Home » Kualitas Air dan sungai » Jabodetabek Tercemar Limbah Aki

Jabodetabek Tercemar Limbah Aki

Serem nih !
Koran Tempo
JUM AT, 18 DESEMBER 2015

JAKARTA – Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) mencatat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi sebagai wilayah yang rawan terpapar timbel dari aki bekas yang dilebur untuk menghasilkan balok timbel atau timah hitam. Hasil peleburan tersebut merupakan bahan baku industri baterai, cat, pipa, kaca, pemberat pancingan.

Limbah ini berbahaya karena udara dari peleburan aki menyebabkan gangguan saraf, cacat, kerusakan permanen otak, bahkan kematian. “Di Jabodetabek, ada 71 spot yang telah terpapar limbah ini baik di udara maupun tanah,” kata Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Syafrudin, Senin lalu.

Pencemaran terparah menimpa Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Di desa itu, ada puluhan tempat peleburan aki yang beroperasi sejak 1990-an. Akibatnya, lahir anak-anak dengan tingkat kecerdasan rendah dan cacat fisik. Soalnya, kadar timbel di darah mereka mencapai 36,62 mg/dL. Adapun kadar aman hanya 16,2 mg/dL. “Ini terjadi akibat peleburan aki bekas di desa itu berlangsung puluhan tahun,” kata Ahmad.

Dari pengepul, aki dijual hanya Rp 11 ribu per kilogram ke pelebur. Ketika aki sudah dilebur, plastiknya masih bisa dijual. Adapun timah hitamnya bisa laku hingga Rp 25 ribu per kilogram. Karena itu, warga tak keberatan bekerja di tengah kondisi mematikan itu. “Satu tempat pengepul bisa merekrut 20 pekerja, namun mencemari satu kecamatan,” kata Ahmad.

Pencemaran tersebut antara lain terjadi di bekas lokasi peleburan aki di Bojong Indah, Jakarta Barat. Peleburan di daerah itu telah ditutup sepuluh tahun lalu karena warga paham akan bahaya lingkungan yang ditimbulkan. Namun lingkungan masih tercemar akibat sisa-sisa timbel yang ditanam di tanah atau dibuang ke saluran air.

Tempat peleburan di Bojong Indah itu kini menjadi lokasi pengepulan aki, aluminium, dan barang bekas lain. “Sudah enggak boleh lagi sama penduduk di sana,” kata Ubay Ahmad, pemilik tempat pengepulan yang diberi nama CV Shinta itu.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah Djunaedi mengatakan bakal membentuk satuan tugas untuk menindak tempat usaha yang meracuni lingkungan. Satuan tugas ini akan menyisir seluruh kawasan Jakarta untuk menertibkan tempat usaha yang membuang limbah sembarangan. Tempat usaha yang membandel akan ditutup.INDRI MAULIDAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s