Home » Kualitas Transportasi Publik » Metromini Mogok Massal

Metromini Mogok Massal

 

Setan Jalanan Jakarta ini Mogok ?

Bagus !! Mogok aja lue  untuk selama lamanya !!!!

Sudah 2 tahun warga Jakarta menunggu perbaikan Metro Mini.. Manaa hasilnya ?? NOL BESAR! Yang ada korban terus berjatuhan dan mati konyol karena ulah Metro Mini (Keparat) ! Bus Metro Mini yang berjumlah 1672 cocok untuk dijadikan  rumpon . Jangan hanya 138 bus dikandangkan, tapi nantinya ditebus lagi oleh pemilik perorangan Metro Mini dan dibiarkan lepas di jalanan.. SIAPA yang menanggung  kalau jatuh korban jiwa ? PT Metro Mini nya saja tidak jelas.

 

 

Liat wajah wajah sopir/ kernet Metro Mini.. Mirip begal motor atau tukang copet khan .

Mungkin Ikuti #Savegojek, Sopir Metromini Gelar #SaveMetromini di Blok MFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

 

JAKARTA, KOMPAS — Hari Sabtu (19/12) ini, pengusaha dan awak bus metromini mulai melaksanakan mogok massal. Mogok massal ini direncanakan terus berlangsung hingga pekan depan. Dari pantauan sementara, belum semua metromini mogok. Masih ada beberapa jurusan seperti Blok M-Ciledug yang beroperasi. Akan tetapi, keberadaan bus-bus sedang bercat dominasi oranye ini memang tidak sebanyak biasanya.

Angkutan umum metromini di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (17/12). Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus keberadaan metromini terhambat regulasi bahwa penghapusan metromini merupakan wewenang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pemprov DKI Jakarta hanya dapat memaksimalkan pengawasan atas izin trayek.
KOMPAS/RADITYA HELABUMIAngkutan umum metromini di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (17/12). Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus keberadaan metromini terhambat regulasi bahwa penghapusan metromini merupakan wewenang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pemprov DKI Jakarta hanya dapat memaksimalkan pengawasan atas izin trayek.

“Kabarnya memang metromini mau mogok. Beruntung saya masih dapat ini satu untuk ke Blok M,” kata Riyadi, salah satu penumpang metromini yang ditemui di Kebayoran Lama, pagi tadi.

Bus yang ditumpangi Riyadi tengah ngetem di ujung jalan layang Kebayoran Lama. Biasanya, di lokasi itu bisa ada lebih dari tiga bus berjajar menunggu penumpang. Namun, pagi tadi sekitar pukul 09.00 hanya terlihat dua bus sedang sedang ngetem.

Salah satu koordinator aksi mogok metromini, Ito, dalam pesan singkatnya menjelaskan, bus yang mogok hari ini baru metromini T42 , T52, T506, dan T47. “Akan tidak operasi selama waktu tidak ditentukan,” kata sopir sekaligus karyawan PT Metro Mini itu.

Ito mengabarkan, hari ini sejumlah pemilik dan pengusaha metromini Jakarta Timur akan berkumpul di kawasan Pondok Kopi.

Aksi para awak bus dan pengusaha metromini ini terkait upaya penertiban oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta terhadap semua bus sedang yang bobrok dan tidak layak beroperasi. Penertiban ini dilakukan setelah beberapa kali terjadi tabrakan maut melibatkan bus-bus sedang yang bobrok.

Transjakarta bermasalah

content

Terkait dengan tudingan pihak PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono menolak disebut menghambat pencairan dana subsidi (public service obligation/PSO) dan penyertaan modal pemerintah (PMP) kepada badan usaha milik daerah yang mengelola transjakarta tersebut.

Heru menyatakan, hal ini untuk menanggapi pernyataan Direktur Utama PT Transjakarta ANS Kosasih, Kamis (17/12) malam. Kosasih menuding ada pihak-pihak yang sengaja memperlambat pencairan dana penyertaan modal, subsidi, serta penyerahan aset kepada pihaknya. Situasi itu menyulitkan Badan Usaha Milik Daerah tersebut mengembangkan usaha terutama terkait penambahan dan peremajaan bus.

Padahal, penambahan bus tersebut diharapkan segera diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan warga akan transportasi umum yang layak dan aman di tengah sorotan terkait bobroknya kualitas angkutan umum di Ibu Kota saat ini.

Menurut Heru, Jumat (18/12), pencairan PMP terikat pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 52 Tahun 2012 yang intinya PMP harus disertai penilaian oleh penasihat investasi. Adapun dana PSO berpedoman pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pemberian Subsidi yang Bersumber dari APBD kepada PT Transjakarta terkait Kewajiban Pelayanan Publik.

Pencairan PSO hanya bisa dilakukan setelah ada perjanjian kerja sama antara Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI dengan PT Transjakarta. Padahal, perjanjian baru ditandatangani 21 Oktober 2015.

Selain itu, PSO juga mensyaratkan rekomendasi alokasi PSO dari Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta. Surat ini baru terbit 20 Oktober 2015. “PT Transjakarta harus membuat tagihan PSO ke BPKAD untuk pencairan PSO. Namun, surat tagihan itu baru diajukan 14 Desember 2015,” kata Heru.

Awak bus sedang seperti metromini dan Kopaja mendatangi pul bus Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (18/12). Mereka menuntut bus-bus mereka yang dikandangan untuk segera dibebaskan.
KOMPAS/PRIYOMBODOAwak bus sedang seperti metromini dan Kopaja mendatangi pul bus Dinas Perhubungan DKI Jakarta di Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (18/12). Mereka menuntut bus-bus mereka yang dikandangan untuk segera dibebaskan.

Terkait penyerahan aset daerah, kata Heru, pihaknya meminta penghitungan ulang. Sebab, nilai aset hasil penghitungan oleh kantor jasa penilai publik sebesar Rp 1,3 triliun terlalu kecil. Oleh karena itu, BPKAD memeriksa ulang aset-aset yang akan diserahkan itu melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). Proses ini kini mencapai sekitar 50 persen.

Menurut Heru, PT Transjakarta sebenarnya bisa berpatokan pada Surat Keputusan Gubernur 1006 Tahun 2015 tentang Pemanfaatan Barang Milik Pemprov DKI Jakarta oleh PT Transjakarta. Dengan jaminan tertulis dari pemerintah daerah, PT Transjakarta bisa menggunakannya sebagai agunan untuk menambah pendanaan.

Sejumlah bukti

Sebelumnya, Kosasih memaparkan sejumlah bukti yang menurut dia menunjukkan ada kesan kesengajaan untuk menghambat pengembangan transjakarta. Pertama, PMP tahun 2015, yang direncanakan Rp 1 triliun, hingga kini belum cair. Demikian pula anggaran PSO. Proses penyerahan aset daerah kepada perusahaan juga belum tuntas meski dimulai sejak peralihan transjakarta dari badan layanan umum menjadi badan usaha milik daerah tahun 2014.

PMP tahun 2014, kata Kosasih, juga baru dicairkan pada 17 Desember 2014. Seluruh dana itu digunakan tahun 2015, termasuk untuk membeli bus baru merek Scania dan membayar operator rutin setiap bulan. “Selama 2015 kami mencoba cari pendanaan untuk membeli bus lebih banyak, tetapi tidak bisa karena tidak ada agunan, baik dana maupun aset,” ungkapnya.

Menurut Kosasih, dana PMP 2014 tidak bisa dijadikan agunan karena tidak bisa dikunci di bank. Sebab, setiap bulan terpakai untuk membayar operator dan membiayai operasional perusahaan. Pihaknya pernah mencoba ke Bank DKI, tetapi gagal karena ketidakjelasan aset dan dana yang bisa dikunci yang menjadi syarat Bank Indonesia.

Di sisi lain, upaya penambahan bus melalui jasa layanan operator di katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Namun, penyedia jasa yang terdaftar di katalog terbatas jumlahnya. Upaya ini baru berhasil belakangan dengan bergabungnya 320 bus sedang untuk pengumpan yang dioperasikan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja).

Sejauh ini baru Kopaja yang terdaftar di LKPP. Empat operator bus kota lain yang terdaftar di DKI Jakarta, yakni Metromini, Kopami, Dian Mitra, dan Koantas Bima, belum masuk ke LKPP meski telah berulang didorong agar bisa bergabung di bawah pengelolaan PT Transjakarta.

+++++

Sabtu 19 Dec 2015, 13:06 WIB

Metromini Mogok Beroperasi, Kadishub: Mungkin Takut!

Aditya Mardiastuti – detikNews
Metromini Mogok Beroperasi, Kadishub: Mungkin Takut!Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Jakarta – Bus Metromini mendadak hilang dari peredaran alias tidak beroperasi. Aksi ini membuat Kadishub DKI Andri Yansyah bertanya-tanya.

“Dia (metromini)nggak beroperasi saya baru tahu. Mungkin pasca penertiban membuat mereka tidak operasi mungkin takut. kita tidak tahu mungkin juga dia tidak operasi karena akan memperbaiki kelayakannya,” kata Andri.

Hal ini disampaikan Andri usai menghadiri rapat paripurna tentang tanggapan dan penjelasan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terhadap Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Pidato Gubernur tentang Nota Keuangan dan RAPBD 2016 di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2015)

Andri mengatakan pihaknya sebagai regulator mengajak operator Metromini untuk ikut menerapkan menerapkan sistem bayaran rupiah/km.

“Tapi kami tidak bisa menunggu. Kalau seumpama nggak sanggup Rp/km karena hilang di LKPP. Menyiapkan bus untuk mengganti rute-rute yang ditertibkan. Kami mengajak kalau mau dengan Rp/km kita tawarkan untuk peningkatan layanan transportasi. Kita tunggu damai 2 orang, mereka bilang damai mana sampai sekarang SK dari Kementerian Hukum belum ada. Rp/km pakai PSO pakai uang negara karena pakai uang negara kontraknya harus jelas, operator jelas, manajemen sehat, ini kan terkait keselamatan dan kenyamanan penumpang Metromini,” papar Andri. 

“Ini kan kita kerjasama sama kubu siapa belum jelas. Dia juga masih bermasalah. Kayak saya (kerjasama) dengan Kopaja jelas. Dia sehat. nantinya juga akan dianalisa semuanya tentang kesehatan perusahaannya dia. Nggak boleh dong harus betul-betul sehat,” imbuhnya. 
(aan/fdn)

++++

Bagus mogok aja untuk selamanya !

Mungkin Ikuti #Savegojek, Sopir Metromini Gelar #SaveMetromini di Blok M

Ahmad Masaul Khoiri – detikNews
Mungkin Ikuti #Savegojek, Sopir Metromini Gelar #SaveMetromini di Blok MFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Jakarta -Tak banyak Metromini yang lalu lalang di Terminal Blok M hari ini. Kebanyakan mereka melakukan mogok operasi karena memprotes penindakan Dishub DKI yang mengandangkan armada tak laik jalan. 

Hingga pukul 14.10 WIB, Sabtu (19/12/2015), hanya ada Metromini 75 rute Pasar Minggu-Blok M yang terlihat melintas di terminal. Itu pun jumlahnya hanya hitungan jari. Sedangkan Metromini 69 Blok M-Ciledug dan Metromini 610 Blok M-Pondok Labu tak terlihat di terminal ini. 

(Baca juga: Metromini Menghilang di Terminal Blok M, Penumpang Kebingungan)

Terminal Blok M Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Pada sekitar pukul 12.00 WIB, ada sejumlah sopir yang memaksa sopir lainnya untuk ikut mogok. Mereka juga meminta penumpang turun di depan terminal. 

“Kita di sini sweeping Metromini yang lain supaya enggak narik. Semalam kita sudah koordinasi semua sopir tapi masih ada yang curi-curi kesempatan buat narik. Kalau bersama ya bersama lah. Apa mereka merasa sudah lengkap dan baik busnya. Ya gak bisa gitu, harus satu tujuan?” tutur Yusman sopir Metromini 610 yang ikut aksi.

Dalam aksinya mereka juga membawa karton bertuliskan ‘Kami sopir Metromini, kami kelaparan. Tolong Pak Gubernur, kami jiwa pekerja bukan jiwa kriminalitas’. 

(Baca juga: 20 Sopir Metromini Menunggu di Terminal Blok M Ajak Sopir Lain Mogok)

Bukan cuma itu ada juga yang membawa kardus untuk meminta duit sumbangan. #SaveMetroMini, begitu yang coba disuarakan para sopir dan kenek ini melalui tulisan. “Gimana masa depan kami?” gugat mereka. Mungkin tagar #savemetromini ini mengikuti gerakan #savegojek yang banyak didukung publik ketika muncul larangan operasional.

Mencegah sweeping terhadap sopir Metromini berlanjut, sekitar 10 personel Polsek Kebayoran Baru melakukan pengawalan. “Mereka (sopir) ke sini untuk mengingatkan sesama rekannya supaya enggak narik. Sekarang saya suruh pulang karena kalau ada yang perlu disampaikan, ke kantor gubernur sana,” kata Ipda Agus Prasetya.

(Baca juga: Petugas Gencar Razia Bus Reyot, Metromini Sepi di Terminal Blok M)

Terminal Blok M, Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi (Kadishubtrans) DKI Andri Yansyah menyebut pihaknya sampai dengan saat ini sudah mengandangkan 189 bus Metromini. 

Namun Direktur PT Metromini Nofrialdi menyebut sudah ada sekitar 200 Metromini yang dikandangkan karena tak laik jalan dan tidak lengkap surat kendaraannya. “Sekarang ini diperkirakan paling banyak 1.500 -1.600 armada Metromini yang beroperasi,” katanya. 

Andri memang menegaskan penertiban terhadap angkutan umum akan terus dilakukan. Keselamatan dan kenyamanan penumpang harus jadi prioritas dalam layanan transportasi publik. “”Kita tetap lakukan penertiban secara terus menerus,” ujarnya.

Terminal Blok M, Jaksel, Sabtu (19/12/2015). Foto: Ahmad Masaul Khoiri

(fdn/dra)

+++++

Ahok Bakal Ajak Sopir Metro Mini Gabung Kopami dan Kopaja

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 19:24 WIB

Ahok Bakal Ajak Sopir Metro Mini Gabung Kopami dan Kopaja

Metromini yang dikandangkan oleh Dinas Perhubungan di Rawa Buaya, Jakarta, 18 Desember 2015. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan tidak bisa membubarkan begitu saja PT Metromini. Kuasa tersebut ada di tangan Kemenkum HAM. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok geram karena pengelola bus Metro Mini hingga kini tak mau bergabung dengan manajemen Transjakarta. 

Ahok mengatakan dirinya tidak akan segan mengajak sopir Metro Mini untuk bergabung dengan Kopami dan Kopaja. “Saya akan ajak gabung sopir-sopir terbaik mereka,” ujarnya saat ditemuiTempo, di Balai Kota, Jakarta, Sabtu, 19 Desember 2015.

Selain itu, pihaknya mengaku siap bersaing dengan Metro Mini dalam mengelola transportasi untuk kepentingan masyarakat. “Ayo bersaing saja. Kamu pasti bangkrut bersaing sama Pemda, kita mau kasih gratis kok,” ucapnya.

Menurut Ahok, saat ini baru Kopaja dan Kopami yang sudah terintegrasi dengan Transjakarta, awalnya dia juga berharap Metro Mini pun melakukan hal serupa. “Minggu depan sudah 350 Kopaja yang bergabung,” tuturnya.

Ia menjelaskan, terintegrasinya Metro Mini dengan Transjakarta merupakan bagian solusi untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Tidak hanya itu, nantinya Metro Mini juga akan dibayar dalam bentuk rupiah per kilometer. “Jadi sekalipun gak ada penumpang, tetap kami bayar,” ujarnya.

Selain itu, untuk transportasi yang bergabung di Transjakarta pun akan diberikan kemudahan pelayanan servis berkala untuk kendaraannya. “Kami akan sediakan servis di APTM, udah gitusopir bus juga kami gaji dua setengah kali lipat dari upah minimum pegawai,” ucapnya

ABDUL AZIS

+++++

 

Minggu 20 Dec 2015, 06:29 WIB

Metromini Bakal Mogok Massal, Dishub DKI: Bus Mayasari Gantikan Sementara

Ayunda Windyastuti Savitri – detikNews
Metromini Bakal Mogok Massal, Dishub DKI: Bus Mayasari Gantikan SementaraFoto: Edward/detikcom

Jakarta – Rencananya, bus-bus Metromini bakal mogok massal pada Senin (21/12/2015) besok. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI menyatakan sedang mengusahakan bus-bus dari Mayasari Bakti untuk mengambil alih sementara jalur-jalur yang bakal ditinggal mogok bus-bus reyot Metromini.

“Saya kemarin (18/12) sudah bertemu dengan pihak Mayasari, sekaligus kita membahas masalah APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway), minta mereka mengisi jalur-jalur Metromini yang kita tertibkan,” kata Kepala Dishub DKI Andri Yansyah kepada detikcom, Minggu (20/12/2015).

Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait mogok operasi Metromini nanti, Dishub berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Direktorat Intelijen dan Kemanan Polda Metro Jaya.

“Juga dengan Organda (Organisasi Angkutan Darat). Pukul 09.00 WIB nanti kita rapat bersama membahas masalah ini,” kata Andri.

Untuk jangka waktu lebih panjang, Andri menjelaskan Kementerian Perhubungan juga bakal meluncurkan 1.000 bus. Rencananya sebanyak 500 hingga 600 bus akan dioperasikan oleh Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD), yakni perusahaan BUMN. 

“600 Bus dari Kemenhub itu kita minta dioperasikan di Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. 300 Bus masuk ke koridor Busway, 300 lainnya non Busway di jalur-jalur Metromini yang sudah kita tertibkan,” kata Andri.

Ada pula, rencananya, 200 bus dari Mayasari Bakti yang bakal beroperasi. Namun ratusan bus-bus itu perlu ditunggu kedatangannya.

“Memang prosesnya tidak gampang, tolong masyarakat bersabar karena tidak mungkin lagi mengoperasikan Metromini,” kata dia. 
(dnu/dnu)

_++++\

 

+++++

Asal mangap aja nih celotehan sopir Metro Mini.. dia enak dapet nafkah bagaimana korban yang tewas karena ulah mereka dan kondisi bus yang sudah SANGAT TIDAK layak untuk membawa penumpang.. Mereka (sopir/pengusaha Metro Mini) adalah kumpulan mahluk ASOSIAL ANTI SOSIAL Jakarta , yang hanya memikirkan perut mereka sendiri !!! Cuiih.. pulang ke kampung lue aja deh..

 

Sabtu 19 Dec 2015, 19:24 WIB

Ahok Kandangkan Ratusan Bus Metromini, Bagaimana Kondisi Sopirnya?

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews
Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) sudah berang melihat kelakuan Metromini yang ugal-ugalan. Ratusan bus Metromini dikandangkan. Bagaimana tanggapan para sopir bus Metromini?

“Sudah hampir dua minggu mobil saya dikandangi Dishub DKI Jakarta,” kata Dedi supir Metromini 506 jurusan Kampung Melayu-Pondok Kopi ditemui di lokasi bersandar mereka, Terminal Bayangan Pondok Kopi, Jakarta Timur, Sabtu (19/12/2015).

Dedi mengaku bingung, lantaran mata pencarian nafkah mereka terancam hilang. Untuk sehari-hari dia pun mencari uang dengan cara menarik ojek.

“Saya seketemunya saja, ada motor ya dipakai ngojek, kalau enggak ada cuma bisa mangap saja. Kalau dulu pulang narik Metromini, istri langsung siapin kopi, sekarang yang ada malah dimanyunin. Ya, syukur aja anak dua udah pada kerja, mereka juga ngerti kondisi orang tuanya, tapi malu aja minta sama anak,” paparnya.

Berbeda dengan Deni, Oom (46) mengaku pasrah bus Metromini miliknya dikandangkan. Dia berharap belas kasih ketiga anaknya yang sudah bekerja.

“Kebetulan tiga anak saya sudah bekerja, yang paling kecil umur 4,5 tahun. sehari-hari mengandelkan dari anak saja,” paparnya.

Oom sudah hampir 20 tahun lebih menarik Metromini. Razia angkutan Metromini oleh Dishub membuat dirinya tidak berkutik.

“Saya sudah pasrah, saya baca berita Ahok sudah keras berangus Metromini. Saya penginnya pulang kampung saja, Jakarta keras enggak punya hati untuk orang kecil seperti saya,” tuturnya dengan nada lemas.

Sementara Dasrizal (31) supir Metromini 506 lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Kedua anaknya masih membutuhkan asupan gizi.

“Anak saya masih kecil-kecil belum pada sekolah, ibaratnya masih butuh asupan gizi udah berkembang, Kenyataannya begini satu-satunya penghasilan saya terancam hilang,” ujar pria lulusan STM.

Dia mengaku untuk kehidupan sehari-hari harus jual perabotan rumah tangganya. Sedangkan rumahnya sendiri saja masih mengontrak.
“Baru saja jual handphone buat bayar kontrakan, sekarang persediaan duit tinggal tipis. Kalau masih gini terus saya terpaksa jual televisi buat makan satu minggu ke depan,” pungkasnya.

++++

Organda DKI: Jika Tak Mau Berubah, Selamat Tinggal Metromini

Hafizd Mukti, CNN Indonesia
Senin, 21/12/2015 10:37 WIB
Organda DKI: Jika Tak Mau Berubah, Selamat Tinggal MetrominiMetromini diminta untuk berubah seperti Kopaja, khususnya dengan fasilitas AC dan kendaraan yang laik jalan. (CNN Indonesia/Safir Makk)
Jakarta, CNN Indonesia — Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan tidak terlalu khawatir dengan aksi mogok Metromini hari ini. Lantaran, dengan banyaknya angka kecelakaan lalu lintas terkait angkutan bus kecil itu, pemerintah daerah merasa perlu menjamin penumpang dengan moda transportasi yang layak.

“Wajar banyak yang dikandangin, karena banyak yang sudah tidak layak,” kata Shafruhan kepada CNN Indonesia, Senin (21/12).

Langkah yang perlu diambil Metromini adalah, paling realistis, mengikuti langkah angkutan Kopaja yang mulai bertahap mmelakukan peremajaan angkutan. 

“Jika tidak mau berubah seperti Kopaja, maka selamat tinggal Metro Mini. Mereka akan ditinggalkan penumpang,” jelasnya.

Dari catatan yang didapat Organda DKI Jakarta, setidaknya ada 1600 izin kendaraan Metromini yang telah dicabut Dinas Perhubungan Jakarta. Pencabutan itu didominasi oleh kondisi kendaraan yang tidak laik jalan dan surat-surat yang tidak lengkap.

“Perda itu mengatur 10 tahun sekali harus ada peremajaan. Saat ini, sekitar 1600 itu izinnya dicabut. Tapi beberapa (supir) tetap menggunakan Metromini.”

Diakui Shafruhan tidak mudah untuk bisa membangun moda transportasi yang nyaman juga manusiawi bagi masyarakat, khususnya di Jakarta. Ia memperkirakan, jika pembicaraan dengan pihak pengelola kendaraan berjalan lancar, seharusnya kendaraan untuk semua moda transportasi massal bisa diremajakan dalam tiga tahun.

“Paling lama tiga tahun semua bisa nyaman, peremajaan bertahap di semua moda transportasi. Initnya pembicaraan tetap kami lakukan.”

Dari pantauan CNN Indonesia Tak tampak bus Metromini di beberapa terminal di Jakarta pagi ini. Metromini yang biasa beroperasi di Manggarai, Blok M dan sekitarnya dilaporkan sudah berkumpul di kawasan Pancoran untuk berunjuk rasa.

Sempat ada satu bus Metromini jurusan Pasar Minggu-Manggarai yang mengangkut penumpang. Kenek Metromini tersebut mengatakan, bus tersebut adalah bus satu-satunya yang beroperasi.

Setelah mengantar penumpang ke Manggarai, bus menurutnya akan langsung bergabung dengan bus yang lain untuk mogok beroperasi.

“Kumpul jam delapan di Pancoran,” kata kernet Metromini ini. (pit)

++++
Ini perusahaan jangan lagi diajak kerja sama ! lihat saja statement sang  Direktur PT Metromini ( ASBUN asal klaim)

“Jangan Bilang Kejelekan Metromini Tidak Bisa Ditoleransi”

Minggu, 20 Desember 2015 | 15:07 WIB
KOMPAS/RADITYA HELABUMIAngkutan umum jenis bus ukuran sedang, antara lain metromini dan kopaja, yang terkena razia gabungan kepolisian dan Dinas Perhubungan dikandangkan di pul Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (10/12). Selain kerusakan fisik dan ketidaklayakan bus untuk beroperasi, juga ditemukan pelanggaran seperti sopir yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).
JAKARTA, KOMPAS.com – Manajemen metromini mengakui armadanya sudah berusia cukup tua layaknya orang yang sudah lanjut usia atau lansia. 

Namun, bukan berarti sama sekali tidak ada hal positif dari keberadaan bus metromini. 

“Jangan bilang kejelekan metromini tidak bisa ditoleransi. Belum ada angkutan di Jakarta yang bagus-bagus,” kata Direktur Utama PT Metromini Nofrialdi, Minggu (20/12/2015). 

Dia mengumpamakan, jika seseorang memiliki orangtua yang sudah berumur lanjut, bukan berarti harus dibuang atau ditelantarkan begitu saja. 

Hal yang sama berlaku juga untuk armada bus metromini. Perbaikan bus metromini membutuhkan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. 

Terkait dengan penawaran dari Pemprov DKI, Nofrialdi mengakui, manajemen metromini sudah siap untuk bergabung dengan PT Transjakarta seperti yang ditempuh oleh Kopaja. 

Dia menyebut, jika Pemprov DKI serius ingin membenahi metromini, maka bulan Januari 2016 mendatang, pihaknya sudah bisa mengoperasikan setidaknya 250 unit bus metromini yang kondisinya masih baik. 

“Kalau menyetujui, Januari paling lambat akhir beroperasi. Apakah Pemda menyetujui? Saya minta ke Gubernur, bisa enggak? Kalau dia yang enggak mau, bukan kita yang enggak mau gabung, loh,” kata Nofrialdi. 

Seputar 250 unit bus itu tidak dijelaskan lebih lanjut. Nofrialdi hanya bilang, bus tersebut sudah ada dan siap untuk dioperasikan. 

“Dari mana mobilnya, ah lihat nantilah. Yang penting setuju dulu,” ujar dia. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Transjakarta Antonius NS Kosasih membantah klaim Nofrialdi yang menuturkan sudah menyiapkan ratusan unit bus sedang untuk bergabung dengan PT Transjakarta. 

Menurut Kosasih, bus-bus yang dimaksud oleh Nofrialdi adalah bagian dari 200 unit bus milik Kopaja. Lokasinya ada di Legok, Tangerang. 

Ratusan bus itu rencananya akan digunakan untuk layanan bus transjakarta non-busway, di antaranya melayani stasiun-stasiun yang tidak dilalui koridor busway. Layanan tersebut ditargetkan beroperasi paling cepat awal tahun 2016.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis : Andri Donnal Putera
Editor : Ana Shofiana Syatiri

 

(edo/dnu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s