Home » Jakarta Pedestrian » Jakarta Andalkan Waduk Kendalikan Banjir

Jakarta Andalkan Waduk Kendalikan Banjir

Koran Tempo,
JUM AT, 22 JANUARI 2016

JAKARTA – Pemerintah Jakarta mempercepat pembangunan 189 waduk baru di lima wilayah Ibu Kota. Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tak ingin menunda lagi penggalian waduk untuk mengendalikan banjir saat musim hujan hari-hari ini. “Waduk baru dibangun di lahan yang sudah dibebaskan, yang lama juga dibereskan semua,” kata Basuki Tjahaja Purnama, Rabu lalu.

Ia mengakui pembangunan sembilan waduk terhenti sejak 2013 karena pembebasan lahan tak kunjung selesai. Selain itu, Basuki menemukan pencurian alat berat di lahan yang akan digali. “Apalagi dulu mereka maunya alat berat dari swasta. Saya pilih swakelola saja,” kata Basuki.

Kepala Dinas Tata Air Teguh Hendrawan mengatakan pengerukan waduk dimulai pada akhir bulan ini. “Sudah saya catat semua titik mana saja yang sudah dibebaskan, siap gali dan konstruksi,” kata Teguh.

Dinas membuat benteng di sekeliling lahan agar masyarakat tak seenaknya merebut kawasan itu lagi. Sebab, itulah yang membuat penggalian tertunda. Aset lahan ruang terbuka biru ini lalu dilaporkan kepada Badan Pengelola Aset dan Keuangan Daerah. “Tak ada lagi alih permukiman. Jadi, lahan bisa total sebagai resapan air,” kata Teguh.

Jika pembangunan berjalan mulus, menurut Teguh, kawasan terbuka biru di Jakarta bertambah hingga 108 titik. Tercatat 48 titik resapan air yang terdiri atas 23 waduk, 11 embung, 2 situ, dan 12 kali dibangun sepanjang 2016-2017. Sebelumnya, Jakarta mempunyai 60 titik resapan di wilayah selain Jakarta Pusat.

Tiap meter kedalaman waduk diperkirakan bisa menampung 3,4 juta meter kubik. Rata-rata kedalaman waduk sekitar 5 meter.

Pengamat Tata Air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, berpendapat bahwa pembangunan ruang resapan Jakarta sangat terlambat. “Makanya kita tidak bisa mengendalikan banjir dari hulu dan mengatasi kekeringan saat kemarau panjang,” kata dia. Semestinya, kata dia, pemerintah terus menambah waduk atau situ seiring dengan bertambahnya kawasan komersial. “Jangan tunduk saja kepada pemodal,” ujar dia.

Luas total waduk, sungai, dan situ di Jakarta rupanya masih jauh dari standar. “Jakarta cuma punya sekitar 2 persen dari minimal 5 persen di tiap kota,” kata Ali. Di tingkat nasional, Indonesia pun kalah jauh dibanding negara lain seperti India yang memiliki 1.500 waduk, Jepang (3 ribu), dan Cina (21 ribu). Indonesia hanya memiliki 284 waduk.

Tak hanya mencegah banjir, waduk dalam kota juga bisa digunakan sebagai penyimpan cadangan air baku saat musim kemarau lengkap dengan ruang terbuka hijau di sekelilingnya. Sedangkan untuk mencegah limpasan air hujan dari Bogor, ia menyarankan agar pemerintah membangun waduk retensi di Sukamahi dan Ciawi. “Dalam beberapa jam, kita bisa atur limpasan air secara perlahan, terutama saat curah hujan berat karena El Nino,” kata dia.

Tentu saja waduk tak cukup menjadi solusi banjir Jakarta. Waduk hanya salah satu alat mengendalikan limpasan air dari sumbernya: sungai dan drainase yang buruk. Problem Jakarta adalah aliran air yang tak teratur ketika volumenya besar. PUTRI ADITYOWATI


19 Waduk Itu

Dinas Tata Air DKI Jakarta telah menyelesaikan sebagian pembebasan lahan pembangunan waduk di lima wilayah kota kecuali Jakarta Pusat. Waduk tersebut akan menampung air dari aliran tengah dan timur. Berikut ini waduk yang rencananya dibangun pada tahun ini:

Jakarta Timur

1. Waduk Kampung Rambutan 1

2. Waduk Cilangkap, Jl Giri Kencana

3.Waduk Jl Raya Pondok Ranggon

4. Waduk Pondok Ranggon II Kali Sunter Lanjutan Kelurahan Cilangkap dan Pondok Ranggon

5. Waduk Cimanggis

6. Waduk Pondok Ranggon I Kali Sunter Lanjutan Kelurahan Cilangkap dan Pondok Ranggon

7. Waduk Kampung Rambutan

8. Waduk Cilangkap

9. Waduk Rawa Badung

10. Waduk Cipayung, Jl Setu Raya

Jakarta Utara

1. Waduk Sunter Hulu

2. Waduk Marunda

3. Waduk Karang Kendal

Jakarta Selatan

1. Waduk Kelurahan Lebak Bulus

2. Waduk Cilandak Marinir

3. Waduk Brigif

4. Waduk Ulujami

5. Waduk Jagakarsa

6. Waduk Rawa Minyak

Sumber: Dinas Tata Air DKI Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s