Home » DEPOK Pedestrian » 2025, Depok Diprediksi Krisis Air

2025, Depok Diprediksi Krisis Air

Nggak heran untuk kota yang dipimpin oleh Walikota PKS . Sang walikota lebih sibuk mengurusin orang untuk “pakai tangan kanan” daripada mengurus soal lingkungan hidup dan pembangunan yang berkesinambungan.

Permukaan air tanah di kota ini terus menurun

ddd
Selasa, 11 November 2014, 05:46Siti Ruqoyah, Zahrul Darmawan (Depok)
Krisis air (foto ilustrasi)

Krisis air (foto ilustrasi) (Dyah Ayu Pitaloka)(Dyah Ayu Pitaloka)

VIVAnews – Sebagai salah satu kota yang tengah berkembang cukup pesat, Depok juga memiliki beragam persoalan yang tak jauh berbeda dengan kebanyakan kota besar lainnya. Dari mulai macet, banjir hingga lonjakan penduduk, kini sudah terasa di kota yang berbatasan langsung dengan ibu kota Jakarta tersebut.

Namun dari sejumlah permasalahan yang ada, hal yang paling mengkhawatirkan bakal terjadi di Kota Depok adalah ancaman kekeringan. Ya, kota yang dikenal dengan julukan Kota Belimbing ini diprediksi akan mengalami krisis air pada tahun 2025 mendatang. Ini dikarenakan makin menurunnya permukaan air tanah di kota tersebut.

“2025, Depok akan gersang. Ini karena makin sedikitnya sumber daya lahan dan tingginya pengambilan sumber daya air. Tahun 1985, di Depok kita bikin sumur dengan kedalaman 5 meter sudah dapat air, 1999 turun cukup tinggi, sekarang di pusat kota sudah mencapai kisaran 20 meter baru bisa dapat air. Jika dirinci, maka setiap tahunnya, terjadi penurunan permukaan air setinggi 0,04 m per tahun,” jelas Pemerhati Lingkungan Kota Depok, Ahmad Nasir Biasane pada VIVAnews

Dari sekitar 2 juta penduduk Kota Depok, ucap Nasir, sekitar 80 persen di antaranya adalah pengguna air tanah, sedangkan sisanya ialah pengguna air PDAM.

“Ini adalah sebuah tantangan karena ke depan akan semakin sulit bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih. Air nantinya akan menjadi barang yang mahal. Karena itu perlu diatur bahwa rumah tangga tidak lagi menggunakan air tanah. Ini untuk menjaga ketersediaan air tanah,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Direktur Pengelola Graha Insa Cita ini.

Lebih lanjut, Nasir yang juga anggota senior Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini menuturkan, mengenai beratnya tugas pemerintah dalam menjaga ketersediaan air tanah di Depok.

Namun di balik itu semua, menurut Nasir masih ada beragam solusi yang harus segera direalisasikan salah satu solusi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok adalah memperbanyak ruang terbuka hijau (RTH). Manfaat RTH tidak hanya mencakup keindahan tapi juga udara dan cadangan air tanah.

“Depok memiliki 26 situ yang dapat diberdayakan dan dimanfaatkan untuk ketersediaan air tanah saat musim kemarau dan menjadi tempat penampungan air saat musim hujan. Jangan justru situ yang ada semakin sempit karena disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata pria yang juga akan maju sebagai calon Wali Kota Depok tersebut.

Mulai Terasa

Sulitnya mendapatkan air tanah sudah dirasakan warga di sejumlah wilayah di Kota Depok belakangan ini akibat jarangnya turun hujan. Seperti yang dialami oleh sejumlah warga di Kelurahan Jatijajar dan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

“Tiga minggu sebelumnya air di rumah beberapa warga kering, sehingga sumur harus diperdalam dari 14 meter jadi sekitar 16-18 meter. Banyak yang kekeringan akibat kemarau ini,” ujar Mei, warga RT 01/09 Kelurahan Sukamaju Baru.

Tak hanya warga Tapos, sejumlah warga lainnya yang berada di kawasan Kemirimuka Beji juga mulai merasakan krisis air.

Mereka bahkan mengaku terpaksa harus membeli air bersih lantaran pasokan sumur habis akibat dugaan penyerobotan air tanah yang dilakukan oleh salah satu pihak apartemen di kawasan Margonda. Terkait hal ini pula, warga bahkan sempat mendatangi pihak apartemen dan melakukan aksi protes.

© VIVA.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s