa mengurangi efek banjir.

Salah satu gerakan yang harus segera dimulai adalah membuat resapan air dalam luasan yang besar di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan sebagian wilayah Jakarta Pusat. Gerakan ini akan mengurangi laju penurunan tanah akibat penyedotan air tanah secara besar-besaran.

”Sekarang harus dimulai gerakan untuk meresapkan air yang dihasilkan warga di setiap rumah tangga. Membuat resapan ini mudah, cukup dengan batu-batu dan kawat penyaring sampah. Kalau ini bisa dilakukan massal, efeknya akan besar karena air limbah tak segera disalurkan ke selokan,” ujarnya.

Selain itu, air limbah yang dihasilkan gedung jangkung juga harus didaur ulang untuk menjaga simpanan air tanah. Apalagi, sebagian besar gedung bertingkat di Jakarta menggunakan air tanah untuk mencukupi kebutuhan pengguna gedung.

Ukuran disesuaikan
Hal rutin yang juga harus dikerjakan pemerintah adalah memperbaiki saluran air. Ukuran saluran air, menurut Chaidir, harus disesuaikan dengan lingkungan. Jika bangunan di satu lingkungan berkembang, ukuran saluran air juga harus diperbesar. ”Pembersihan saluran air dari sampah juga harus terus dikerjakan. Begitu juga dengan pengangkatan endapan sungai,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Pusat Herning Wahyuningsih mengatakan, dari laporan warga, hujan beberapa waktu lalu belum menyebabkan banjir di sejumlah tempat yang sudah diperbaiki saluran airnya. ”Salah satunya di kawasan Roxy, tepatnya di kolong jalan layang Roxy. Saluran air di situ kami perbaiki dan kami perbesar,” katanya.

Herning mengatakan, belum ada gerakan massal untuk membuat serapan air limbah dan mendaur ulang air di perumahan warga ataupun di gedung bertingkat.

Dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika diketahui bahwa pada November ini, Jakarta masih aman dari potensi banjir. Namun, pada Desember mendatang, sebagian besar wilayah Jakarta rawan banjir, terutama di bagian tengah hingga selatan. (ART)

KOMENTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s