Home » keamanan » Tewas dirampok di Metro Mini (lagi lagi )

Tewas dirampok di Metro Mini (lagi lagi )

Dari Angkutan “maut ” sekarang jadi angkutan “setan” !
Minggu 14 Feb 2016, 11:27 WIB

Karyawan Telkom Tewas Usai Dirampok di Metro Mini

Rachmadin Ismail – detikNews
Karyawan Telkom Tewas Usai Dirampok di Metro MiniFoto: Facebook
Jakarta – Bagus Budiwibowo, salah seorang karyawan Telkom yang bekerja di Kebon Sirih, meninggal dunia, Sabtu (13/2) kemarin. Dia tewas setelah menjalani perawatan dua hari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo diduga akibat didorong para perampok dari Metro Mini 640.

Kabar duka ini menyebar di media sosial sejak dua hari lalu. Salah satunya disampaikan oleh Fajar Eri Dianto, rekan kerjanya di Telkom. Dalam statusnya, Fajar menyebut Budi dirampok ketika naik Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang, pada Kamis (11/2). Berikut ceritanya:

“Inna lilahi wa inna ilaihi rojiun atas meninggalnya rekan kami Bagus Budiwibowo. sebagai peringatan agar kita selalu hati-hati dan waspada sbg pengguna angkutan umum metromini khususnya 640
Kemaren sore rekan kami Bagus Budi Wibowo Dinas di TELKOM DSS-PDT ktr Kebon Sirih di rampok di dlm mobil metromini 640…
Berikut sekilas cerita kejadian yg dialami oleh mas bagus budi, yg diceritakan oleh teman saya yg sdh menjenguk. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua utk selalu waspada dan hati2 :
Ternyata Bagus dirampok … diambil HP nya udah pasrah masih didorong sampai jatuh kepala membentur aspal.
Saat itu isi metromini tinggal sopir, kernet, Bagus dan 4 rampok itu . Metromini udah jalan sangat pelan… kernet terlambat menyadari tapi udah tahu kalau 4 orang itu penjahat.
Yg nganterin ke RS ya kernet dan sopir pake metromini itu. 
Kondisi awal masih sadar tapi nyampai RS udah gak sadar. 
Naik metromininya yang jam 17.30… Habis rapat di Gatsu mau ke kantor Gambir utk badminton
Dan sore ini rekan kami menghadap Allah…”

Marketing Communication Manager PT Telkom Pujo Pramono saat dikonfirmasi soal kabar duka ini membenarkannya. Dia mengatakan, kabar tewasnya Bagus sudah diumumkan oleh pihak Telkom. Bahkan pada saat Bagus masih dirawat di ICU, mereka sempat berdoa bersama saat salat Jumat.

“Kabar meninggal itu benar. Sudah diumumkan meninggal Sabtu kemarin. Jenazahnya dibawa ke Kudus,” kata Pujo kepada detikcom, Minggu (14/2/2016).

Pujo tak bisa berkomentar banyak soal kronologi kejadian sebab tidak langsung mendengar cerita tersebut. Yang jelas, dia berharap agar kejadian ini tidak terulang.

Kapolsek Gambir Kompol Bambang Yudhantara Salamun mengatakan masih menyelidiki kasus ini.

Kasus kejahatan di Metro Mini bukan pertama kali terjadi. Sejumlah kasus pencopetan, perampokan sampai pembunuhan kerap muncul. Peristiwa ini biasanya berlangsung saat suasana bus sepi. 
(mad/nwk)

++++++
Minggu 14 Feb 2016, 16:23 WIB

Tewas Dirampok Di Metro Mini

Sopir Metro Mini Masih Diperiksa, Pelaku Perampokan Karyawan Telkom Diburu

Nur Khafifah – detikNews
Sopir Metro Mini Masih Diperiksa, Pelaku Perampokan Karyawan Telkom DiburuSopir Metro Mini (Foto: dok. polisi)
Jakarta – Polisi masih mengusut kasus di Metro Mini 640 yang mengakibatkan karyawan Telkom meninggal dunia. Saat ini sopir bernama Muhammad Sasih (32) dibawa ke Polres Jakarta Pusat.

“Saat ini sopir masih diperiksa di Reserse Polres Jakpus,” ujar Kasubag Humas Polres Jakarta Pusat Kompol Suyatno, Minggu (14/2/2016).

Sebelumnya, Sasih diamankan di kantor Satlantas Polres Jakpus. Ia diperiksa sejak pasca kejadian yakni hari Kamis (11/2) lalu.

Dalam keterangannya kepada polisi, Sasih mengaku tak tahu apa yang menyebabkan karyawan Telkom bernama Bagus Budi Wibowo (41) terjatuh dari Metro Mini. Ia hanya mendengar suara penumpang lain yang berteriak ‘maju maju maju’. Namun karena melihat dari kaca spion ada penumpang jatuh, ia memelankan laju Metro Mini.

Metro Mini yang diamankan (foto: Nur Khafifah/detikcom)

Sasih melihat empat orang yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Bagus langsung turun dari Metro Mini yang dikemudikannya. Mereka naik Kopaja 502 yang mengarah ke Monas.

Sementara itu, Sasih, kernet dan seorang polisi lantas langsung melarikan Bagus ke RS Budi Kemuliaan. Karena IGD di RS Budi Kemuliaan penuh, mereka membawanya ke RSCM. Dua hari kemudian, Bagus meninggal karena luka di kepalanya terlalu parah.

Lokasi jatuhnya Bagus (dok. polisi)

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Belum diketahui siapa pelaku yang menyebabkan Manager Wireless Product Divisi Service dan Solution Telkom tersebut terjatuh dari Metro Mini.

“Kami masih selidiki kasus ini,” ujar Suyatno. 
(mad/mad)

+++++
Minggu 14 Feb 2016, 16:38 WIB

Naik Metro Mini 640, Waspadai Zona ‘Kekuasaan’ Copet di Jalur Karet-Thamrin

Yulida Medistiara – detikNews
Naik Metro Mini 640, Waspadai Zona Kekuasaan Copet di Jalur Karet-ThamrinFoto: Dok Polsek Gambir
Jakarta – Sopir Metro Mini 640 sebenarnya tahu mana copet atau rampok dan penumpang biasa. Namun mereka mengaku takut, diancam hingga sama-sama cari makan.

detikcom mencoba naik Metro Mini 640 rute Pasar Minggu-Tanah Abang, tepatnya naik di kawasan Bendungan Hilir (Benhil) di Jalan Jenderal Sudirman hingga depan Gedung Kementerian Agama (Kemenag) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Minggu (14/2/2016) siang menjelang sore ini, sekitar pukul 14.00 WIB.

Suasana di dalam bus Metro Mini yang dinaiki detikcom saat itu tidak begitu ramai. Hanya ada sekitar 13 orang, 4 laki-laki dan 7 perempuan, plus sopir dan kernet. Menurut sopir Metro Mini 640 yang dinaiki, banyak sekali kawanan copet atau rampok di rute bus tanggung itu.

“Emang sih di sini banyak banget copet, biasanya mereka 7-8 orang. Ramai-ramai gitu pura-pura nggak kenal. Mereka selalu kerja sama, nggak pernah beraksi sendirian,” tutur sopir itu saat berbincang dengan detikcom di dalam bus yang dikemudikannya.

Menurut si sopir, sebenarnya kawanan copet atau rampok memiliki ciri-ciri tersendiri. Misalnya, pindah tempat duduk, suka menghalang-halangi jalan bila penumpang mau turun dan mengalihkan perhatian penumpang.

“Nanti temannya yang belakang mengambil HP atau barang di (dalam) tas terus dioper ke belakang. Abis itu nggak bisa nuduh, kan soalnya banyak orang yang mau turun,” jelasnya.

Nah, bila ada penumpang yang mau turun juga, ada beberapa kawanan copet dan rampok itu pura-pura mau turun juga. Kemudian, menghalang-halangi penumpang untuk tujuan mengambil barang.

“Kalau nggak dapat ya nanti dia duduk lagi. Tapi duduknya tuh pindah-pindah. Nggak pernah nggak pindah-pindah. Selalu mepet penumpang yang mau turun.
Biasanya mereka naik barengan, tapi turunnya bisa misah-misah. Mereka pura-pura nggak kenal satu sama lain. Banyak yang bapak-bapak dan aki-aki (kakek-kakek-red) gitu,” celotehnya.

Meski tahu dan bisa membedakan kawanan copet/rampok dan penumpang, dia mengaku tak berani memberikan peringatan pada para penumpang. Alasannya, takut dan pernah diancam kawanan kriminal itu.

“Sebenernya kita udah tahu sih kalau misalnya itu copet tapi takut untuk bilang misalnya ‘Mbak awas hati-hati barang-barangnya ke penumpang’. Soalnya kita nggak berani untuk kasih tahu ke orangnya gitu. Pernah mereka (kawanan copet/rampok-red) waktu itu ngelemparin jendela sampai pecah,” jelasnya.

Si sopir Metro Mini mengaku juga mengetahui ‘daerah kekuasaan’ kawanan copet dan rampok ini. Lama-lama, sopir ini memaklumi kelakuan kriminal itu.

“Ini kan daerah kekuasan dia (copet/rampok) dari Karet sampai Thamrin. Ya kita sama-sama cari makanlah. Ini kan daerah kekuasaannya dia,” jelas si sopir.

Biasanya, kawanan copet itu naik dari bawah Jembatan Karet, sekitar halte busway Karet dan halte busway Dukuh Atas untuk Metro Mini 640 rute Pasar Minggu-Tanah Abang. Sedangkan rute sebaliknya, Tanah Abang-Pasar Minggu, kawanan copet biasanya naik dari kawasan Sarinah.
(nwk/mad)

+++++++++++++++
Minggu 14 Feb 2016, 15:27 WIB

Curhat Para Penumpang Soal Kawanan Rampok dalam Metro Mini 640

Nograhany Widhi K – detikNews
Curhat Para Penumpang Soal Kawanan Rampok dalam Metro Mini 640Foto: Dok Polsek Gambir

Jakarta – Bagus Budiwibowo tewas diduga didorong kawanan rampok dari Metro Mini 640 rute Pasar Minggu-Tanah Abang. Bagaimana pengalaman penumpang Metro Mini 640 lain?

Febri, pembaca detikcom yang sudah menjadi penumpang Metro Mini 640 selama 12 tahun ini mengamati bahwa kawanan rampok ini memiliki pola tertentu. 

“Berdasarkan pengalaman, para pencopet ini sering berkumpul dan naik Metro Mini 640 di depan halte Benhil sebelum Universitas Atmajaya, kadangkala terdiri dari beberapa kelompok, 3 sampai 4 orang. Ada yang naik Kopaja 19 (arah ke blok M), atau Metro Mini 640 (arah ke Pasar Minggu). Namun kadangkala mereka naik Metro Mini 640 sebelum flyover di perempatan Rasuna Said dan Gatot Subroto,” demikian penjelasan Febri melalui email redaksi detikcom, Minggu (14/2/2016). 

Ada satu pengalaman tak terlupakan yang dibagikan Febri, yakni saat sekelompok pencopet berusaha menghentikan Metro Mini 640 sebelum flyover perempatan Jalan HR Rasuna Said dan Gatot Subroto dengan memasang badan di tengah jalan. Para pencopet itu mencoba menghentikan Metromini di mana tak banyak penumpang yang ada didalamnya. 

“Karena kesigapan sopir, sopir menghindari pencopet dengan membanting setir ke kanan, dan langsung tancap gas, karena pak sopir tahu keempat orang tersebut adalah pencopet. Semua penumpang saat itu mengucapkan terima kasih karena keberanian sopir mengambil tindakan tersebut maka seisi penumpang terselamatkan,” jelas dia. 

Pengalaman lain, karena seringkali menggunakan moda transportasi ini, Febri jadi mengetahui mana penumpang yang copet dan mana yang bukan. Febri melihat kebiasaan copet yang sekitar 3 orang yang naik Metro Mini dari Halte Komdak (Polda Metro Jaya) selalu berdiri di depan pintu depan dan belakang. 

“Dengan beraninya mereka memamerkan kepiawaian mereka mencopet. Akibat situasi tidak nyaman saat itu, saya memutuskan untuk turun di halte LIPI, namun pencopet tersebut mencoba menghalangi saya untuk turun, tapi dengan keberanian yang ada maka sayapun menegur pencopet tersebut dengan keras dan tegas, sehingga dia mengurungkan niatnya untuk mengambil barang yang bukan haknya,” tandas Febri. 

Formasi kawanan rampok dan copet yang ada di pintu depan maupun belakang ini juga diungkapkan pembaca detikcom lain, A Hatminto. Hatminto sering melihat kawanan copet di Metro Mini 640 bila pagi. 

“Incarannya penumpang KRL di Stasiun Sudirman ke Semanggi.Biasanya (satu) kelompok 5 atau 6 orang. Ada yang tugas halang pintu dan mepet penumpang. Saya pernah hampir jadi korban. Hati hati bila bus kosong, biasanya mereka duduk menyebar,” tulis Hatminto pada redaksi detikcom.

Formasi kawanan copet dan rampok yang suka ‘menjaga’ pintu depan dan belakang bus tanggung ini juga dikuatkan Ferry. Ferry pernah melihat aksi pencopetan di Metro Mini 640 tahun 2009 lalu. Saat itu dia naik Metro Mini 640 dari depan Menara Jamsostek di Jalan Gatot Subroto, hendak menuju kantornya di kawasan Jalan Jenderal Sudirman. 

“Pas berhenti di depan jembatan LIPI, komplotan copet berjumlah 3 orang naik saat Metro Mini penuh. Ketika sampai Halte Karet dekat Hotel Le Meridien mereka membentuk formasi. Satu eksekutor, satu jaga pintu belakang, satu di pintu depan. Ada bapak disilet tasnya di dekat pintu depan oleh eksekutornya. Yang di pintu belakang teriak-teriak alihkan perhatian penumpang lainnya. Alhasil, mereka dapat isi tas dan kabur begitu saja ke arah Karet Tengsin. Saya tidak berani teriak karena mereka membawa sajam dan mungkin saja mereka bisa nekat,” aku Ferry dalam emailnya ke redaksi detikcom.

(nwk/mad)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s