Karyawati Jadi Korban Rampok Taksi di Kuningan

Petugas kepolisian memperlihatkan barang bukti serta tiga tersangka spesialis perampokan penumpang dalam taksi saat gelar perkara di Sub Dit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Jakarta, Jumat (9/11). TEMPO/Tony Hartawa

TEMPO.CO, Jakarta – Seorang karyawati swasta berinisial RW, 27 tahun, mengalami perampokan saat menaiki sebuah taksi di Kuningan, Jakarta Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 28 November 2014, saat korban hendak pulang melalui Jalan Mega Kuningan.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Setiabudi Ajun Komisaris Besar Audi Latuheru mengatakan perampokan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. “Korban naik taksi di Mega Kuningan,” ujar Audi kepadaTempo, Senin, 1 Desember 2014. 

Setelah duduk di jok belakang taksi, RW baru menyadari ada orang selain dirinya dan sopir berada di dalam taksi. Ditambah lagi, seorang pelaku lainnya ikut naik saat taksi tersebut melintas di Mal Ambasador. 

Korban langsung ditodong agar menyerahkan harta bendanya berupa ponsel dan uang Rp 1 juta. “Korban diancam sehingga tak bisa berteriak meminta pertolongan,” ujarnya.

Setelah merampas harta bendanya, RW diturunkan di Menteng, Jakarta Pusat. Para pelaku yang berjumlah tiga orang itu melarikan diri ke arah Senen, Jakarta Pusat.

Kepolisian, kata Audi, telah mengantongi ciri-ciri mobil yang ditumpangi korban. “Kami masih mendalami dan mengejar para pelaku,” ujarnya. Audi mengimbau agar siapa pun yang akan menumpang taksi atau kendaraan lainnya agar lebih waspada, terutama pada malam hari.

NINIS CHAIRUNNISA

Angkutan Umum Bersiap

JUMAT, 14 NOVEMBER 2014

Harga BBM Naik, Penumpang Mungkin Bertambah

JAKARTA, KOMPAS — Pengelola berbagai moda angkutan umum di Jakarta mulai bersiap menghadapi kenaikan harga BBM yang mungkin akan segera terjadi. Selain penyesuaian tarif, pengelola angkutan umum bakal berbenah karena ada potensi lonjakan penumpang setelah kenaikan harga BBM.Koordinator Suara Transjakarta David Tjahjana memperkirakan, ada kenaikan jumlah penumpang transjakarta seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. ”Kalau perkiraan kasar, sekitar 30 persen tambahan penumpang setelah harga BBM bersubsidi naik,” katanya, Kamis (13/11).

Kenaikan harga BBM bersubsidi mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan angkutan umum karena selisih biaya transportasi yang signifikan. Ditambah lagi, akan ada kebijakan pelarangan sepeda motor melintasi Jalan MH Thamrin-Jalan Medan Merdeka Barat. Karena itu, kemungkinan akan ada pengguna kendaraan bermotor pribadi berpindah menjadi pelanggan angkutan umum, khususnya transjakarta. Apalagi, jaringan transjakarta cukup luas sehingga memudahkan mobilitas warga di wilayah Jakarta.

David menilai, sterilisasi jalur transjakarta harus dilakukan agar mobilisasi bus lancar dan waktu tempuh bus efisien. Namun, operator wajib memastikan setiap bus dalam kondisi andal sehingga gangguan di perjalanan bisa diminimalkan.

Sejumlah pengelola angkutan umum memastikan akan ada perubahan tarif yang signifikan jika harga BBM, seperti solar dan premium, subsidi naik.

Direktur Umum Perum PPD Pande Putu Yasa mengatakan, kenaikan tarif angkutan terintegrasi transjabodetabek tergantung dari persentase kenaikan harga BBM. Selain itu, kenaikan tarif harus mengacu pada aturan pemerintah yang diterapkan Kementerian Perhubungan.

Adapun awak angkutan umum kopaja AC dan metromini berharap, ada subsidi dari pemerintah untuk angkutan umum. Menurut pengelola, mereka tidak bisa serta-merta menerapkan kenaikan tarif tinggi karena khawatir penumpang kabur.

Kepala Operasi Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Jakarta Utara Farid Effendi mengatakan, beberapa tahun terakhir sebagian pengusaha angkutan kesulitan mengimbangi kenaikan harga bahan bakar, onderdil, dan
lainnya. Mereka kini menganggurkan kendaraannya karena terus rugi.

”Saat ini, angkutan kota di Jakarta Utara yang beroperasi ada sekitar 1.200 unit dari total 1.400 unit yang ada karena sepi penumpang akibat maraknya kendaraan pribadi. Perlu campur tangan kebijakan pemerintah agar angkutan bisa berkembang,” ujarnya.

Para penyedia jasa penyeberangan tujuan Kepulauan Seribu memilih tidak menaikkan tarif terburu-buru. Kamis kemarin, mereka masih mematok tarif Rp 35.000 per penumpang rute Muara Angke-Pulau Tidung.

Tambah perjalananPT KAI Commuter Jabodetabek menambah dua rangkaian KRL mulai Senin (17/11). Dengan tambahan ini, ada tambahan 10 perjalanan di lintas Bogor dan 12 perjalanan di lintas Serpong.

Dirut PT KAI Commuter Jabodetabek Tri Handoyo mengatakan, penambahan ini ditujukan untuk mengantisipasi pertambahan penumpang setelah kenaikan harga BBM bersubsidi.

Sementara Perum PPD segera menambah 78 unit bus transjabodetabek sehingga total bus yang beroperasi nanti menjadi 88 unit. Bus itu melayani rute Blok M-Ciputat serta tiga rute baru, yakni Tangerang-Ancol, Depok- Grogol, serta Summarecon Bekasi-Bundaran HI. ”Pada Minggu ketiga bulan Desember, bus-bus itu akan datang,” kata Pande.

Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Tory Damantoro, berpendapat, subsidi BBM idealnya dipakai untuk membangun sistem transportasi publik. Khusus untuk Jabodetabek, kompensasi bisa dimanfaatkan untuk meremajakan kendaraan, mengonsolidasi operator perseorangan menjadi badan usaha, dan memperbaiki layanan. Perbaikan itu antara lain mengganti izin trayek dengan kontrak jasa pengangkutan berkualitas.

(ART/MKN/WIN/DEA/PIN)

Ahok Tolak Tawaran Investasi di Monorel Adhi Karya

Kenapa Koh ??

 

Kamis, 30 Oktober 2014 | 10:39 WIB
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA Tiang-tiang monorel milik Adhi Karya di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menolak penawaran investasi pembangunan monorel oleh PT Adhi Karya. Basuki menjelaskan, PT Adhi Karya sempat menemuinya dan menawarkan agar Pemprov DKI Jakarta berinvestasi dalam pembangunan monorel yang akan digarap oleh salah satu badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

“Mereka tawarkan kita untuk berinvestasi. Aku bilang tidak tertarik (untuk investasi), daripada kami investasi di sana, lebih baik bangun properti,” kata Basuki, di Balaikota, Kamis (30/10/2014).

Kendati demikian, Basuki tetap memberi peluang PT Adhi Karya membangun monorel di Jakarta. PT Adhi Karya berencana membangun monorel dengan rute Kuningan-Cawang-Bekasi Timur dan Cawang-Cibubur sepanjang 52 km, yang diproyeksikan memerlukan anggaran sebesar Rp 8,4 triliun.

Rencananya, megaproyek monorel fase I akan dibangun dari pusat permukiman dan sumber kendaraan di wilayah Cibubur di Jakarta Timur dan Bekasi Timur di Jawa Barat. Selanjutnya, dua titik monorel tersebut terkoneksi hingga wilayah Cawang.

Dari Cawang, penumpang akan didistribusikan menggunakan kereta monorel otomatis menuju pusat bisnis dan perkantoran di Kuningan, Jakarta Selatan.

Kota termacet di Indonesia ternyata ….

Bekasi tidak juaranya macet ??

Kemacetan merupakan salah satu persoalan paling krusial yang dihadapi oleh kota-kota besar. Untuk mengetahui kota mana yang paling rawan kemacetan diperlukan sebuah ukuran berdasarkan rasio volume kendaraan dan kapasitas jalan atau biasa volume capacity ratio (VCR).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Elly Adriani Sinaga  menerangkan, VCR merupakan perbandingan antara volume kendaraan dengan kapasitas jalan itu sendiri. Misalnya, jika sebuah kota memiliki level VCR di 0,7 berarti angka 7 untuk volume kendaraan sedangkan 10 untuk kapasitas jalan.

“0,7 artinya lalu lintas jalan, terus berhenti, kapasitas 10 terisi 7,” kata dia di Jakarta, Selasa (21/10/2014).

Berdasarkan data Kemenhub terdapat tiga kota dengan tingkat kemacetan paling tinggi berdasarkan VCR. Dari data itu, Kemenhub menyebut DKI Jakarta memiliki angka VCR tertinggi yaitu mencapai 0,85 dengan rata-rata kecepatan kendaraan 10-20 km per jam.

Bogor memiliki VCR 0,86 dengan kecepatan kendaraan 15,32 km per jam dan Bandung memiliki level VCR 0,85 dengan kecepatan 14,3 km per jam.

Menurut Elly, masalah ketersediaan jalan dan volume kendaraan di tiga kota besar tersebut mesti segera diselesaikan. “Tata guna lahan dan perencanaan transportasi, kalau tidak diselesaikan sampai kiamat tidak akan selesai,” tuturnya.

Dia menerangkan, cara mengurai kemacetan ialah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta mendorong ke pemakaian kendaraan umum.

Dia menyebutkan caranya dengan memberikan fasilitas yang komplit untuk orang-orang yang tinggal di perumahan. Jadi, kata dia orang-orang tidak menggunakan kendaraan pribadi untuk keluar dari wilayah perumahan tersebut.

Kemudian peningkatan kualitas pada transportasi umum seperti Transjakarta. Itu supaya masyarakat umum betah menggunakan transportasi publik.

Tak hanya, salah satu caranya ialah pengenaan retribusi electronic road pricing (ERP) di jalan-jalan daerah.

“ERP tercantum dalam PP, disebut pengenaan retribusi pengendalian lalu lintas,” tandas dia. (Amd/Gdn)

Ahok Akui Pelayanan Bus TransJ Kurang Mengakomodir Kaum Difabel

yang umum saja kualitasnya masih kedodoran , Koh Ahok !
Rabu, 15/10/2014 18:17 WIB

Sukma Indah Permana – detikNews

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengakui bahwa bus TransJ belum mengakomodir kepentingan kaum difabel. Menurutnya, ini masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

“Sistem bus kita harus bisa menyediakan (akses) untuk orang-orang disabilitas,” ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (15/10/2014).

Menurutnya, infrastruktur bus TransJ juga belum sesuai dengan kebutuhan kaum difabel. Tak hanya itu, Ahok meminta para petugas bus TransJ untuk lebih peka.

“Sebenarnya sudah ada perdanya,” imbuhnya.

Pihaknya akan melakukan pelatihan untuk para petugas dan awak bus TransJ terkait hal tersebut.

“Kita musti latih mereka supaya peka, petugas haltenya harus peka,” kata Ahok.

Dirut TransJ: 200 dari 700 Bus TransJ Tak Layak Jalan

Jumat, 12/09/2014 00:13 WIB

Ropesta Sitorus – detikNews

Jakarta – Hampir 30 persen dari seluruh bus TransJ yang ada saat ini ternyata dalam kondisi yang tak layak jalan. Menurut Direktur Utama PT Transjakarta, ANS Kosasih dari 700 unit bus Transjakarta yang dimiliki saat ini, ada sekitar 200 bus yang kondisinya sudah tak prima.

“Transjakarta itu sekarang punya 700 bus, di mana sekitar 450 bus yang oke dan 200 bus harus diganti,” kata Kosasih, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2014).

Menurut Kosasih, saat ini pengadaan bus sangat mendesak untuk dilakukan segera. Tetapi hal itu tak bisa dilakukan dalam waktu dekat karena harus menunggu peralihan pengelolaan dari Unit Pengelola (UP) ke BUMD Transjakarta.

Idealnya jumlah bus TranJ yang harus beroperasi melayani warga Ibukota, kata Kosasih, adalah 1.300 unit. Dengan bus sebanyak itu, barulah para penumpang bisa dilayani dengan maksimal dan jarak tunggu antar bus tidak terlalu lama.

“Kalau mau 1.300 bus, maka kita harus pengadaan sekitar 850 bus, selambat-lambatnya dalam 2 tahun ini,” sambungnya.

Kosasih menekankan, sebelum membeli bus, pihaknya akan menyiapkan spesifikasinya terlebih dulu. Salah satu yang harus diperhatikan adalah merek dan ketersediaan suku cadang. Hal ini untuk mencegah pengadaan yang asal-asalan seperti yang terjadi saat ini.

“Standarnya harus internasional. Nah kalau sekarang, kita samakan dulu standarnya, setelah semua sama, saya akan dapat kualitas dan dukungan sama. Kita mau beli merek yang punya suku cadangnya ada dan bisa diservis di sini,” ucap Kosasih.

Untuk pengadaan, pihaknya menggandeng operator bus lama dan operator yang baru. Kepada operator lama, seperti Mayasari Bhakti, mereka dapat kesempatan untuk ditunjuk langsung tapi tetap harus berdasarkan gasul lelang.

“Hasil lelang itu akan jadi standar untuk tunjuk langsung. Misalnya mobilnya harus Scania, Mercy, Volvo satu unit harganya sekian dan spesifikasinya seperti ini. Integritasnya begini, dan besi ini bisa tahan sekian tahun, sehingga kita bisa tentukan kontraknya berapa tahun. Kita akan atur standarnya,” pungkasnya.

Setop sembarangan, sopir Kopaja dihukum hormat rambu di atas bus

 

Hehe..  kalau bisa disetiap rambu dan untuk seluruh sopir kopaja ,Kobanwisata,metromini dan PPD

 

Reporter : Dedi Rahmadi | Rabu, 27 Agustus 2014 17:29

 


Setop sembarangan, sopir Kopaja dihukum hormat rambu di atas bus

Sopir Kopaja dihukum. ©path

 


 

Merdeka.com – Jejaring sosial ramai dengan gambar seseorang sedang hormat kepada rambu lalu lintas tanda tak boleh berhenti, S silang atau letter S. Orang berbaju ungu dan bercelana jins pendek warna itu berdiri di atas Kopaja.

Pantauan merdeka.com, Selasa (27/8), ada perwira polisi di belakang Kopaja tersebut yang diduga sedang menjaga lokasi. Kopaja tersebut berada di dekat sebuah jembatan penyeberangan orang. Arus lalu lintas di gambar tersebut ramai.

Gambar tersebut di-posting oleh akun Path Rizal. Dalam keterangan gambar tersebut tertulis: “Asiknya siang hari melakukan penghormatan terhadap rambu lalu lintas yang dilanggarnya. Lanjutkan pak Polisi!” Gambar tersebut mendapat banyak ’emoticon’ senyum dari teman-teman Rizal.

Dikonfirmasi soal gambar tersebut, Kasubdit Gakkum Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan peristiwa tersebut terjadi hari ini. Kemungkinan, lanjut Hindarsono, pria yang di atas Kopaja adalah sopir yang sedang dihukum karena melanggar lalu lintas dengan berhenti sembarangan.

“Untuk kejadian siang tadi. Lokasinya di Tomang depan Gedung Samudera, Jakarta Barat. Kopajanya 165,” jelas Hindarsono kepada merdeka.com.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.