Home » keamanan » Pak Ahok, Sampai Kapan Penikmat Angkutan Umum Seperti Bagus Jadi Korban?

Pak Ahok, Sampai Kapan Penikmat Angkutan Umum Seperti Bagus Jadi Korban?

Senin 15 Feb 2016, 10:31 WIBMisteri Kematian Karyawan Telkom

Rachmadin Ismail – detikNewsFoto: Ilustrator: Mindra PurnomoFOKUS BERITA:Bagus Tewas Kecelakaan atau Dirampok?Jakarta – Imbauan pemerintah untuk naik angkutan umum agar mengurangi kemacetan sering digaungkan. Namun kenyataannya, mereka yang mengikuti anjuran tersebut malah harus berhadapan dengan risiko kecelakaan, hilangnya kenyamanan, bahkan berpotensi jadi korban kejahatan. Masihkah anjuran tersebut layak diikuti?Kasus kematian Manager Wireless Product Divisi Service Solution PT Telkom, Bagus Budiwibowo (41), menjadi gambaran wajah angkutan umum di Jakarta. Apa pun penyebabnya, apakah dia jatuh karena kelalaian sopir Metro Mini 640, atau didorong oleh perampok di dalam bus, yang pasti ada masalah serius di pengelolaan Metro Mini Jakarta.Bagus saat jatuh (foto: gunawan)Bila pengakuan sopir Metro Mini, Muhammad Sasih, benar, maka ada kesalahan dari caranya mengemudi dan jaminan keselamatan penumpang. Namun bila dugaan perampokan terbukti, maka ada masalah yang lebih besar, yakni hilangnya rasa aman masyarakat di dalam angkutan umum.Menyikapi hal ini, rekan Bagus Budi di Telkom menginisiasi sebuah petisi yang ditujukan kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka meminta agar Ahok memenuhi tiga unsur dalam pelayanan angkutan publik yakni: ketersediaan, kenyamanan dan keamanan. Unsur keamanan itu yang jadi sorotan, terutama setelah kematian Bagus.”Untuk itu kami mendorong pihak pemangku kepentingan, dalam hal ini Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya, untuk dapat lebih meningkatkan upayanya untuk memberikan jaminan rasa aman bagi pengguna transportasi publik. Perhatian lebih harus diberikan kepada Metro Mini karena memang sudah banyak masalah yang disebabkan oleh moda transportasi yang satu ini, mulai dari pengemudi yang ugal-ugalan yang menyebabkan kecelakaan hingga tindak kejahatan di dalamnya yang memakan korban jiwa.Kami berharap, rekan kami Bagus Budiwibowo, menjadi martir terakhir demi terciptanya transportasi publik yang aman dan nyaman,” demikian isi petikan petisi yang digagas Mochamad James tersebut.Hingga pukul 10.35 WIB, Senin (15/2/2016), petisi tersebut sudah ditandatangani oleh sekitar 4.115 pendukung. Jumlahnya diprediksi akan terus bertambah seiring dengan maraknya kasus kejahatan di angkutan umum, terutama di Metro Mini 640.Bagaimana pendapat Anda? (mad/nrl)

 

++++++

Sopir Metro Mini yang Tewaskan Karyawan Telkom Resmi Ditahan

By

on 15 Feb 2016 at 19:13 WIB

Liputan6.com, Jakarta – Pengemudi Metro Mini B 7477 NP Muhamad Sasih (33) resmi ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga lalai mengemudikan kendaraan dan menyebabkan karyawan PT Telkom Bagus Budiwibowo (33) terjatuh dari bus itu hingga meninggal dunia.

“Pengemudi sudah kami tetapkan sebagai tersangka, sementara kernet berstatus saksi,” jelas Kanit Laka Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Bremen Enrico, kepada Liputan6.com di Jakarta, Senin (15/2/2016).

Penetapan tersangka Sasih terhitung sejak Minggu malam 14 Februari 2016, saat ia dan keneknya Muhamad Endang (35) mengakui Bagus jatuh dari Metro Mini karena terpeleset permukaan bus yang licin. Bukan karena didorong perampok seperti pengakuan mereka sebelumnya.

“Kasus ini murni kecelakaan lalu lintas. Karena itu sejak semalam kasus Metromini dari Reserse dilimpahkan ke Unit Laka (kecelakaan) Polres Jakarta Pusat (Jakpus) karena pengemudi mengaku dia memberikan keterangan atau alibi palsu tentang kronologi tewasnya korban” ujar Bremen.

Bremen menjelaskan, Sasih tidak melajukan Metro Mini dengan cepat kala Bagus terjatuh. Kecepatan hanya sekitar 10-20 km/jam. Namun korban tersentak ke arah belakang saat Sasih menginjak pedal gas hingga terpeleset dan jatuh.

“Penetapan (tersangka) berdasarkan dua alat bukti (yaitu) keterangan kematian korban dari dokter dan pengakuan tersangka. Saat itu Metro Mini kecepatannya 10-20 km/jam. Tidak ngebut kok, tapi korban tersentak ke belakang, terpeleset,” tutur Bremen.

Keterangan tersebut menjadi alat bukti polisi untuk menetapkan warga Jalan Batu I Pejaten Timur Pasar Minggu ini sebagai tersangka, di samping keterangan kematian korban yang dikeluarkan dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Sasih dijerat Pasal 310 ayat 4 juncto 124 ayat 1 huruf b Undang-undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman kurungan 6 tahun penjara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s