Home » Kualitas Air dan sungai » Jakarta Terancam Krisis Air

Jakarta Terancam Krisis Air

RABU, 19 AGUSTUS 2015

 Jakarta Terancam Krisis Air

Jakarta bakal terimbas oleh mengeringnya Sungai Cisadane yang membelah Tangerang. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang tak bisa memasok air baku ke PAM Palyja akibat menurunnya volume pengeboran. Selain kemarau, pintu sepuluh Bendung Cisadane di Karawaci jebol, sehingga tak bisa membendung air.

Jika dalam keadaan normal kedalaman Sungai Cisadane 12,5 meter, air kini surut tinggal 6 meter. Ujung pompa intake yang dipasang PDAM tak sanggup menyedot air karena menggantung 1,5 meter di atas permukaan air baku-air bahan pengolahan untuk minum. “Kekeringan ini mendekati kondisi luar biasa,” kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, kemarin.

Ada dua instalasi pengolahan air PDAM yang memasok air untuk perusahaan air Jakarta, yakni instalasi Serpong dan Cikokol, yang memasok kebutuhan 40 persen pelanggan Palyja atau sekitar 40 ribu. Saat normal, instalasi Serpong menghasilkan 3.000 liter per detik dan dikirimkan ke Jakarta sebanyak 2.800 liter per detik. Kini volumenya menyusut 70 persen. “Kami pasok air ke fasilitas publik memakai truk tangki,” kata Meyritha Maryanie, Corporate Communications Palyja.

Instalasi Cikokol lebih mengenaskan. Dari 1.200 liter per detik kapasitas normal, tersisa 150 liter per detik. Instalasi ini masih bisa dipakai memasok air curahnya ke Jakarta karena dari sini hanya 75 liter per detik ketika normal. Masalahnya, pasokan untuk pelanggan Tangerang saja sudah kepayahan.

Sudah sepekan PDAM dan Aetra Air Tangerang memompa air baku di Cisadane secara manual. Akibat mesin intake tak berfungsi, dua perusahaan air ini memompanya dengan memakai mobil tangki, lalu disalurkan ke permukiman dengan tandon. “Tentu kami akan mengutamakan pasokan untuk masyarakat kami sendiri,” kata Zaki.

Ada 150 ribu pelanggan kedua perusahaan yang kesulitan mendapat pasokan air bersih. Warga Tangerang sudah memakai air galon untuk mandi karena tak ada lagi aliran air melalui pipa. Aetra sudah mengerahkan 48 mobil tangki dan menampungnya di 20 tandon air untuk disebarkan ke permukiman.

Setidaknya 13 kecamatan di Tangerang bakal kesulitan air jika Cisadane terus mengering. Sebulan terakhir, Aetra telah menghentikan produksi air dua kali, pada 13 dan 16 Agustus 2015. “Ini kondisi paling buruk yang pernah kami alami,” kata Direktur Utama Aetra, Untung Suryadi.

Aetra kembali memproduksi air ketika memasang tiga pompa manual berkapasitas 150 liter per detik. Itu pun tak lama karena air menyusut dan sedimentasi berlangsung sangat cepat. Pengerukan di lokasi mata pipa juga tak banyak menolong akibat sumber airnya habis. Aetra baru beroperasi kembali pada dua hari lalu dan butuh enam jam agar pelanggan terjauhnya mendapat pasokan air. “Kami pasang pompa hingga ke tengah sungai,” kata Bayu Suryantomo, Corporate Communications Aetra.

Pemerintah Kabupaten Tangerang bukan tak hendak memperbaiki bendungan. Menurut Zaki, ia bersedia mengeluarkan anggaran untuk memperbaikinya, tapi kewenangan itu ada di Kementerian Pekerjaan Umum. “Surat dan rapat sudah, sampai ngomel ke mereka juga sudah, tapi tak kunjung ada perbaikan,” kata dia.

Perbaikan bendungan itu sangat signifikan karena bisa menghentikan laju air agar bisa disedot pompa-pompa PDAM. Menurut Zaki, sejak Ramadan, tujuh kecamatan mendapatkan pasokan air bersih dari PDAM ketika Cisadane belum mengering. Kini PDAM tak kuat memasok air, bahkan untuk pelanggannya sendiri.

Kemarahan Zaki ditanggapi santai oleh Kepala Balai Besar Ciliwung-Cisadane Teuku Iskandar. “Kemarin pagi kegiatan di bendung 10 sudah kembali normal,” kata dia. Ihwal menyusutnya air Cisadane, kata Teuku, hal itu akibat berkurangnya air di hulu sungai.AYU CIPTA | YOLANDA ARMINDYA | GANGSAR PARIKESIT


Cisadane Mengering 

MESKI musim kemarau melanda Tangerang setiap tahun, Sungai Cisadane yang membelah kabupaten ini tak pernah kering. Pada musim kering kali ini, sungai menyusut hingga pompa intake tak bisa menjangkau air baku. Kekeringan semakin parah karena sungai ini tak bisa dibendung akibat pintu air nomor 10 di instalasi Cikupa jebol. Perusahaan-perusahaan air minum berhenti beroperasi sepekan terakhir.

PINTU AIR

Jebol sejak 29 Juli 2015

Perbaikan oleh Balai Besar Ciliwung Kementerian Pekerjaan Umum

SUNGAI

Menyusut dari 12,5 meter menjadi 6 meter.

Gambar pompa intake menggantung 1,5 meter dari dasar sungai.

AIR BAKU

Air yang memenuhi baku mutu sebagai bahan pengelolaan air minum. Berasal dari:

Sumber air bawah tanah, yaitu dari lapisan yang mengandung air di bawah permukaan tanah dangkal atau dalam.

Sumber air permukaan, yaitu sungai, danau, rawa, dan mata air.

Air laut.

POMPA MANUAL

3 pompa

Kapasitas: 250 liter per detik/pompa

Selang ke mobil tangki:

48 mobil tangki

20 tandon ke perumahan

Instalasi Serpong:

Kapasitas normal: 3.000 liter per detik

Kini: 900 liter per detik

2
.800 liter per detik untuk Jakarta

Instalasi Cikokol:

Kapasitas normal: 1.200 liter per detik

Kini: 150 liter per detik

75 liter per detik untuk Jakarta

PADM Tirta Kertaraharja

90 ribu pelanggan

Aetra Air

47 ribu pelanggan

Sepatan, Rajeg, Pasar Kemis, Sindang Jaya, Cikupa, Balaraj,a dan Jayanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s