Home » Bekasi Pedestrian » Truk Sampah Bekasi Dipantau Melalui GPS

Truk Sampah Bekasi Dipantau Melalui GPS

Hmm ada kabar yang oke dari Planet Bekasi
Koran Tempo KAMIS, 01 OKTOBER 2015

BEKASI – Kota Bekasi kian modern. Setelah uji coba parkir elektronik di lima titik, Pemerintah Kota Bekasi menerapkan pemantauan truk sampah secara online memakai global positioning system. “Ini bagian dari kota pintar agar sampah tak tercecer,” kata Kepala Dinas Tata Kota Koswara, kemarin. 

Pemantauan secara online itu akan mulai dilakukan tahun depan. Sekarang, kata Koswara, Dinas Kebersihan sedang membuat konsepnya. Jika pemantauan ini berhasil, Koswara yakin masalah sampah di kotanya bisa terselesaikan. 

Problem sampah di Bekasi adalah kekurangan truk sampah sehingga ada 600 ton sampah tiap hari di permukiman yang tak terangkut ke tempat pembuangan akhir di Bantar Gebang. Pemerintah sedang mengadakan truk baru untuk pengangkutan dan meluaskan tempat penampungan. 

Dengan GPS, kata Koswara, masyarakat bisa melaporkan tumpukan sampah di lingkungannya. “Tinggal difoto lalu kirimkan ke operator, truk akan menjemput,” kata dia. Sampah di Sumur Batu, Bantar Gebang, rencananya akan diolah sebagai bahan bakar pembangkit listrik. 

Kepala Dinas Kebersihan Kota Bekasi Abdillah mengatakan pemerintah tengah bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah menjadi listrik. Sampah yang ada di TPA Sumur Batu akan dibakar menggunakan insinerator dan hasilnya dijadikan listrik. “Jika sistem smart city sudah aktif, krisis lahan TPA teratasi,” kata dia. 

Sejauh ini, kata dia, TPA Sumur Batu mengalami krisis lahan. Sementara itu, masih ada 600 ton sampah di lingkungan masyarakat yang tidak terangkut. Adapun sampah yang terangkut hanya 700 ton. Menurut dia, kendala itu muncul lantaran lahan semakin habis dan armada kurang. “Idealnya 250 truk, tapi saat ini baru 181,” kata dia. 

Menurut dia, smart city juga bisa memantau kondisi di TPA Sumur Batu. Misalnya, bila terjadi kebakaran sampah, bisa cepat diketahui, dilaporkan, dan ditangani. Sampah di zona VB TPA Sumur Batu terbakar pada 23 September lalu. Api dipadamkan sekitar tiga jam kemudian. “Kalau terpantau secara online, kemungkinan lebih cepat tertangani,” kata dia. ADI WARSONO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s