Home » kasus » Ahok Bingung Letak Kesalahan Terminal Rawamangun

Ahok Bingung Letak Kesalahan Terminal Rawamangun

mental korup pejabat

Kompas.com/Robertus Belarminus

Jalur Bus di Terminal Rawamangun, Jakarta Timur yang sulit dilewati bus berbadan besar. Sebab, jalur sengaja dibuat berbelok karena ada gedung Sudin Perhubungan Jakarta Timur. Senin (

25/5/2015

).

Kamis, 28 Mei 2015 | 10:33 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebelumnya mengatakan bahwa Terminal Rawamangun salah desain hingga menyebabkan bus-bus besar tidak bisa masuk.
Namun, kini ia mengatakan tidak tahu apakah bus-bus tidak bisa masuk karena desain terminal atau sengaja tidak mau masuk.
“Mereka (Dinas Perhubungan dan Transportasi) rencananya mungkin mau bongkar salah satu gedungnya agar lebih luas, tapi kalau dibongkar lebih luas pun tetap akan susah. Nah, saya enggak tahu ini tuh apa sengaja bus enggak mau masuk dan ngetem di luar karena kan bus memang enggak suka masuk (ke terminal). Dia lebih suka ngetem di luar karena ada setoran,” kata Basuki, di Balai Kota, Kamis (28/5/2015).
Oleh karena itu, pihaknya harus mempelajari terlebih dahulu letak kesalahan pembangunan gedung ini. Menurut Basuki, tidak hanya konsultan yang salah merancang desain konstruksi Terminal Rawamangun, tetapi bisa jadi oknum Dishubtrans DKI yang “bermain mata” dengan konsultan.
“Makanya, kami akan pelajari secara hukum, kami bisa menang enggak,” kata Basuki.
Basuki mengaku tidak memahami secara teknis pembangunan dan perbaikan Terminal Rawamangun. Hal ini mengingat terminal itu terdiri dari tiga jalur bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan 1 jalur bus DAMRI khusus dari bandara. Selain itu, di jalur untuk angkutan kota, ada jalur sempit dan menanjak dengan kelokan tajam menukik.
Mantan Bupati Belitung Timur ini juga membeberkan bahwa perencanaan revitalisasi Terminal Rawamangun tersebut dilaksanakan pada masa jabatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Priastono. Terminal Bus Rawamangun ini dibangun oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi dengan konsep Mezanine pada Agustus-Desember 2014.
“Itu bus-bus AKAP bukan baru muncul setelah ada terminal. Sama kayak kamu punya burung merpati, tapi baru bikin kandangnya gitu lho, terus burungnya enggak bisa masuk kandang. Nah, itu yang salah siapa? Desain sarang kandangnya dong. Saya mesti pelajari dulu secara hukum,” kata Basuki.
Penulis: Kurnia Sari Aziza

Editor: Kistyarini

 

 

++++++++++++++++++++++

 

Kamis 18 Jun 2015, 08:45 WIB

Terancam Dicopot Ahok, Kadishub DKI Memilih No Comment

Ayunda Windyastuti Savitri – detiknews
Terancam Dicopot Ahok, Kadishub DKI Memilih No Comment
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengancam akan copot Benjamin Bukit dari jabatan Kadishub DKI. Terkait ancaman pencopotan dirinya, Bukit sendiri enggan berkomentar.

“No comment dulu ya,” kata Bukit saat dikonfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Kamis (18/6/2015).

Meski belum memastikan, namun Ahok menyebut ada kemungkinan Bukit akan dicopot dari posisinya saat ini. Hal ini dikarenakan Bukit kurang tegas dalam menindak kendaraan umum yang berhenti sembarangan.

“Kemungkinan akan diganti, kita lagi evaluasi,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/6) lalu.

Pernyataan Ahok ini memperkuat pernyataan yang pernah diungkapkannya pada Senin (15/7). Kala itu Ahok kecewa karena penertiban Uber Taxi yang tak kunjung selesai. Ahok menyatakan dirinya telah berkali-kali meminta Bukit untuk memberi sanksi tegas, namun tidak juga dilakukan.

“Nanti kalau tidak bisa tegas mungkin diganti Kepala Dishub. Jangankan yang tidak kelihatan seperti taksi Uber, angkot ngetem saja tidak dikasih sanksi kok. Padahal sudah jelas terekam CCTV pelatnya (angkot yang berhenti sembarangan) berapa kok,” ujar Ahok.

Selain itu, pemicu lain yang membuat mantan Bupati Belitung Timur tersebut kian geram tak lain tak bukan belum terlaksananya penerapan Eletronic Rapid Pricing (ERP) atau jalan berbayar di dua lokasi. Mengenai pelaksanaan tender perusahaan penyedia teknologi ERP juga, menurut Ahok telah meleset dari awal rencana.

Dishub DKI mulanya dijadwalkan akan melakukan pelelangan pada Juni ini. Akan tetapi, nyatanya hingga kini belum dapat terlaksana.

Seperti diketahui, dua perusahaan asing yang telah menguji coba peralatan ERP di jalur Sudirman-Thamrin dan HR Rasuna Said, yakni Kapsch Holdings (Austria) dan Q-Free (Norwergia). Namun Ahok tidak menutup kemungkinan jika ada perusahaan lain yang menawarkan teknologi lebih canggih dari keduanya bisa menjadi pemenang tender pengadaan ERP. 
(aws/imk)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s