Polisi Kejar Dua Sopir Kopaja Kecelakaan Maut

Sopir Metro mini, Kopaja dan bus sejenis memang “bangsat” tidak ada rasa bersalah sama sekali ! 
Kemiskinan mereka jadikan justifikasi untuk berbuat ugal ugalan di jalan raya !
 
www.inilah.comonFollow on Google+
 

 

 
 
 
Headline
Sopir kopaja diburu polisi – (Foto:inilah.com/ilustrasi)
 
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan – Kamis, 5 September 2013 | 15:26 WIB
 
 

INILAH.COM, Jakarta – Polisi masih memburu dua orang sopir Kopaja yang melarikan diri ketika terjadi kecelakaan di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kami masih memburu dua orang sopir kopaja yang melarikan diri,” kata Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Budiyono, Kamis (5/9/2013).

Budiyanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan kedua sopir kopaja yang kabur pascatragedi kecelakaan maut tersebut.

“Mereka harus bertanggungjawab, kami dapat info dari rekannya terkait keberadaan kedua sopir tersebut,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Budiyono, petugas masih terus mencari dan mengejar kedua sopir kopaja itu.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi antara Kopaja 95 jurusan Slipi – Kalideres bernopol B 7357 LE trek-trekan dengan Kopaja 98 jurusan Tomang – Rawa Bokor bernopol B 7762 DG di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (5/9/2013). Seorang kernet dan penumpang Kopaja 95 tewas. [mvi]

 

++++++++++++++++++++

 

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2013 | 15:58 WIB

Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan

Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta – Sopir bus Kopaja kembali membuat ulah. Rabu kemarin, 4 September 2013, dua pengemudi Kopaja berpelat B-7357-LE dan B-7762-DG ugal-ugalan di jalanan dan menyebabkan dua orang tewas serta tiga lainnya luka-luka. 

Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memberikan ampun kepada pengemudi bus yang tidak bertanggung jawab seperti itu. “Kami pasti cabut izin trayeknya,” kata Basuki di Balai Kota Jakarta, Kamis, 5 September. 

Upaya pemerintah Jakarta menertibkan bus sedang seperti Kopaja dan Metromini mulai dari peringatan, dikandangkan, sampai dicabut izin trayeknya ternyata belum membuat para pengemudi jera. Malah, banyak pengemudi bus yang tidak terima dengan upaya pemerintah selama ini. 

“Kami udah kandangin, mereka malah protes. Ini kan bukti, kami tidak lepaskan saja, masih begitu kelakuannya. Kami akan terustangkapin, kok, enggak ada ampun,” ujarnya. (Lihat juga: Salah Manajemen Metromini Jakarta)

Menurut Basuki, ke depannya, harus ada seleksi pengemudi Kopaja ataupun Metromini yang lebih selektif lagi. Sebab, jika tidak mengubah perilaku di jalan raya dan masih menyebabkan korban berjatuhan, pemerintah Jakarta tidak segan-segan segera mencabut izin trayek bus tersebut. 

Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono mengatakan, perilaku pengemudi Kopaja yang ugal-ugalan di jalan raya berarti bisa disimpulkan sementara sebagai human error. Setelah itu, mesti dicek kelengkapan surat izin mengemudi serta surat kendaraan yang digunakannya. “Lihat SIM-nya, bener enggak, uji kir yang dilakukan asli enggak. Kami akan periksa itu. Itulah gunanya razia,” ujar Pristono. 

Ia mengakui selama ini razia terhadap transportasi umum selalu dilakukan. Namun, ia meminta agar pembenahan tidak hanya dilakukan oleh dinas. Tetapi juga diikuti dengan tanggung jawab operator sebagai pemilik bus. 

Untuk pengecekan satu per satu kondisi kendaraan di jalan, katanya, tidak bisa dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Operator mesti turun tangan untuk itu. Peran Dinas, ia menambahkan, hanya pengawasan di hilir atau melakukan tindakan di jalan. 

Pristono mencatat, jumlah bus sedang yang ditangkap setiap hari malah semakin banyak. Sampai sekarang, 2.001 bus telah ditangkap. Dua ratus bus di antaranya telah dikandangkan. Dari angka itu, 116 merupakan bus Metromini, 29 bus Kopaja, dan sisanya dari kendaraan jenis lain. 

Karena itu, ke depannya, pengawasan Dinas Perhubungan di jalan raya akan semakin ditingkatkan. “Sekarang udah kenceng, dikencengin lagi. Polisi dan Dinas terus tangkap-tangkapin,” katanya. 

Peristiwa pengemudi Kopaja ugal-ugalan dan berujung tewasnya dua orang terjadi di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu malam. Awalnya, Kopaja 95 jurusan Slipi-Kalideres dan Kopaja 98 jurusan Tomang-Rawabokor saling mendahului di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Keduanya meluncur dari arah Grogol menuju Cengkareng. Kopaja 95 yang menabrak Kopaja 98, yang ada di depannya, pun rusak. Akibatnya, dua orang tewas, sementara tiga lainnya luka. Semua korban berasal dari Kopaja 95. Yang meninggal adalah kondektur Kopaja 95 dan seorang penumpang bernama Yuliani Rumiris, 19 tahun. 

Operator Metro Mini Harus Berbenah, Jangan Hanya Kejar Setoran

Metro Mini berbenah ??? sudah tidak mungkin !!! Perusahaan itu harus segera dimusnahkan ! Bayangkan dari tahun 1995 tidak pernah ada laporan keuangan dan laporan kinerja. Pengurusnya siapa tidak jelas ! Perusahaan sepertinya dukendalikan gerombolan copet dari Medan 

 

Sabtu, 31/08/2013 08:08 WIB Septiana Ledysia -

detikNews Jakarta – Metro Mini merupakan transportasi umum yang rencananya akan dihentikan pengoperasiannya oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Rencana tersebut seharusnya menjadi evaluasi bagi para operator Metro Mini supaya berbenah. “Kita bisa merubah Metro Mini menjadi lebih baik dengan dibikinkan BUMD. Namun yang terpenting operator harus berbenah jangan cuma kejar setoran doang dan mengabaikan keselamatan. Sudah saatnya berubah,” ujar Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (31/8/2013). Menurut Yayat, sebetulnya untuk kondisi Metro Mini saat ini rasanya susah untuk menarik orang pindah ke transportasi umum. Hal tersebut dikarenakan masyarakat tahu yaitu Metro Mini merupakan transportasi umum yang selalu ugal-ugalan. “Dulu kan Metro Mini merasa nyaman karena ada kongkalingkong, tapi sekarang gubernurnya sudah tegas dan melihat Dishub juga sudah tegas. Maka disinilah dia (Metro Mini-Red) merasa colapse,” ujar Yayat. Yayat mengatakan, pemerintah memang harus cepat dalam melakukan peremajaan terhadap transportasi umum di Jakarta. Karena di negara lain sudah menggunakan transportasi umum yang lebih baik. “Di kota-kota lain sudah ada MRT,” imbuh Yayat. Akibat adanya rencana untuk menghentikan pengoperasian Metro Mini di Jakarta. Ratusan sopir dua kali metromini melakukan demo di depan balaikota dan menuntut agar Metro Mini yang dikandangkan dikeluarkan oleh Dishub. Selain itu, para sopir juga menginginkan agar Kadishub Udar Pristono dicopot dari jabatannya. “Copot saja Udar Pristono! Kami menanti Pak Jokowi,” kata salah seorang orator saat berdemo di depan Balai Kota di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (29/8/2013).

 

++++++++++++++

 

     Jumat, 30/08/2013 07:37 WIB

Polisi Tilang 100 Sopir & Kandangkan 8 Angkutan di Jakarta

 

Mei Amelia R – detikNews

 
 
 
Ilustrasi (Dok.detikcom)

Jakarta – Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan penertiban terhadap angkutan umum. Selama satu hari operasi pada Kamis (29/8), petugas sudah menilang 100 sopir yang melanggar dan mengandangkan 8 unit angkutan umum pelanggar tersebut.

Upaya razia ini dilakukan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Kamis (29/8/2013) pukul 14.00-16.00 WIB.

“Di Terminal Kampung melayu ini dilakukan di dua titik yakni yang mengarah ke selatan dan ke utara,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Hindarsono, Jumat (30/8/2013).

Di Terminal Kampung Melayu arah selatan, petugas menilang 69 pelanggar. Dari angka tersebut, disita 4 lembar Surat Izin Mengemudi (SIM), 56 lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan dan 5 Surat Tanda Uji KIR (STUK).

“Di situ ada 4 kendaraan yang kita kandangkan, yakni 3 unit Kopaja dan 1 unit Mikrolet,” ucapnya.

Selanjutnya di Terminal Kampung Melayu arah utara, petugas menilang 31 pelanggar, yang mana dari mereka disita 1 lembar SIM, 26 lembar STNK dan menahan 4 unit kendaraan terdiri dari 1 unit Kopaja dan 3 unit Mikrolet.

Basuki Akan Pidanakan Massa Metromini Perusak Transjakarta

Setuju Pak Ahok ! Sopir dan pemilik metro mini  “memang bajingan tengik”> mereka hanya memikirkan anak bini mereka sendiri, dan tidak peduli dengan keselamatan para penumpang setia metro mini.

  • Jumat, 30 Agustus 2013 | 21:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan akan membawa kasus perusakan bus transjakarta oleh sopir dan pemilik metromini ke ranah hukum.

“Lapor polisi. Cari sampai ketemu pelakunya. Mesti dipidana orang kayak begitu,” kata Basuki, di Balaikota Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Perusakan itu bermula dari demonstrasi yang dilakukan pemilik dan sopir metromini, di Balaikota DKI, Kamis (29/8/2013). Mereka menuntut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memecat Kepala Dinas Perhubungan karena menyita bus metromini yang tak laik jalan, misalnya bus yang tak memiliki spidometer dan rem tangan. Mereka minta bus mereka dibebaskan dan pengurusan kir dipermudah.

Basuki menjelaskan, insiden terjadi sebelum ia berangkat ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk menjadi pembicara dalam sebuah acara. Menurut Basuki, ketika akan berangkat, seorang demonstran sempat berdialog dengannya.

Dalam dialog itu, lanjut Basuki, demonstran tersebut meminta Pemprov DKI memberikan toleransi berkaitan dengan spidometer dan rem tangan serta membebaskan bus yang disita. Basuki menolak permintaan itu.

Setelah penolakan itu, demonstran merusak kopaja 520 jurusan Kampung Melayu-Tanah Abang dan bus transjakarta.

“Makanya kemarin saya enggak mau temui mereka. Mereka itu sudah anarkistis, kenapa harus ditemui?” tukas Basuki.

Jadikan Metromini rumpon di Kepulauan Seribu, Segera !!

 

 

 

Awak Metromini Anarkistis, Jokowi: Jangan Memikirkan Diri Sendiri Dong!

 

Mulya Nurbilkis – detikNews

 
 

 

Jakarta – Awak Metromini anarkistis dengan memecahkan kaca Kopaja dan merusak bus Transjakarta (TransJ). Gubernur DKI Joko Widodo menyerahkan penindakannya sepenuhnya pada aparat kepolisian.

“Kalau rusak begitu itu sudah urusan polisi. Kaca pecah ditanyain ke Gubernur,” kata Jokwi di rumah makan Sederhana, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (29/8/2013).

Menurutnya, tindakan tegas pada awak Metromini dengan mengandangkan kendaraan yang tidak layak jalan harus dilakukan demi keselamatan penumpang. Segala prosedur pengujian Metromini harus tetap dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Jangan memikirkan dirinya sendiri dong. Penumpang juga dipikir. Itu orangnya lebih banyak. Kita sekarang tertib hukum dan sosial,” lanjutnya.

“Bus jelek kok malah digratisin. Gimana sih? Ini menyangkut keselamatan penumpang,” tegas alumni UGM ini.

Awak Metromini berdemo di depan Balaikota, Jakarta Pusat sejak pagi. Mereka menuntut 140 unit Metromini yang tidak layak jalan dan dikandangkan Dishub DKI untuk dikeluarkan. Mereka memaksa untuk bertemu dengan Jokowi atau Ahok. Namun, karena tidak ditanggapi mereka lantas berhamburan di Jl Medan Merdeka Selatan. Para pendemo merusak kaca Kopaja 520 rute Tanah Abang-Kp Melayu dan bus TransJ

 
 

si Maksimum Bobrok : Metro Mini

Direktur Umum PT Metro Mini TH Panjaitan  harusnya sudah ditangkap polisi, karena menyediakan angkutan berbahaya buat warga. PT Metro Mini dari tahun 1995 tidak pernah ada laporan keuangan dan laporan kinerja. Lebih baik perusahaan ini dibubarkan dan armadanya dikandangkan semua ! PT Metro Mini kelihatannya dikuasai oleh etnis tertentu, tidak heran urusan keuangan dan kinerjanya super bobrok !

Pak Udar bus Metro Mini dan sejenisnya jumlahnya ribuan (6000 an) yang baru dikandangkan “hanya” 120 kendaraan (tidak sampai 10 %).  Ketegasan terhadap Metro Mini jangan hanya untuk urusan pencintraan dong , karena korban berjatuhan setiap harinya

 

 

Metromini, Si “Bobrok” yang Tetap Ditunggu

  • Rabu, 14 Agustus 2013 | 07:54 WIB
Metromini adalah salah satu alternatif kendaraam umum yang diminati warga. Walaupun.kerap ugal-ugalan kendaraan ini dianggap cepat mengantar penumpang ke tujuan, Blok M, Jakarta, Jumat.(26/7/2013). | KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTI
3
294
5


JAKARTA, KOMPAS.com
 - Setiap ada kasus bus umum menabrak warga di jalanan Ibu Kota, kebencian terhadap angkutan itu memuncak. Tak jarang massa membakar bus, atau menghabisi sopirnya, seperti yang terjadi pada Metromini T-50, yang beroperasi di trayek T-47, setelah menabrak tiga siswa SMP di Jalan Pemuda, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa, 23 Juli lalu.

Seiring dengan kecaman publik, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menertibkan angkutan umum tidak laik jalan. Sampai Selasa (13/8) sore, jumlah kendaraan tidak laik jalan yang ditahan Dinas Perhubungan 120 unit, yakni 61 metromini, 12 kopaja, dan sisanya 47 kendaraan dari berbagai jenis, seperti bajaj, angkot, bus besar, dan kendaraan angkutan barang.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, penertiban itu dilakukan untuk menjaga keselamatan penumpangnya. “Aturannya sudah jelas, kendaraan tidak laik jalan tidak boleh beroperasi,” kata Pristono.

Penertiban angkutan ini hampir setiap hari dilakukan di Ibu Kota. Di Jakarta Barat, misalnya, sejak akhir Juli hingga kemarin sudah 36 kendaraan “dikandangkan” di Rawa Buaya, Jakarta Barat, yang terdiri dari 28 metromini dan 8 kopaja.

Khawatir

Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Imam Slamet mengatakan, penertiban sebulan terakhir ini membuat jumlah metromini yang beroperasi di Jakarta Barat turun 40 persen. “Ini menunjukkan Pemprov DKI tidak main-main menertibkan kendaraan tidak laik jalan,” tuturnya.

Garangnya petugas di lapangan membuat pemilik dan sopir resah. Direktur Umum PT Metro Mini TH Panjaitan mendukung penegakan hukum Dinas Perhubungan. Namun, dia meminta agar penertiban itu jangan sampai mematikan operasional pengusaha angkutan.

“Kami ingin tetap hidup. Bukanya kami tidak setuju penertiban, tetapi kami kesulitan mengganti semua suku cadang yang rusak. Apalagi membeli bus baru, harganya terlalu mahal bagi kami,” kata Panjaitan.

Walaupun angkutan bus sedang tertekan, kendaraan ini masih ditunggu penumpangnya. Metromini T-506 (Kampung Melayu-Pondok Kopi), misalnya, setiap jam pulang kerja selalu diburu penumpangnya. Tak sampai 10 menit, semua kursi di bus itu terisi penumpang.

Padahal, kondisi fisik bus itu tidak lebih baik daripada bus- bus yang dikandangkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Bodi bus keropos, catnya kusam, plafonnya rusak, panel di dasbor kemudi tidak berfungsi, serta posisi setir dan bangku sopir tidak simetris. Sementara dari ujung knalpot mengepul asap hitam pekat. Namun, di kaca kanan ruang kemudi tertempel surat tanda uji kelaikan (STUK) yang masih berlaku.

“Hampir setiap hari saya pergi dan pulang kerja naik metromini,” kata Zaini (52), warga Pondok Kopi, Jakarta Timur, yang mengaku ongkos murah jadi alasannya naik metromini. (K08/WIN/NDY)

Koantas Bima terguling

Penertiban angkutan umum Metro Mini, Kopaja dan Koantas Bima  masih belum menuai hasil.
Sopir tidak memiliki SIM dan Kendaraan nya juga sudah tidak layak . Kenapa tidak dilarang saja mereka beroperasi ya.. Pemerintah Daerah seperti tidak ada sense of urgency untuk SEGERA menertibkan angkutan umum Maut ini.  Apakah mereka  menganggap para penumpang kendaraan umum (metro mini cs)  ini binatang??

Bus Koantas Bima Terguling, Lima Penumpang Terluka

Sabtu, 10 Agustus 2013 | 11:09 WIB

Bus Koantas Bima Terguling, Lima Penumpang Terluka

Bus Koantas Bima 102 menglami kecelakaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta, (910/8). TMC Polda Metro Jaya

TEMPO.CO, Jakarta – Bus Koantas Bima B 7819 DG jurusan Ciputat-Tanah Abang terguling di Jalan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 08.50 WIB, Sabtu, 10 Agustus 2013.

Berdasarkan info yang didapat dari TMC Polda Metro jaya, kasus ini sudah mendapat penanganan dari Satwil Jakarta Selatan. Kecelakaan ini mengakibatkan lima orang penumpang dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati. Namun, kondisi lima orang tersebut belum diketahui. Supir bus pun saat ini masih dalam penanganan Polantas Jakarta Selatan. Dan pantauan terbaru, untuk lalu lintas sekitar Pondok Indah, saat ini sudah kembali lancar.

Kecelakaan bus di jalanan yang lengang tak hanya berlangsung di Pondok Indah. Ugal-ugalan, bersaing dalam berebut penumpang dengan bus lain, serta kondisi bus yang tidak layak pakai juga terkadang menjadi penyebab terjadinya sejumlah kecelakaan. Berikut beberapa kecelakaan bus yang terjadi dalam bulan ini

1. Pada Selasa 23 Juli lalu, Metromini 47 jurusan Senen-Pondok Kopi menabrak tiga siswi sekolah menengah pertama (SMP). Satu dari tiga siswi yang menjadi korban, Bennitti Riviilini Mapata, 12 tahun, meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Persahabatan. Sang sopir, Wahib, ternyata tak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

2. Kopaja 88 dengan nomor polisi B 7336 NL terbalik pada Senin, 5 Agustus 2013. Empat orang mengalami luka-luka. Dua di antaranya adalah seorang nenek dan ibu hamil. “Kecelakaan tunggal karena pengemudi out of control,” kata Wakil Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat, Komisaris Budiyono.

3. Kemarin, Kopaja 608 jurusan Tanah Abang-Blok M menabrak pagar sebuah rumah di Jalan Sinabung Raya Nomor 16, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Agustus 2013. “Laki-laki dua orang, sedangkan sisanya perempuan,” kata Panjalu Farid, saksi mata dalam peristiwa itu kepada Tempo.

ANINDYA LEGIA PUTRI | SINGGIH SOARES

Penertiban Bus Tetap Jalan

Jumlah Kendaraan Tak Laik Jalan yang Ditahan Terus Bertambah

JAKARTA, KOMPAS —  Penertiban angkutan umum tidak laik jalan tetap diteruskan. Dari hasil razia di seluruh wilayah Jakarta, petugas menahan 104 angkutan umum dari berbagai jenis. Bukan hanya metromini, penertiban juga dilakukan terhadap semua jenis angkutan umum yang tidak laik jalan.Kendaraan yang ditahan itu terdiri dari 45 metromini, 9 kopaja, serta 48 angkutan umum berbagai jenis meliputi bajaj, taksi, mikrolet, dan bus besar. ”Demi keamanan pelayanan penumpang, tidak ada toleransi lagi. Operasi penertiban terus berlanjut walaupun memasuki Lebaran,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono, Selasa (6/8).

Selain melakukan penertiban di jalan, Dinas Perhubungan Provisi DKI Jakarta juga memperketat uji kir angkutan umum. Petugas tidak menoleransi kendaraan yang tidak memenuhi syarat beroperasi. Bukan hanya itu, pemilik yang kedapatan memalsukan dokumen masa uji akan dipidanakan petugas.

Terkait hal ini, ratusan pengemudi dan pemilik angkutan sempat melakukan protes. Mereka meminta keringanan materi uji kir yang dinilai memberatkan. ”Kami benar-benar tidak ada toleransi kepada mereka yang mengabaikan kelaikan kendaraan,” kata Pristono.

Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait hal itu. Ada pemahaman kesepakatan bersama antara kepolisian dan petugas Dinas Perhubungan mengenai hal itu.

”Dalam waktu dekat, seluruh dokumen pemilik yang memalsukan data masa uji kelaikan kendaraan kami serahkan ke Polda. Sudah ada kerja sama soal itu,” kata Pristono.

Kepala Bidang Pengendalian Operasi Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Sunardi Sinaga mengatakan, penertiban justru perlu ditingkatkan saat Lebaran. Banyak pemilik memanfaatkan situasi ini untuk mengoperasikan kendaraan tidak laik jalan.

”Mereka (pemilik) mengira tidak ada operasi penertiban, makanya masih banyak kendaraan yang tidak laik jalan nekat beroperasi. Karena itu, kami menurunkan tim ke semua wilayah untuk mengawasi pergerakan mereka,” kata Sunardi.

Masa uji habisDari seluruh angkutan yang ditertibkan, sebagian besar habis masa ujinya. Di Terminal Tanjung Priok, sejumlah bus antarkota antarprovinsi tetap jalan meski masa berlaku surat kir-nya habis. Kepala Terminal Tanjung Priok ML Pattikawa mengatakan, petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengecek bus yang masuk ke terminal sejak H-7 atau Kamis (1/8). Beberapa bus masa berlaku kir-nya habis, tetapi kendaraan dinilai masih laik jalan.

”Bus tetap jalan karena memang laik jalan. Kekurangannya hanya masalah administrasi antara lain karena pemilik belum memperpanjang kir. Namun, mayoritas bus yang masuk ke Tanjung Priok laik jalan dan melayani rute jarak pendek, terutama beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat dan Banten,” kata Pattikawa.

Sekitar 150 bus antarkota antarprovinsi masuk ke Terminal Tanjung Priok dalam sehari menjelang Lebaran. Bus-bus itu melayani 22 tujuan, antara lain Rangkasbitung, Balaraja, Serang, Sukabumi, Bogor, Tasikmalaya, Bandung, Cikarang, Wonosobo, Cilacap, Surabaya, dan Madura.

Khusus metromini, sedikitnya enam bus dikandangkan di Tanah Merdeka, Cilincing, Jakaarta Utara. Tiga di antaranya masa berlaku izin kir-nya habis. Sisanya tak laik karena faktor usia dan dinilai tak aman antara lain karena tidak ada spion dan lampu sen, kaca jendela dan pintu pecah, serta bodi keropos.

Manajemen terminal

Tulus Abadi dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia meminta penertiban angkutan umum tak laik jalan terus berlangsung selama mudik Lebaran. Namun, dia meminta Pemprov DKI Jakarta memastikan kecukupan angkutan umum yang memadai dan bisa beroperasi mengangkut penumpang.

”Jika razia angkutan bobrok terus-menerus dan memastikan hanya yang laik yang bisa beroperasi, ini bisa menjadi kampanye bagus agar orang beralih memakai angkutan umum,” kata Tulus.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, menambahkan, upaya penertiban angkutan umum bobrok hendaknya diiringi dengan pembenahan manajemen di terminal-terminal di Jakarta.

”Terminal telah lama menjadi sarang segala bentuk kriminal. Aksi calo tiket yang cukup meresahkan membuat penumpang tidak nyaman masuk terminal,” kata Djoko.

Djoko berharap segera ada kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri. Ketiganya bisa membimbing para kepala daerah agar paham pentingnya mengembangkan transportasi umum.(MKN/NEL/NDY)

 

Sopir Metro Mini Menjerit: Kenapa Kopaja Nggak Dikandangin? ( eh gepe!)

Yang Menjerit itu adalah korban ugal ugalan Metro Mini. Memang yang harus dikandangin adalah : METRO MINI, KOPAJA, KOWANBISATA  semua sama saja preman jalan raya..
Eh Supir Metro Mini , terserah deh lue mau menjerit, teriak, nangis atau muntah muntah..  saya tidak akan menaruh belas kasih pada anda!
Kamis, 01/08/2013 10:09 WIB

Mulya Nurbilkis - detikNews

Jakarta - Seratusan sopir Metro Mini naik pitam memprotes rencana penghapusan armada kesayangannya. Si sopir meminta kejelasan nasib mereka.

“Kenapa hanya Metro Mini yang dikandangkan. Kenapa Kopaja Nggak. Seolah-olah targetnya hanya Metro Mini saja,” kata seorang sopir Metro Mini 62 jurusan Manggarai-Pasar Minggu berapi-api di depan Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2013).

Sopir yang enggan disebutkan namanya itu juga memprotes tudingan uji Kir Metro Mini yang disebut tidak layak. “Siapa yang bilang uji KIR Metro Mini tidak layak,” ujar dia.

Sopir lainnya tidak mau kalah. Mereka mengaku tidak semua sopir Metro Mini bertingkah ugal-ugalan di jalanan.

“Mereka bilang sopir Metro Mini ugal-ugalan. Nggak emua sopir Metro Mini ugal-ugalan,” protes sopir lainnya.

Sopir yang kompak mengenakan seragam kaos dan kemeja warna merah terlihat duduk-duduk di atap kendaraan andalannya. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Jokowi yes, turunkan Pristono dan Saprin”.

Bus warna oranye itu menguasai jalanan mulai dari depan kantor Kementerian BUMN hingga depan Istana Wapres. Arus lalu lintas masih tersendat dari arah Tugu Tani menuju Monas dan arus lalu lintas sebaliknya lancar. Pengendara juga memperlambat lajunya melongok sejenak melihat unjuk rasa sopir metromini.

 

 

++++++++++++++

 

Kamis, 01/08/2013 10:04 WIB

Ini Syarat dari Kadishub Supaya Metro Mini Tidak Dihapus

Dhani Irawan - detikNews
ilustrasi: demo metro mini di depan Balaikota

Jakarta - Ratusan sopir Metro Mini melakukan aksi demo di depan Kantor Balaikota DKI Jakarta menuntut agar Metro Mini tidak dihapuskan oleh Gubernur Jakarta. Kadishub DKI, Udar Pristono menyanggupi permintaan para sopir agar memenuhi tiga syarat.

“Yang pertama memperbaiki manajemen, kedua mengganti manajemen dan yang ketika nanti harus bergabung dengan BUMD,” ujar Udar kepada wartawan setelah pelepasan acara mudik gratis bersama Jasa Raharja di lapangan Parkir Timur Senayan, Kamis (1/8/2013).

Udar mengatakan, tentang kendaraan yang dikandangi memang dikarenakan Metro Mini tersebut tidak memenuhi syarat. “Melanggar amanat UU tidak layak ya kita kandangkan tidak bisa beroperasi,” ujarnya.

Udar mengatakan, untuk nasib para sopir tidak perlu takut tidak akan mendapatkan lapangan pekerjaan jika memang nantinya Metro Mini akan dihapuskan. “Ini ibaratnya kaya sekolah, kalau kepala sekolah brengsek kalau wakilnya juga brengsek itu yang harus diganti. Jadi sopir ibarat anak sekolah jadi tetap bisa sekolah atau bekerja dengan baik,” imbuh Udar.

Aksi demo para sopir Metro Mini di depan Balai Kota makin ramai. Jumlah bus yang terparkir hingga pukul 09.30 WIB, ada sekitar 250-an. Mereka meminta Gubernur DKI Jokowi agar tidak menghapus Metro Mini dari moda transportasi umum.

Berbagai informasi menarik hari ini, saksikan di Reportase Sore pukul 15.00 WIB Hanya diTrans TV

(spt/rvk)

Walau Ugal-ugalan, Metromini Tetap Lebih Diidolakan daripada Transjakarta

Point nya Metro Mini bisa berhenti sembarangan , akibatnya ya gerobak maut ini paling cepat dibandingkan bus lain..

 

  • Penulis :
  • Sonya Suswanti
  • Jumat, 26 Juli 2013 | 11:13 WIB
Metromini adalah salah satu alternatif kendaraam umum yang diminati warga. Walaupun.kerap ugal-ugalan kendaraan ini dianggap cepat mengantar penumpang ke tujuan, Blok M, Jakarta, Jumat.(26/7/2013). | KOMPAS.COM/SONYA SUSWANTI
5
0
4

JAKARTA,KOMPAS.com — Meski ugal-ugalan, penumpang angkutan umum masih memilih metromini. Menurut mereka, meski ugal-ugalan, metromini lebih cepat dari bus transjakarta.

“Lebih pilih metromini sih, soalnya kalau busway (bus transjakarta) itu lama. Di jalannya juga lama. Walau ugal-ugalan yah, tetep milih metromini,” ujar Uci (30), yang di temui di Terminal Blok M, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Senada dengan Uci, Lin, penumpang M-605A, juga senang menumpang metromini atau kopaja. Menurut dia, jumlah kedua jenis bus sedang itu lebih banyak ketimbang angkutan umum lainnya. Selain itu, mereka lebih cepat mengantar penumpang, meski ugal-ugalan.

“Ugal-ugalan mah jangan ditanya. Kalau kita protes malah suka disengajain. Apalagi kondisi kendaraannya kayaknya enggak pernah dicuci. Tapi gimana lagi, kalau naik busway lama banget, transitnya juga lama,” ujar Iin.

Sopir metromini Blok M-Pondok Labu, Harahap, meminta semua pihak tidak menyamakan bahwa semua sopir metromini atau kopaja ugal-ugalan. Dia menyebut yang biasa ugal-ugalan adalah sopir tembak.

“Kalau masalah speedometer memang ini kendaraan lama, semua mesinnya saja sudah dibongkar. Boro-boro mau dibenerin. Kita makan apa nanti sebulan? Yang kita benerin paling rem sama gas saja yang emang penting,” ujar Harahap yang mengaku sudah menjadi sopir selama 10 tahun.

Editor : Ana Shofiana Syatiri

B

Pasca Kecelakaan, Dishub Tilang 42 Metromini

Dikit amat !! Ini sih hanya pencitraan si Udar Pristono saja..
Jum’at, 26 Juli 2013 | 00:37 WIB

Pasca Kecelakaan, Dishub Tilang 42 Metromini

Metromini. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta – Dinas Perhubungan DKI Jakarta hari ini melakukan penertiban Metromini di lima wilayah di Jakarta. “Hasil penindakan Metromini sampai dengan sore ini adalah kita sudah berhentikan 6 dan menilang 42 Metromini,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, melalui pesan singkat kepada Tempo, Kamis, 25 Juli 2013.

Ia menuturkan, Metromini yang diberhentikan karena tidak laik jalan. “Yang ditilang karena surat-suratnya mati,” kata Pristono. Di Jakarta sendiri ada sekitar 3.000 metromini yang beroperasi.

Menurut Udar, penertiban ini adalah upaya melindungi masyarakat dari ulah ugal-ugalan pengemudi Metromini. Kebanyakkan sopir macam itu adalah sopir tembak alias bukan sopir resmi angkutan umum itu.

Selasa, 23 Juli 2013, ulah Metromini maut menewaskan satu orang siswa SMP Alwashliyah I Rawamangun, Jakarta Timur.

Udar menjelaskan bahwa di Jatibaru ada sebanyak 12 Metromini yang ditilang. Sedangkan di Jakarta Barat, 8 Metromini yang ditilang dan 2 yang dihentikan pengoperasiannya. Di Jakarta Timur, 2 Metromini diberhentikan pengoperasiannya. Rekor dicatat Jakarta Utara, Dinas Perhubungan menilang 22 Metromini dan menghentikan operasi 1 bus sedang itu. “Untuk Jakarta Pusat nihil,” kata Pristono.

LINDA TRIANITA