Home » Bekasi Pedestrian » Bekasi Satukan Jaringan Bawah Tanah

Bekasi Satukan Jaringan Bawah Tanah

Patut di contoh di DKI Jakarta nih
METRO RABU, 23 SEPTEMBER 2015

 Bekasi Satukan Jaringan Bawah Tanah

BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi membangun utilitas bawah tanah dan jalur pedestrian sepanjang 5,7 kilometer di sisi utara Jalan KH Noer Alie mulai akhir bulan ini. “Utilitas dan jalur pedestrian satu paket,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi Tri Adhianto kemarin.

Tri mengatakan dana proyek infrastruktur senilai Rp 15 miliar tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Jawa Barat 2015. Bangunan utilitas, menurut dia, berada di bawah tanah seluas yang menghubungkan pusat Kota Bekasi dengan Kota Madya Jakarta Timur. 

Di dalam gorong-gorong tersebut terdapat saluran air, pipa Perusahaan Gas Negara, pipa air bersih Perusahaan Daerah Air Minum, kabel listrik PT PLN, dan kabel telepon PT Telkom. “Di atas utilitas, akan kami bangun jalur untuk sepeda dan pejalan kaki serta taman,” ucapnya.

Setelah tahun ini selesai, proyek serupa akan dibangun di Jalan Ahmad Yani, Jalan Juanda, dan Jalan Cut Meutia. “Nantinya di atas jalan itu tak terdapat papan reklame besar,” ujarnya. 

Kepala Dinas Tata Kota Bekasi Koswara mengatakan, sejak Kota Bekasi terbentuk pada 1997, kota yang terletak di sebelah timur DKI Jakarta itu tidak memiliki sarana utilitas yang layak. Selama ini selalu tumpang-tindih antara satu utilitas dan utilitas lain. Akibatnya, jalan raya sering rusak dan lalu lintasnya macet. “Baru digali dan diuruk oleh satu perusahaan, digali lagi oleh perusahaan lain,” katanya.

Menurut Koswara, dengan adanya utilitas tersebut, kabel-kabel akan menjadi rapi sehingga tak mengganggu keindahan kota. Selain itu, meminimalkan kecelakaan akibat kabel-kabel yang menjuntai di atas jalan. “Kota-kota di negara maju utilitasnya bagus, tidak ada kabel-kabel membentang di atas jalan,” ujarnya.

Juru bicara PDAM Tirta Bhagasasi, Endang Kurnaen, mengatakan pihaknya sangat membutuhkan sarana utilitas karena dapat memudahkan perusahaan memperbaiki pipa yang bocor. “Penanganan kerusakan atau pemasangan pipa lebih cepat,” kata Endang.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi Tamrin Usman mengatakan idealnya seluruh jalan utama di Bekasi sudah terintegrasi dengan utilitas dan jalur pedestrian. Namun anggarannya terbatas sehingga belum bisa mengkover seluruh jalan. “Kami masih berfokus pada infrastruktur jalan dan banjir. Utilitas dibangun secara bertahap,” ujarnya.

Pengamat tata kota Bekasi, Ridwan Maulana, mengatakan sarana utilitas sangat penting karena menjadi dasar sebuah pembangunan kota. Apalagi Bekasi mencanangkan diri menjadi smart city. “Kalau menjadi smart city, semua utilitas harus tertata rapi,” kata Ridwan. ADI WARSONO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s