Home » kasus » Aset Lahan Pemerintah Jakarta Banyak yang Lepas

Aset Lahan Pemerintah Jakarta Banyak yang Lepas

Koran Tempo
JUM AT, 22 JANUARI 2016

JAKARTA – Badan Pemeriksa Keuangan memberikan predikat wajar dengan pengecualian terhadap laporan keuangan pemerintah Jakarta tahun anggaran 2014. Penyebabnya, ada kepemilikan lahan yang masih dalam sengketa senilai Rp 7,9 triliun. Aset ini berupa 35 titik lahan dengan luas total 1.538.972 meter persegi. 

Dari total luas lahan itu, sebelas aset tanah seluas 67.239 meter persegi dengan nilai Rp 259 miliar sudah bukan milik pemerintah. Lahan itu antara lain berada di Kebayoran Lama, yang saat ini masih digunakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja, senilai Rp 11 miliar.

Lahan itu kini menjadi tempat menampung barang-barang rampasan polisi pamong praja. Kemarin, empat truk terparkir di Jalan Ciputat Raya, Kampung Tanah Kusir, RT 003 RW 003 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Sekitar 100 meter dari truk itu, berbagai gerobak, kayu, serta bekas material bangunan lainnya menumpuk di lahan seluas 2.700 meter persegi.

Anggota Satpol PP, Teguh Cahyono, tak tahu bahwa hak kepemilikan atas lahan itu telah berpindah dari tangan pemerintah ke Siti Sobariyah. “Penggunaan lahan sejak dulu tak ada perubahan,” tuturnya, Rabu lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Heru Budi Hartono mengatakan, untuk menyelamatkan aset tersebut, pemerintah DKI telah meminta semua satuan kerja perangkat daerah melakukan pengawasan, terutama terhadap pihak yang bersengketa dengan pihak ketiga. “Kalau kalah, akibatnya semakin banyak aset yang hilang,” ujarnya, Juni lalu. 

Camat Kebayoran Lama Munjirin pun tak mengetahui lahan tersebut telah berpindah tangan kepada Siti. Dia belum menerima salinan putusan pengadilan yang mengabulkan gugatan Siti. “Faktanya, lahan itu masih digunakan oleh Satpol PP,” ujarnya. Padahal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 1 September 2014 mengabulkan gugatan Siti Sobariyah.

Untuk mencegah hilangnya aset pemerintah DKI, Munjirin menginstruksikan semua lurah mengawasi dan menandai lahan milik pemerintah. “Paling tidak akan kami beri tanda agar masyarakat tahu bahwa lahan itu milik pemerintah DKI,” katanya.GANGSAR PARIKESIT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s