Home » Kualitas Air dan sungai » 3.885 Rumah di Waduk Pluit Belum Dibongkar

3.885 Rumah di Waduk Pluit Belum Dibongkar

Koran Tempo RABU, 30 SEPTEMBER 2015
FREE!

JAKARTA — Pemerintah DKI membongkar 30 rumah yang ada di bantaran Kali Gendong, Penjaringan, Jakarta Utara. Pembongkaran dilakukan sebagai bagian dari normalisasi kawasan Waduk Pluit untuk menghadapi musim hujan pada Desember mendatang.

Koordinator Normalisasi Waduk dan Kali DKI Jakarta, Heriyanto, mengatakan masih ada 3.885 rumah di Waduk Pluit yang belum diratakan. “Targetnya, akhir 2016 tidak ada lagi rumah di Waduk Pluit,” ujarnya.

Menurut Heriyanto, normalisasi Waduk Pluit dilakukan untuk mengantisipasi banjir di wilayah pusat Jakarta. Aliran air dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta sebagian besar bermuara di waduk tersebut. Menurut dia, setelah bangunan diratakan, proses selanjutnya adalah memasang turap beton di sepanjang kiri dan kanan Kali Gendong.

Heriyanto mengatakan warga sudah paham akan dampaknya jika mereka terus bertahan di atas bantaran sungai. Jika musim hujan tiba, rumah-rumah itu akan rentan longsor sebagai akibat dari bagian kali yang gembur. “Tidak ada penolakan dari warga karena kami sudah melakukan sosialisasi ke tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW, dengan menggandeng lurah, camat, polisi, dan TNI untuk menjaga situasi agar kondusif,” ujar dia.

Seorang pemilik rumah, Achmad Sopian, mengaku pasrah melihat rumahnya yang sudah ditinggali selama 20 tahun diratakan dengan tanah. “Mau gimana lagi? Saya hanya rakyat kecil,” kata dia saat melihat rumahnya dibongkar, kemarin.

Pria 39 tahun itu mengaku sudah mendapat satu unit rumah susun di Muara Baru. “Saya juga mendapat uang kerohiman Rp 15 juta,” kata dia. Soal penggantian uang tersebut sempat menjadi pertanyaan karena selama ini pemerintah DKI menyatakan tak pernah memberikan uang kerohiman bagi warga yang digusur lantaran menempati tanah negara.

Wahyuni, 32 tahun, warga bantaran Kali Gendong lainnya, juga mengaku mendapat uang kerohiman. Besarnya, kata dia, Rp 10 juta. Menurut dia, uang itu didapat setelah negosiasi dengan seorang pegawai negeri yang mendatangi rumahnya beberapa bulan lalu.

Camat Penjaringan Yani Wahyu Purwoko membantah adanya uang kerohiman yang diberikan kepada warga korban gusuran. “Duit dari mana? Di APBD saja tidak ada,” kata dia. Menurut Yani, warga mendapat ganti rugi berupa satu unit rumah susun.

Adapun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menyiapkan langkah menghadapi musim hujan. “Kami membuat saluran saling terhubung, terus kami mau pastikan semua pompa jalan, termasuk semua saringan alat berat, harus stand by,” ujar dia di Balai Kota, kemarin. HUSSEIN ABRI YUSUF | AVIT HIDAYAT | DIKO OKTARA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s