Home » Kualitas Air dan sungai » Air Minum Berbau Comberan, Ini Saran Ahok untuk PIK

Air Minum Berbau Comberan, Ini Saran Ahok untuk PIK

JUM’AT, 13 NOVEMBER 2015 | 05:19 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Masyarakat yang tinggal di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, mengeluhkan kualitas air bersih di tempat tinggal mereka. Sebab, air PAM di tempat tinggal mereka berwarna kuning dan berbau comberan.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama mengatakan bahwa ia sudah mendengar keluhan warga Pantai Indah kapuk itu. Karena itu, dia menyarankan agar pengelola perumahan dan masyarakat di sana menerapkan teknologi penyulingan air agar mendapat air berkualitas bagus. “Kamu enggak akan pernah cukup air bersih kalau kamu nggak punya pengolahan air limbah,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu, di Balai Kota pada Kamis, 12 November 2015.

Ahok sudah memerintahkan PAM Jaya untuk menganalisis kasus tercemarnya air di Pantai Indah Kapuk. Ternyata, masalah itu bersumber dari sistem pengolahan air. “Makanya saya bilang, harusnya mereka mulai mengembangkan teknologi reverse osmosis (permurnian air tanah dalam), baik di perumahan maupun PAM,” ucapnya. 

Residential Estate Director Agung Sedayu Group, Restu Mahesa, mengatakan, penyebab keruhnya air ialah musim kemarau yang panjang. Sumber air baku yang digunakan oleh perusahaan di Rawa Buaya mengering. “Karena mengering, air laut merembes ke darat,” kata dia. 

Kendati keruh, kata Restu, air itu tak tercemar oleh logam berat atau bakteri E. coli. Ia mengklaim sudah mengujicobanya di laboratorium “dengan menggandeng lembaga yang kredibel”. Manajemen, kata dia, tengah membangun pipa baru ke sumber air baku baru. Pembangunan itu diperkirakan selesai pada awal tahun depan. 

Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, mengatakan, fenomena intrusi air laut ke permukiman itu disebabkan oleh rusaknya tanaman mangrove seiring dengan masifnya pembangunan real estate di kawasan itu. Hilangnya bakau membuat air laut tak lagi tersaring ketika muara kering akibat kemarau. “Fenomena ini salah satu dampak buruknya tata ruang,” kata dia.

BAGUS PRASETIYO | GANGSAR PARIKESIT

++++++++++++++

Pencemaran di Ciliwung, Ahok: Jakarta Akan Sulit Air Bersih

JUM’AT, 13 NOVEMBER 2015 | 07:39 WIB

Pencemaran di Ciliwung, Ahok: Jakarta Akan Sulit Air Bersih

Tim susur Sungai Ciliwung saat membersihkan sampah pada acara peringatan Hari Ciliwung di Sungai Ciliwung, Condet, Jakarta, 11 November 2015. TEMPO/Subekti

TEMPO.COJakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan kini kondisi sungai-sungai di Jakarta memprihatinkan karena telah tercemar. “Hampir semua warga membuang sampah ke hulu sungai,” kata Ahok, sapaan akrab Basuki, di Balai Kota, Kamis, 12 November 2015.

Menurut Ahok, pencemaran sungai inilah yang membuat Jakarta kerap kesulitan air bersih karena tidak memiliki stoknya. “Air PAM kita diolah enggak? Sekarang saya tanya, sungai-sungai kita, seperti Ciliwung, bisa enggak dipakai buat air PAM? Pastinya enggak. Padahal Ciliwung enggak pernah kering walaupun kemarau,” ujar Ahok.

BACA JUGA
Terungkap, Dua Wanita Ini Bikin Ivan Gunawan Jatuh Cinta
Hijaber Cantik UNJ Tewas, Ini Alasan Delea ke Bandung

Ahok juga mengatakan bahwa pencemaran sungai akan berdampak pada suplai air bersih, termasuk air minum di Jakarta. Untuk menangani masalah ini, dia menekankan pentingnya memiliki sistem pengolahan air limbah sendiri. “Kamu enggak akan pernah cukup air bersih kalau kamu enggak punya pengolahan air limbah,” tutur Ahok.

Untuk menanggulangi pencemaran air ini, Ahok menyarankan setiap warga memakai sistem pengolahan limbah. “Perumahan dan PAM harusnya juga mulai mengembangkan teknologi reverse osmosis (pemurnian air tanah dalam),” ucap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Selain itu, menurut Ahok, pencemaran sungai membuat ikan hasil tangkapan nelayan merosot. “Dulu zaman kakek saya mancing di Ciliwung banyak ikan loh. Sekarang di tepi laut masih ada ikan enggak? Karena apa?” kata Ahok.

Ahok bahkan mempertanyakan pernyataan para nelayan yang mengaku hasil tangkapan mereka merosot akibat reklamasi yang dilakukan di Teluk Jakarta. “Itu karena reklamasi atau karena pencemaran dari 13 sungai?” ujar Ahok.

BAGUS PRASETIYO | ANGELINA ANJAR SAWITRI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s