Home » Transportasi Publik Jakarta » Stiker KIR menyebut bus Scania untuk barang

Stiker KIR menyebut bus Scania untuk barang

Ini sih kelakuan birokrat korup Dephub aja.  Bandingkan dengan Metromini butut masih tetap saja dapet KIR ..
Oleh Havid Vebri – Minggu, 09 Agustus 2015 | 09:44 WIB

Telah dibaca sebanyak 2507 kaliKomentar

Stiker KIR menyebut bus Scania untuk barang
BERITA TERKAIT
Operasional bus Scania terlambat di masalah izin
United Tractors injak gas bus Scania
JAKARTA. Walaupun digunakan untuk angkutan orang dan dinyatakan memiliki daya angkut hingga 140 penumpang, bus gandeng transjakarta merek Scania diduga tidak memenuhi persyaratan seperti yang diklaim selama ini.
Berdasarkan keterangan yang terdapat pada stiker uji kir, dinyatakan bahwa peruntukan kendaraan tersebut bukan untuk orang, melainkan untuk barang. Kapasitasnya pun hanya 41 orang.
Fakta tersebut ditemukan oleh salah seorang warga pengguna transjakarta. Penumpang itu menuturkan melihat setidaknya ada dua bus Scania yang stiker kirnya menyatakan bus tersebut sebenarnya bukan merupakan bus gandeng.
“Ada dua bus. Dua-duanya bus koridor I (Blok M-Kota). Saya lihat keterangannya mobil barang,” ujar penumpang yang enggan disebutkan namanya itu kepada Kompas.com, Sabtu (8/8).
Berdasarkan keterangan foto, bus-bus Scania yang dimaksud berkode JKT 1514214 dan JKT 1509757. Pada stiker kir tercantum nama Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai institusi yang mengeluarkan surat tersebut.
Pada bus dengan kode JKT 1509757, tertulis keterangan kir yang menyatakan bus tersebut hanya memiliki daya angkut 41 orang dan peruntukannya untuk mobil barang.
Sedangkan keterangan kir bus dengan kode JKT 1514214 menyatakan bus hanya memiliki daya angkut 39 orang, dan kolom peruntukan bus dicoret dengan spidol. “Yang dicoret dengan spidol ini yang bikin saya heran,” ujar penumpang itu.
Direktur PT Transjakarta Antonius Kosasih mengaku tidak mengetahui soal beredarnya stiker uji kir yang menyatakan bahwa bus transjakarta Scania adalah angkutan barang. Antonius menduga, hal itu terjadi akibat kekeliruan dalam masalah administrasi.
“Kapasitas muatnya seharusnya sama dengan bus articulated lain,” ujar Kosasih kepada Kompas.com, Sabtu (8/8)

++++

Selasa 11 Aug 2015, 13:48 WIB

Bus TransJ Scania Muat 39 Orang, Metro Mini dan Kopaja 24-28 Orang

Aditya Fajar Indrawan – detikNews
Bus TransJ Scania Muat 39 Orang, Metro Mini dan Kopaja 24-28 OrangFoto: Jhoni Hutapea
Jakarta – Dalam uji Kir, bus TransJakarta merk Scania dalam uji Kir ditulis memiliki daya angkut 39 orang. Uji Kir bus Scania ini membuat Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) gemas. Bagaimana daya angkut Metro Mini dan Kopaja? 

Stiker uji Kir bus Scania (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

detikcom mencoba membandingkan daya angkut bus-bus TransJ dengan bus tanggung Metro Mini dan Kopaja reguler alias Non-AC dari stiker uji KIR yang tertempel di badan bus yang ada di Terminal Bus Kota Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2015).

Ada 2 Metro Mini yang stiker uji KIR-nya diambil gambarnya oleh detikcom. Metro Mini yang pertama adalah Metro Mini 75 rute Blok M – Pasar Minggu. Dalam uji KIR yang masa berlakunya pada “11-08-2015” alias hari ini tertulis: 

Stiker Uji Kir Metro Mini 75 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

DAYA ANGKUT (PAYLOAD):
Orang (60KG/PERSON): 25 org, Equivalent 1.500 kg
BARANG (GOODS): 240 kg
KELAS JALAN TERENDAH: III 
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA

Metro Mini kedua adalah Metro Mini 69 yang memiliki rute Blok M – Ciledug, dengan masa berlaku berkalanya tertulis “2015-11-08”, tertulis: 

Stiker Uji Kir Metro Mini 69 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

DAYA ANGKUT (PAYLOAD):
Orang (60KG/PERSON): 24 org, Equivalent 1.400 kg
BARANG (GOODS): 230 kg
KELAS JALAN TERENDAH: III 
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA

Untuk Kopaja, detikcom mengambil gambar stiker uji KIR juga pada 2 unit Kopaja di Terminal Blok M. Kopaja pertama adalah Kopaja 605 A dengan rute Ragunan – Blok M, tertulis uji KIR itu berlaku pada “2015-12-19”, tertulis: 

DAYA ANGKUT (PAYLOAD):
Orang (60KG/PERSON): 28 org, Equivalent 1.680 kg
BARANG (GOODS): 270 kg
KELAS JALAN TERENDAH: III 
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA

Kopaja kedua adalah Kopaja 66 dengan ruter Manggarai – Blok M, yang tertulis masa berlaku uji KIR “13-08-2015”, tertulis: 

Stiker Uji Kir Kopaja 66 (Foto: Aditya Fajar Indrawan)

DAYA ANGKUT (PAYLOAD):
Orang (60KG/PERSON): 25 org, Equivalent 1.500 kg
BARANG (GOODS): 240 kg
KELAS JALAN TERENDAH: III 
DINAS KANTOR: DISHUB DKI JAKARTA

Dari stiker uji KIR yang dikeluarkan Dishub DKI Jakarta, terlihat daya angkut bus TransJ merk Scania dengan bus-bus Metro Mini dan Kopaja hanya selisih 10-15 orang lebih banyak.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam stiker Kir bus Scania tertulis bahwa Berat Kosong Kendaraan adalah 19,3 ton, sementara Gross Vehicle Weight atau GVW yang mencerminkan berat bus dalam keadaan bus penuh penumpang adalah 26 ton. 

Penumpang yang bisa diangkut harusnya 26 ton dikurangi 19,3 ton atau 6,7 ton. Jika dihitung sesuai peraturan satu orang penumpang yang dihitung beratnya 60 Kg, artinya bus tersebut bisa mengangkut sekurang-kurangnya 111 orang penumpang. Namun dalam stiker KIR itu tertulis, bus hanya dapat mengangkut 39 orang dengan rata-rata berat 60 Kg. 

Ahok sempat menyebut ada banyak pihak yang ingin menjatuhkan Scania. Secara spesifik dia mengatakan, tidak sedikit orang-orang di Balai Uji KIR yang berada di bawah Dishub DKI termasuk dalam kelompok ‘barisan sakit hati’. 

“Scania itu nggak ada masalah. Ini  saya justru mulai suudzon. Kelihatan orang-orang yang ingin jatuhkan Scania. Makanya saya sedang mau teliti Kepala Uji Kir ini ada maksud apa dan dia orang KIR yang lama nggak karena banyak sekali barisan sakit hati di Dishub,” ujar Ahok, hari ini. 

Kecurigaannya bukan tanpa alasan. Dia menduga hal ini disebabkan orang yang menjabat sebagai Kepala Dishubtrans DKI saat ini yang dijabat oleh Andri Yansyah, bukan berasal dari orang dalam dinas. 

“Orang Perhubungan dipimpin orang yang bukan (dari berlatarbelakang) Dishub. Orang yang sekolah Dishub gigit jari. Orang KIR yang biasa bagi-bagi duit gimana. Kan brengsek sekali ini,” sambungnya gemas. 

Dirut PT Transportasi Jakarta ANS Kosasih pun menyatakan telah meminta penjelasan secara resmi kepada PT United Tractors selaku APM (Agen Pemegang Merek) bus Scania dan juga meminta keterangan Karoseri Laksana yang mengurus perizinan pembangunan bus Scania terkait adanya data dan informasi yang agak bertentangan di pelat KIR bus-bus Scania yang telah diserahkan. 

Kosasih mengatakan, pihaknya masih menunggu keterangan dari Karoseri Laksana yang akan menemui Dishub Semarang karena bus tersebut dirakit di Semarang. Dia meyakinkan bahwa bus Scania memenuhi syarat dan sudah sesuai dengan spesifikasi yang dipesan. 
(nwk/nrl)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s