Home » Jakarta Pedestrian » Grafiti Jadi Petunjuk Perampok

Grafiti Jadi Petunjuk Perampok

Koran Tempo JUM AT, 19 FEBRUARI 2016

 Grafiti Jadi Petunjuk Perampok

DEPOK – Puluhan warga RT 01 RW 5, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok, serentak mengecat tembok rumah masing-masing. Dinding bersih dari coretan. Meski bukan hari libur, mereka tak ingin menunda pekerjaan itu karena khawatir rumahnya menjadi sasaran perampok. Penduduk menduga graffiti itu menjadi petunjuk yang memandu para perampok ke rumah target.

“Sepertinya pencuri sudah tahu kondisi rumah dan lingkungan kami,” ujar Dodi Akbar, 28 tahun, seorang warga RT 01. Rumah Dodi disatroni maling pada Rabu dinihari lalu. Dia menduga perampok itu masuk ke dalam rumah melalui pintu gerbang yang saat itu tak terkunci. Sampai di teras, dia membuka paksa jendela rumah dengan obeng, lalu masuk dan membuka pintu ruang tamu dari dalam.

Dodi, yang malam itu belum tidur, sempat memantau gerak-gerik perampok. Namun, saat pencuri tersebut mengendap-endap menuju kamar orang tuanya, Dodi berteriak “maling”. Teriakan itu membuat perampok kabur. Dodi dan adiknya berusaha mengejar, tapi si perampok melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor bersama rekannya.

Dodi menduga rumahnya sudah lama menjadi target pencurian. Kecurigaan itu bermula dari graffiti berwarna hijau di pagar rumahnya. Bentuknya menyerupai orang dewasa yang sedang menggandeng anak. Saat menyusuri jalan di perumahan, Dodi mendapati coretan lain dengan aksara “WAC” dan tanda panah yang mengarah ke rumahnya. Graffiti itu tersebar di lima titik. “Saya menduga coretan ini terkait satu sama lain,” ujarnya. Tak ada yang tahu siapa pembuat graffiti tersebut.

Ketika menyisir graffiti di RT 01, masyarakat mendapati coretan “WAC” di pagar rumah lainnya. Penduduk sekitar beranggapan WAC adalah singkatan dari women and child. Musababnya, di rumah-rumah tersebut lebih sering dihuni oleh ibu dan anak-anak.

Pencurian bermodus graffiti juga sempat meresahkan warga Buaran, Jakarta Timur, tahun lalu. Kecurigaan bermula dari susunan aksara dan angka di tembok rumah yang menjadi sasaran perampok. Di didindingnya tertulis “PAB2 524 STRONG”, yang sekilas tampak seperti vandalisme biasa. Masyarakat menduga PA adalah simbol untuk menjelaskan rumah dalam “posisi aman”. Sedangkan B2 merujuk pada lokasi rumah yang berada di Blok B nomor 2. Angka 524 memberi informasi tentang waktu yang pas untuk merampok. Adapun kata STRONG bermakna rekomendasi lokasi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Teguh Nugroho mengakui modus baru perampokan dengan petunjuk graffiti. Polisi menduga pelaku kejahatan itu dari kalangan profesional. “Mereka memetakan rumah korban dengan berpura-pura menjadi pengamen, pemulung, atau peminta sumbangan yang tak lain untuk mengidentifikasi sasaran,” ujarnya.

Para “surveyor” ini, menurut Teguh, juga bertugas memasok informasi target dan keadaan suatu perumahan, termasuk strategi melarikan diri. “Masyarakat harus mewaspadai bila ada coretan di dinding rumahnya,” katanya. “Lebih baik dihapus.” IMAM HAMDI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s