Home » Gedung Pencakar Langit » Jatuhnya Lift di Gedung Arkadia dan Apartemen Kemayoran

Jatuhnya Lift di Gedung Arkadia dan Apartemen Kemayoran

Di Jakarta selain memiliki  moda transportasinya yang berbahaya (Metromini, Kopaja dan PPD) juga menyimpan potensi  resiko lain yakni : gagal berfungsinya  ELEVATOR (LIFT) Gedung.

 

Peristiwa naas jatuhnya lift bukan hanya sekali, tapi sudah mulai agak sering, seiring dengan banyak rumah susun dan gedung pencakar langit. Konon Monumen Nasional (Monas) sudah 25 tahun tidak pernah diservis oleh sang pembuat lift (merk lift Monas =  Hitachi ) Coba cek… deh. Saya sih sudah menganjurkan anak anak tidak naik lift MONAS !

 

Pengalaman pribadi menaiki lift salah satu rumah susun (Rusunami) juga cukup seram. Lift dari rumah susun itu tidak ada logo manufakturnya, konon buatan China. Serem banget ! Bayangkan motor bebek (MoCin) aja nggak beres apa lagi lift atau kereta api cepat..( saya pribadi sih nggak bakalan naik kereta cepat Jakarta-Bandung yang akan dibangun China, ngeriiii !)

Nah apa tugasnya regulator ? Dinas Penataan Kota Jakarta ? Jika mereka berfungsi dengan baik urusan pemakaian lift abal abal eks China atau bisa dihadang terlebih dahulu. Setelah itu diawasi maintenance lift oleh pihak pengelola gedung ! Dinas Penataan Kota kelihatannya selama ini hanya duduk manis menunggu amplop dari Perusahaan Pengembang..hehe

 

 

 

JUM AT, 11 DESEMBER 2015

Kesalahan Teknis dalam Jatuhnya Lift Nestle

 Kesalahan Teknis dalam Jatuhnya Lift Nestle

JAKARTA – Lift di kompleks Gedung Perkantoran Hijau Arkadia, Jalan T.B. Simatupang, Jakarta Selatan, terjatuh dari lantai tujuh kemarin. Lift jatuh karena sling atau tali bajanya putus. “Ini karena kesalahan teknis,” kata juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, kemarin. 

Kepolisian Resor Jakarta Selatan yang berada di tempat kejadian perkara berpendapat lain. 

“Kami menemukan ada karat di sling,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru. Tapi ia belum bisa memastikan karat tersebut akibat kelalaian pemeliharaan. 

Soalnya, kata Audie, sekitar tiga hari lalu, manajemen gedung, yakni PT Nestle Indonesia, telah memeriksa lift dengan memanggil sejumlah teknisi dari perusahaan pemeliharaan. Ketika itu, teknisi menyatakan bahwa lift layak beroperasi. 

Akibat kejadian itu, dua orang karyawan PT Nestle Indonesia, yakni Dyah Setyoningrum dan Ki Agus Roy, meninggal . Dyah meninggal pukul 12.55 di Rumah Sakit Marinir Cilandak, sedangkan Ki Agus meninggal pukul 10.15 di Rumah Sakit Siloam. 

Abdul Rahman, petugas kebersihan gedung, mengalami luka berat. Dia kini tengah dirawat di Rumah Sakit Marinir Cilandak. “Kondisinya stabil,” kata Kepala Kepolisian Sektor Pasar Minggu Komisaris Zaky Alkazar Nasution. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Abdul mengalami patah tulang belakang. Selain itu, tubuhnya luka lecet di beberapa bagian. Untuk korban meninggal, Zaky mengatakan polisi langsung menyerahkannya ke keluarga. 

Audie menambahkan, ketiga korban itu bersama-sama hendak menuju lantai tujuh dari lantai tiga. Ketika itu pukul 09.40. Begitu sampai tujuan, tiba-tiba lift meluncur cepat ke lantai tiga. 

Audie memastikan lift tidak rusak parah. “Atap lift juga masih dalam kondisi normal,” kata dia. 

Vice President Head of Corporate Communication PT Nestle Indonesia, Nur Shilla Christianto, menyesalkan insiden terjatuhnya lift di kantornya. Begitu lift jatuh, ia langsung melaporkannya ke polisi dan membawa korban ke rumah sakit. 

Meski sudah dibawa ke rumah sakit, dua karyawan Nestle meninggal. “Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ucap dia. Karena itu, Nur Shilla meminta agar polisi mengusut tuntas kejadian ini. 

Tak hanya polisi, Dinas Penataan Kota Jakarta juga berencana melakukan investigasi atas insiden tersebut. Dinas akan memeriksa penyebab jatuhnya lift serta bagaimana pengelola memelihara gedungnya. “Apakah perawatannya per hari atau per bulan,” kata Kepala Bidang Pengawasan Bangunan Wiwit Djalu Adji. 

Jika ditemukan kelalaian dalam pemeliharaan gedung, kata Wiwit, Dinas tak segan-segan memberi sanksi kepada pengelola gedung. Sanksi teringan berupa surat peringatan. Jika melanggar berat, “Kami bisa segel gedungnya,” ucapnya. YOHANES PASKALIS


Tentang Lift dan Sling

Seperti komponen gedung lainnya, lift juga memerlukan perawatan rutin. Biasanya, teknisi melakukan pemeriksaan tiga bulan sekali. 

1. Ruang mesin 

  • Periksa seluruh sekring, dan sensor motor penggerak.
  • Periksa kabel, dan baut yang kendur. 
  • Matikan lalu hidupkan kembali mesin utama jika sensor bermasalah. 2. Tali baja 
  • Periksa seluruh tali baja penarik kereta. Segera ganti bila ada yang aus atau terputus sebagian agar tak menyebar ke tali lainnya. 
  • Beri pelumas pada tali dan hidroliknya untuk mencegah aus dan karat. Kelenturan tali harus tetap terjaga. 3. Kereta lift
  • Periksa seluruh ruang henti kereta.
  • Periksa sensor di atas pintu kereta. Jika pintu kereta tak menutup sempurna, artinya sensor bermasalah. 
  • Cek juga rel pintu kereta. Bersihkan debu dan kotoran di sekitarnya, lalu beri pelumas. 
  • Periksa ikatan pada kabin kereta, pastikan tak terhalang benda lain.4. Rem 
  • Cek penyetelan rem baik yang mekanik atau elektrik. Pada rem mekanik, periksa apakah pegas masih lentur dan tidak terhalang benda lain. Ganti pegas jika sudah lembek.
  • Bersihkan sepatu rem dari oli.
  • Kencangkan seluruh baut. 5. Alat komunikasi
  • Periksa alarm, CCTV, alat komunikasi, dan lampu indikator pada kabin lift. Pastikan semuanya berfungsi saat terjadi gangguan darurat, seperti lift yang macet tiba-tiba.PUTRI ADITYOWATI

++++++++++++++++++++++++++++++

 

Rabu, 30 September 2015 – 19:36 wib

Lift di Apartemen Kemayoran Jatuh, Sembilan Orang Terluka

Kecelakaan Lift (Foto: Ilustrasi)

Kecelakaan Lift (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA – Lift di Apartemen Taman Kemayoran, Jakarta Pusat tiba tiba terjatuh, Rabu (30/9/2015) sekira pukul 13.00 WIB. Sembilan orang yang berada di dalam lift menjadi korban dalam insiden tersebut.

Unit Reserse Kriminal Polsek Kemayoran, Inspektur Dua Harry mengatakan, penyebab lift tersebut jatuh lantaran kabelnya putus. Saat itu, lift tersebut sedang dalam kondisi turun ke bawah.

“Lihat kondisi kabel ternyata kabel penyanggah sudah tua, hingga tiba-tiba putus saat lift dari lantai delapan mau turun ke lantai satu. Gimana jika liftnya tadi mau naik, bisa lebih parah lagi,” kata Harry saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2015).

Petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mendapati kabel yang mengangkat lift itu sudah tua. Sehingga diduga kuta penyebab jatuhnya lift karena usia kabel yang sudah tidak layak pakai.

Sementara itu, sembilan orang yang menjadi korban mengalami luka-luka. Mereka semuanya jatuh dari lantai delapan apartemen tersebut. “Ketika baru dua lantai dilalui, tiba-tiba lift jalannya cepat hingga mereka yang di dalam ini berteriak minta tolong,” ujarnya.

Padahal, lanjut Harry, saat sembilan orang ini naik ke dalam lift, tidak ada peringatan kelebihan beban dari lift tersebut. “Lift diperkirakan sudah putus sejak keberadaannya di lantai enam, dan langsung saja jatuh berbenturan dengan dasar gedung apartemen tersebut,” imbuhnya.

Dari data yang berhasil dikumpulkan Okezone, sembilan orang yang menjadi korban jatuhnya lift tersebut ialah Sajan, Mahesh, Nimirta, Jagandhis, Vashdel, Suresh, Ramesh, Sony dan Binu. Mereka mengalami luka di bagian kaki dan tangan, bahkan beberapa di antara mereka dikabarkan ada yang mengalami patah tulang.

“Korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kemayoran. Sudah ditangani semua. Usia kabel diduga jadi penyebab jatuhnya lift,” pungkasnya.

(Ari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s