Home » Jakarta Pedestrian » Drainase Jakarta Selatan Terburuk

Drainase Jakarta Selatan Terburuk

KAMIS, 14 JANUARI 2016

JAKARTA – Hujan dua kali dalam sehari di Jakarta, kemarin, membuat beberapa titik di Ibu Kota terendam air. Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta Bambang Surya Putra mengatakan Jakarta Selatan merupakan wilayah de ngan genangan air terbanyak. Genangan air itu muncul akibat drainase yang buruk. “Waktunya tidak lama, tapi titiknya cukup banyak,” kata dia, kemarin. 

Beberapa ruas jalan, seperti Jalan Mampang Prapatan VIII dan di kolong jalan layang Karet-Casablanca, terendam air. Bambang mengatakan hal yang sama juga terjadi di kawasan Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru. 

Kawasan Petogogan dialiri Kali Krukut. Bambang mengatakan genangan di daerah itu terjadi paling lama tiga jam sejak hujan turun. Kemarin hujan mulai turun sekitar pukul 11.30 WIB. Menurut dia, genangannya sudah surut sebelum pukul 15.00. 

Genangan yang ma yoritas terjadi di wilayah selatan Jakarta dibenarkan Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendarwan. Kontur Jakarta Selatan yang naik-turun lembah membuat aliran air membutuhkan waktu menuju saluran. Soalnya, saluran air juga tertutup sampah. “Sumbatan sampah berarti memperlama genangan,” kata dia. 

Dinas Tata Air, kata Teguh, sudah mengeruk sungai-sungai di Ibu Kota sejak kuartal akhir 2015. Persiapan itu bertujuan supaya sungai mampu menampung meningkatnya debit air di musim hujan. Lain lagi masalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Teguh mengatakan daratan di dua wilayah tersebut lebih rendah daripada permukaan laut. Antisipasi banjir dilakukan dengan mengoptimalkan penggunaan pompa. Itu sebabnya, kata dia, jumlah genangan di kawasan ini lebih sedikit, tapi kedalamannya lebih tinggi. 

Contohnya, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI, adalah genangan di kolong jalan tol Meruya yang mencapai 50 sentimeter. Aktivitas di ruas jalan itu lumpuh. Genangan setinggi 30-40 sentimeter juga terjadi di Jalan H. Sarimun, Kembangan, Jakarta Barat. Genangan di kawasan ini dialirkan ke saluran air dan waduk penampung sementara. Air di waduk kemudian dipompa ke laut. 

Teguh mengatakan pompa yang disiapkan berjumlah 150 unit. Tiap rumah pompa dijaga minimal tiga petugas yang memantau ketinggian bendung di rumah pompa. Mereka bakal berkoordinasi de ngan satuan kerja perangkat daerah lain, s eperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana. 

Selain pompa, daratan di wilayah barat membutuhkan tambahan waduk penampung air seluas 80 hektare. Lokasinya berada di Kamal, Jakarta Utara. Waduk tersebut termasuk program Jakarta Urgent Flood Mitigation Project yang dibiayai oleh Bank Dunia. Pengerjaan proyek itu masih berlangsung dan dikerjakan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tuty Kusumawati optimistis penanganan banjir pada tahun ini lebih baik. Anggaran antisipasi banjir pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2016 juga meningkat menjadi sekitar Rp 4,8 triliun. Tahun lalu, alokasinya hanya Rp 3 triliun. “Penyerapannya pun akan membaik,” kata dia. LINDA HAIRANI


Tip Hadapi Banjir

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat musim hujan. Soalnya, curah hujan akan terus meningkat hingga akhir Februari 2016. Selain banjir dan tanah longsor, hujan beberapa kali berbarengan dengan siklus pasang air laut. 

Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bambang Surya Putra membagikan tip bagi warga Jakarta supaya tetap aman dan selamat selama musim hujan dan banjir. Berikut ini di antaranya: 

– Jangan memaksakan kendaraan melintasi genangan. Tindakan itu berbahaya lantaran genangan tersebut menyulitkan pengendara mendeteksi keberadaan lubang di jalan yang akan dilalui. 

– Jangan berteduh di bawah pohon. Hujan di awal musim kerap disertai angin kencang. Kondisi ini menyebabkan pohon-pohon tua semakin rawan tumbang. 

– Keluarga yang tinggal di daerah rawan banjir sebaiknya mengikuti perkembangan informasi lewat ketua rukun tetangga, media sosial, dan media massa tentang kondisi lingkungannya. 

– Mulai membereskan barang-barang yang akan ikut dievakuasi ataupun yang akan ditinggal dalam rumah. Menunda persiapan ini berarti memperlambat evakuasi yang bisa menyulitkan penduduk lain dan petugas. 

– Memadamkan listrik dan mengunci jendela dan pintu sebelum meninggalkan rumah ke tempat evakuasi. 

– Menghubungi nomor 021-164 untuk memberi atau menanyakan informasi tentang genangan, permintaan pemadaman listrik, dan sebagainya. LINDA HAIRANI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s