Home » Fasilitas » 60 Persen Hidran Jakarta Tak Berfungsi

60 Persen Hidran Jakarta Tak Berfungsi

KAMIS, 17 SEPTEMBER 2015

JAKARTA – Kemarau diperkirakan masih panjang, dan biasanya memicu kebakaran di permukiman padat dan kumuh. Tapi 60 persen hidran di Jakarta tak berfungsi. Banyak hidran yang macet.

Penyebab masalah ini bermacam-macam. Menurut Pelaksana Harian Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat, Ahmad Sanjoyo, di wilayah kerjanya ratusan kopling hidran hilang. Kopling berfungsi menyambungkan kepala hidran dengan selang. “Hidran tak berfungsi jika tak ada kopling,” kata dia pekan lalu.

Sanjoyo mengatakan kopling hidran hilang akibat dicuri. Tahun lalu, harga satu kopling yang massanya lebih dari 500 gram lebih dari Rp 400 ribu. Dari 154 hidran di Jakarta Barat, separuhnya tak punya kopling.

Untuk mengatasi soal itu, Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Selatan, Irwan, mengatakan, petugas selalu membawa kopling cadangan saat memadamkan api di lokasi kebakaran. Cara ini dinilai lebih efektif ketimbang meninggalkan kopling di hidran.

Petugas bakal membawa pulang kopling saat pemadaman selesai. Namun kopling cadangan itu kadang tertinggal di mobil pemadam yang sedang diperbaiki. “Risikonya, terkadang lupa dipindahkan,” ujar dia.

Jika begitu, Irwan mengatakan petugas akan mengandalkan air pada mobil pemadam kebakaran. Opsi lainnya, petugas memasang pompa pada sumber air terdekat. Kolam renang milik masyarakat juga bisa dimanfaatkan untuk memadamkan kebakaran atas persetujuan pemilik. Petugas akan mendata pemilik kolam renang itu. Airnya akan diganti oleh PT PAM Jaya.

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Utara, Satriyadi Gunawan, melaporkan hilangnya kopling itu ke polisi. Laporannya berguna untuk pengajuan anggaran pembelian baru.

Meski begitu, Satriyadi menuturkan, hilangnya kopling bukan satu-satunya masalah hidran. Di wilayah kerjanya, 60 persen dari total 182 hidran tak mengalirkan air. Debit airnya kecil karena salurannya sama dengan aliran yang dipasok ke rumah tangga.

Beberapa hidran bahkan tak mengalirkan air sama sekali akibat kemarau. Dinas Pemadam Kebakaran kerap mendapat protes dari masyarakat setelah memadamkan api karena debit air ke rumah menjadi kecil lantaran dipakai untuk memadamkan api. “Idealnya, salurannya terpisah,” ucap dia.

Masalah yang sama dialami petugas pemadam kebakaran di Jakarta Selatan. Sebanyak 60 dari 237 hidran tak berair. Sedangkan di Jakarta Barat, sepertiga dari 154 hidran tak dialiri air. Hingga September 2015, Dinas Pemadam Kebakaran mencacat 723 kejadian hidran tak berfungsi dengan total kerugian Rp 1,3 miliar.

Untuk melepaskan ketergantungan pada air PAM, pemerintah Jakarta Barat membuat hidran kering di Kelurahan Tanah Sereal, Kelurahan Jembatan Besi, Kelurahan Kebon Jeruk, dan Kecamatan Kembangan. Sumber airnya berasal dari empang, kolam, atau sumur milik masyarakat. Hidran kering juga lebih bisa menjangkau permukiman padat dibanding mobil pemadam yang biasanya tertahan di ujung gang.LINDA HAIRANI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s