Home » Kualitas hidup » Gara-gara Macet dan Polusi, Warga Jakarta Rogoh Rp 38,5 Triliun/Tahun

Gara-gara Macet dan Polusi, Warga Jakarta Rogoh Rp 38,5 Triliun/Tahun

Konyol, dan lebih bodoh lagi hal ini sudah dibiarkan bertahun tahun..

Zulfi Suhendra – detikfinance
Selasa, 16/12/2014 14:22 WIB
//images.detik.com/content/2014/12/16/4/142458_macetdepan.jpg
Jakarta -Berdasarkan studi, sebanyak 57,8% warga Jakarta mengalami sakit yang berhubungan dengan pencemaran udara, seperti gangguan pernapasan. Mereka harus merogoh puluhan triliun per tahun untuk berobat hingga Rp 38,5 triliun.

Penyebabnya karena polusi udara di Jakarta akibat populasi kendaraan bermotor yang tinggi dan faktor emisi kendaraan bermotor yang beredar.

Deputi II bidang Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Karliansyah menuturkan, berdasarkan studi yang dilakukan United Nation of Enviromental Porgram dengan Kementerian Lingkungan Hidup, didapat kualitas udara di Jakarta sangat buruk, apalagi dalam kondisi macet. 

“Kemudian diketahui pada tahun 2010 itu 57,8% warga Jakarta menderita menyakit yang berhubungan dengan pencemaran udara. Seperti asma, paru-paru, dan lainnya,” kata ‎Karliansyah di Hotel Manhattan, Jakarta, Selasa (16/12/2014).

Akibat sakit tersebut, lanjut Karliansyah, masyarakat harus mengeluarkan biaya untuk berobat hingga puluhan triliun rupiah karena pencemaran udara.

“Mereka menghabiskan uang Rp 38,5 triliun untuk berobat. Daripada habis percuma kenapa nggak kualitas bahan bakarnya nggak diperbaiki,” katanya.

Ia mengatakan, kualitas bahan bakar (emisi) Indonesia masih standar euro 2, sedangkan standar negara-negara maju lain sudah menggunakan bahan bakar dengan standar euro 4. 

“Uang yang tadi dibuang percuma kenapa nggak buat kilang saja,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif ‎Komite Penghapusan Bensin Bertimbal Agus Safrudin mengungkapkan bahan bakar minyak yang dihabiskan menimbulkan polusi udara, apalagi dalam keadaan macet. Ia menghubungkannya dengan emisi gas buang kendaraan bermotor di Indonesia yang masih buruk. 

“Kalau di Eropa 1 km itu 120 gram karbon dioksida yang dikeluarkan. Di Indonesia masih 185 gram karbon dioksida,” katanya.(zul/hen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s